Apakah
diantara kalian adalah orang yang senang dalam berorganisasi?
Organisasi
yang kalian ikuti sudah berjalan dengan baik?
Sebelumnya
kita sudah membahas kepemimpinan dan motivasi serta desain kerja yang. Nah
sekarang kita bahas mengenai PENGEMBANGAN ORGANISASI. Kita yang aktif dalam
berorganisasi maupun tidak mesti pahami dan mengetahui sejauh mana organisasi
yang kita ikuti itu berjalan dan berkembang. Disetiap siklus perkembangan dari
suatu organisasi pasti banyak mengalami naik turunnya, tantangan/halangan yang
harus dihadapi. Namun tidak perlu khawatir. Apabila organisasi yang kita ikut
dalam kondisi yang seperti itu, yang perlu kita lakukan adalah menghadapi
tantangan tersebut yang berasal dari internal maupun eksternal dan bukan untuk
menghindarinya. Tantangan dalam organisasi mencakup dalam hal sumber daya manusia, perkembangan teknologi,
laju ekonomi, kompetisi bisnis, tren sosial dan politik. Perubahan yang
terjadi dalam organisasi kita anggap seperti sesuatu hal yang lumrah terjadi
karena dengan adanya perubahan organisasi dapat berjalan sesuai dengan harapan
dan tujuan. Namun perubahan dalam organisasi tersebut haruslah dikelola secara
sistematis, agar organisasi tersebut dapat mencapai kondisi yang efektif . Hal
inilah yang akan kita bahas. Kita sudah menyebutkan adanya masalah, perubahan
organisasi, pengelolaan secra efektif. Semuanya adalah kata kunci dalam
pembahasan ini.
Pengembangan
Organisasi (Organization Development) adalah
Kegiatan/ usaha yang terencana (planned effort), melibatkan
seluruh elemen organisasi, dikelola oleh manajemen puncak, untuk meningkatkan
efektivitas organisasi melalui intervensi yang berbasis ilmu perilaku. Dalam
pengembangannya metode yang sering digunakan adalah action research. Action research adalah proses perubahan
organisasi yang dimulai dengan pengumpulan data/ permasalahan organisasi secara
sistematis hingga pemilihan solusi yang paling tepat untuk mengatasi
permasalahan organisasi. Tahapan dalam action research ada empat tahap yaitu :
1.
Entering and Contracting
Dalam
proses ini pihak perusahaan yang memiliki kebutuhan/masalah dalam organisasinya
menjalin komunikasi kepada konsultan OD
(Organizational Development).
2.Diagnosing
Setelah
pemaparan permasalahan yang terjadi
kepada OD (Organizational Development),
konsultan mengumpulkan data dari organisasi untuk mengetahui sebab dari
permasalahan. Dalam proses diagnosa terdapat tiga level diagnosa masalah
organisasi antara lain level organisasi, level kelompok dan level individu.
Metode yang digukan berupa kuesioner, wawancara, observasi dan unobstrusive
measures.
3.
Planning and Implementing Change
Tahap selanjutnya adalah perumusan rencana dan
intervensi yang akan diterapkan untuk menyelesaikan permasalahan organisasi.
4.
Evaluating and Institutionalizing
Setelah intervensi dilakukan, dalam tahap selanjutnya
melakukan evaluasi respon anggota organisasi terhadap perubahan.
Permasalahan
dan Intervensi Pengembangan Organisasi
1. Isu Strategis
Permasalahan-permasalahan yang terkait dalam isu
strategis umumnya untuk mencapai visi perusahaan atau yang menyangkut
keberlangsungan perusahaan. Fokusnya terhadap bagaimana produk bisa
berkompetisi, membentuk nilai dan budaya perusahaan dan strategi pemasaran.
Intervensi yang dapat digunakan untuk isu ini
disebut Strategic Intervention yaitu
dengan cara merger dan akuisisi, mengeluarkan lini produk baru, dan pembentukan
budaya organisasi --> Organizational learning
2. Teknologi dan Struktur
Isu yang terkait seputar meningkatkan efektivitas sistem
kerja di perusahaan, misalnya membuat struktur organisasi dan pembagian kerja
yang lebih efektif ; mendesain sistem kerja yang memudahkan koordinasi dan
komunikasi, dsb
Intervensi yang dapat digunakan untuk isu ini disebut Technostructural Intervention, beberapa bentuk intervensi di
antaranya , downsizing (pensiun dini,
PHK), restrukturisasi dan redesign Job
3. Sistem pengelolaan SDM
Permasalahan yang dihadapi seputar membangun sistem HRD yang efektif. Intervensi
yang dapat digunakan untuk masalah ini
adalah HRM intervention dengan cara sistem
penilaian kinerja, sistem reward management, sistem pengembangan karir, dsb.
4.
Permasalahan hubungan sosial
Permasalahan yang timbul dari hubungan antar
individu maupun individu dengan kelompok kerja. Intervensi berupa Human Process
Intervention.
Intervensi yang dapat digunakan untuk masalah ini seperti , process consultation : EAP, team building :
Outbond, training, dsb
Faktor
Penentu Keberhasilan Intervensi
- Kesiapan berubah anggota/ karyawan
- Terlihat dari :
- Tingkat ketidakpuasan karyawan
- Ketersediaan sumber daya untuk mendukung perubahan
- Komitmen manajemen, dll
- Kemampuan untuk berubah
- Konteks budaya organisasi
- Kemampuan menerapkan intervensi dari praktisi OD






0 komentar:
Posting Komentar