Jumat, 20 Juni 2014

PENGEMBANGAN ORGANISASI


Apakah diantara kalian adalah orang yang senang dalam berorganisasi?
Organisasi yang kalian ikuti sudah berjalan dengan baik?
Sebelumnya kita sudah membahas kepemimpinan dan motivasi serta desain kerja yang. Nah sekarang kita bahas mengenai PENGEMBANGAN ORGANISASI. Kita yang aktif dalam berorganisasi maupun tidak mesti pahami dan mengetahui sejauh mana organisasi yang kita ikuti itu berjalan dan berkembang. Disetiap siklus perkembangan dari suatu organisasi pasti banyak mengalami naik turunnya, tantangan/halangan yang harus dihadapi. Namun tidak perlu khawatir. Apabila organisasi yang kita ikut dalam kondisi yang seperti itu, yang perlu kita lakukan adalah menghadapi tantangan tersebut yang berasal dari internal maupun eksternal dan bukan untuk menghindarinya. Tantangan dalam organisasi mencakup dalam hal sumber daya manusia, perkembangan teknologi, laju ekonomi, kompetisi bisnis, tren sosial dan politik. Perubahan yang terjadi dalam organisasi kita anggap seperti sesuatu hal yang lumrah terjadi karena dengan adanya perubahan organisasi dapat berjalan sesuai dengan harapan dan tujuan. Namun perubahan dalam organisasi tersebut haruslah dikelola secara sistematis, agar organisasi tersebut dapat mencapai kondisi yang efektif . Hal inilah yang akan kita bahas. Kita sudah menyebutkan adanya masalah, perubahan organisasi, pengelolaan secra efektif. Semuanya adalah kata kunci dalam pembahasan ini.
Pengembangan Organisasi (Organization Development) adalah Kegiatan/ usaha yang terencana (planned effort), melibatkan seluruh elemen organisasi, dikelola oleh manajemen puncak, untuk meningkatkan efektivitas organisasi melalui intervensi yang berbasis ilmu perilaku. Dalam pengembangannya metode yang sering digunakan adalah action research. Action research adalah proses perubahan organisasi yang dimulai dengan pengumpulan data/ permasalahan organisasi secara sistematis hingga pemilihan solusi yang paling tepat untuk mengatasi permasalahan organisasi. Tahapan dalam action research ada empat tahap yaitu :
1. Entering and Contracting
    Dalam proses ini pihak perusahaan yang memiliki kebutuhan/masalah dalam organisasinya menjalin komunikasi kepada konsultan OD (Organizational Development).
2.Diagnosing
  Setelah pemaparan permasalahan  yang terjadi kepada OD (Organizational Development), konsultan mengumpulkan data dari organisasi untuk mengetahui sebab dari permasalahan. Dalam proses diagnosa terdapat tiga level diagnosa masalah organisasi antara lain level organisasi, level kelompok dan level individu. Metode yang digukan berupa kuesioner, wawancara, observasi dan unobstrusive measures.
3. Planning and Implementing Change
Tahap selanjutnya adalah perumusan rencana dan intervensi yang akan diterapkan untuk menyelesaikan permasalahan organisasi.
4. Evaluating and Institutionalizing
Setelah intervensi dilakukan, dalam tahap selanjutnya melakukan evaluasi respon anggota organisasi terhadap perubahan. 

Permasalahan dan Intervensi  Pengembangan Organisasi 

1. Isu Strategis
Permasalahan-permasalahan yang terkait dalam isu strategis umumnya untuk mencapai visi perusahaan atau yang menyangkut keberlangsungan perusahaan. Fokusnya terhadap bagaimana produk bisa berkompetisi, membentuk nilai dan budaya perusahaan dan strategi pemasaran.
Intervensi yang dapat digunakan untuk isu ini disebut Strategic Intervention yaitu dengan cara merger dan akuisisi, mengeluarkan lini produk baru, dan pembentukan budaya organisasi --> Organizational learning
2. Teknologi dan Struktur
Isu yang terkait seputar meningkatkan efektivitas sistem kerja di perusahaan, misalnya membuat struktur organisasi dan pembagian kerja yang lebih efektif ; mendesain sistem kerja yang memudahkan koordinasi dan komunikasi, dsb
Intervensi yang dapat digunakan  untuk isu ini disebut Technostructural Intervention, beberapa bentuk intervensi di antaranya , downsizing (pensiun dini, PHK), restrukturisasi dan redesign Job
3. Sistem pengelolaan SDM
Permasalahan yang dihadapi  seputar membangun sistem HRD yang efektif. Intervensi yang dapat digunakan  untuk masalah ini adalah HRM intervention dengan cara sistem penilaian kinerja, sistem reward management, sistem pengembangan karir, dsb.
4. Permasalahan hubungan sosial
Permasalahan yang timbul dari hubungan antar individu maupun individu dengan kelompok kerja. Intervensi berupa Human Process Intervention.
Intervensi yang dapat digunakan  untuk masalah ini seperti , process consultation : EAP, team building : Outbond, training, dsb

Faktor Penentu Keberhasilan Intervensi
  1. Kesiapan berubah anggota/ karyawan
  2. Terlihat dari :
    1. Tingkat ketidakpuasan karyawan
    2. Ketersediaan sumber daya untuk mendukung perubahan
    3. Komitmen manajemen, dll
  3. Kemampuan untuk berubah
  4. Konteks budaya organisasi
  5. Kemampuan menerapkan intervensi dari praktisi OD

@arlinyuliani

0 komentar:

Posting Komentar