Jumat, 20 Juni 2014

Motivasi & Desain Kerja

Inget-inget pada saat kuliah materi ini ngerasa agak kurang semangat  buat ke kampus. Bener-bener sehariaan males buat ngapa-nggapain. Ya namanya juga mahasiswa bahkan bukan mahasiwa aja sih yang bisa ngerasaan naik turunnya semangat dalam bekerja. Bedanya kalo yang saya alami, sebagai mahasiswa kalau gak rajin dan sering bolos kuliah bisa-bisa absen bisa alfa semua dan kalau lagi males-males belajar nanti ga dapet nilai yang bagus. Nah kenapa deh bisa gitu? Wajar atau gak coba kita bahas. 
Bagaimana kita bisa termotivasi? Apakah orang yang rajin itu orang yang memiliki motivasi tinggi atau sebaliknya? Mengapa jika kita diminta untuk mengerjakan tugas kuliah sesuai dengan deadline tapi yang terjadi adalah kita lebih cepat mengerjakan hal yang lebih kita sukai seperti jalan-jalan, nonton bioskop ataupun yang lainnya? Apa yang sebenarnya terjadi? Jawaban tersebut akan kita bahas pada materi MOTIVASI KERJA DAN DESAIN KERJA

Didalam sebuah organisasi/perusahaan pasti ada anggota/karyawan, karena selain adanya seorang pemimpin dan ditambag merekalah yang menggerakkan sebuah organisasi/perusahaan. Karayawan yang seperti apa yang dibutuhkan dalam sebuah perusahaan? apakah hanya karyawan yang memiliki prestasi tinggi atau menengah? Tidak hanya itu, perusahan membutuhkan karyawan dengan intensitas kerja yang tinggi, memiliki arah yang sama dengan tujuan organisasi, sekaligus mau mempertahankan usaha selama mungkin untuk mencapai tujuan tersebut. Jadi, motivasi kerja terdiri dari proses yang mengarahkan intensitas (intensity), arah (direction), dan ketekunan (persistence) usaha individu untuk mencapai tujuan organisasi

TEORI MOTIVASI KERJA 

1. Teori berdasarkan kebutuhan (Needs Theories)
     Maslow’s need hierarchy (level kebutuhan terbagi dalam hierarki terendah- tertinggi dan Alderfer’s ERG theory (Tiga level kebutuhan : Existence, Relatedness, Growth)
2. Teori berdasarkan perilaku (Behavior based-theories)
   Reinforcement Theory (Konsekuensi perilaku : reinforcer dan hukuman) dan Goal setting theory (menyusun tujuan yang menantang untuk meningkatkan ketekunan).
3. Teori berdasarkan kognitif (Cognitive theories)
    Equity theory dan Expectancy (VIE) theory 
4. Teori desain pekerjaan (Job Design Theories) 
5. Teori dua faktor Herzberg
6. Job Characteristics Model


TEORI KEADILAN (Equity Theory)

Teori ini menjelaskan bahwa seorang karyawan termotivasi oleh keinginan untuk diperlakukan adil. Porsi adil dalam hal ini adalah kualifikasi yang diberikan & energi yang dikeluarkan (input) setara dengan gaji, pengakuan, benefit, tugas yang menantang, dsb (outcome). Bagaimana caranya kita mengetahui keadilan seorang karyawan? Caranya dengan membandingkan input-outcome diri sendiri vs input-outcome karyawan lain. Ketidakadilan dirasakan dalam dua hal : 
     Ketidakadilan karena digaji kurang (inequity underpayment)  
--> Dalam hal ini seorang karyawan merasa apa yang dikerjakannya (input)  tidak sebanding dengan gaji (outcome). Kerjaan yang banyak namun gaji yang diterima tidak sesuai. Hal ini dapat dikurangi dengan peningkatan outcome, menurunkan input, mengubah sumber pembanding dan meninggalkan situasi 

     Ketidakadilan karena digaji lebih (inequity overpayment)  
--> Seorang karyawan yang mendapatkan gaji (outcome) berlebih dari perusahaannya namun apa yang dia kerjakan (input) oleh karyawan tersebut tidak sebanding dengan gaji yang didaptkan. Hal ini dapat dikurangi dengan meningkatkan input, menurunkan output, mengubah sumber pembanding, dan mengubah persepsi akan situasi.

TEORI PENGHARAPAN (Expectancy-VIE-Theory) 

Teori ini menjelaskan bahwa seorang karyawan yang dianggap sebagai  makhluk rasional yang suka memperhitungkan untung rugi dalam bertindak. Dalam teori ini karayawan membandingkan input dan outcome. Outcome dapat terbagi menjadi outcome positif (pengakuan/ promosi jabatan, kenaikan gaji, dll) atau outcome negatif (surat teguran, pemecatan, penurunan jabatan/ demosi).
Tiga komponen dari teori ekspektansi antara lain ; 

 Expectancy 
-->persepsi hubungan antara suatu usaha yang dikeluarkan dengan kemungkinan munculnya kinerja tertentu = Effort → Performance (E→P). Misalnya jika saya rajin datang kerja tepat waktu, maka saya kemungkinan mendapat penilaian kinerja yang baik. Untuk meningkatkan motivasi karyawan hal yang dapat dilakukan adalah dengan cara memastikan bahwa setiap keahlian memiliki imbalan sesuai tingkat keahliannya.
 Instrumentality  
-->persepsi hubungan antara suatu kinerja dengan kemungkinan munculnya reward tertentu = PerformanceOutcome (P→O). Contohnya, jika saya menyelesaikan 5 pekerjaan, saya mungkin bisa dipromosikan. Untuk meningkatkan motivasi karyawan hal yang dapat dilakukan adalah dengan cara memberikan reward system yang terkait dengan prestasi. Misalnya, kinerja X mendapat kompensasi X, kinerja Y mendapat kompensasi Y. 
Valence 

-->seberapa bernilai reward dari sebuah outcome. Untuk meningkatkan motivasi karyawan hal yang dapat dilakukan adalah dengan cara  memberikan poin bonus yang bisa ditukarkan dengan hal sesuai kebutuhan individu, misalnya bisa ditukarkan dengan hari cuti, uang, kupon makan.
 
TEORI DUA FAKTOR HERZBERG 
Kepuasan kerja sangat berperan menentukan motivasi kerja. Pencetus teori ini, Herzberg, berpendapat bahwa lawan dari kepuasan kerja (job satisfaction) bukanlah ketidakpuasan kerja (job dissatisfaction), melainkan tidak adanya kepuasan kerja (no satisfaction).  Begitu pula lawan dari ketidakpuasan kerja adalah tidak adanya ketidakpuasan kerja (no dissatisfaction), dan bukan kepuasan kerja. Faktor-faktor yang menyebabkan kepuasan kerja, disebut Motivator. Faktor yang apabila tidak ada, menyebabkan ketidakpuasan kerja (job dissatisfaction), disebut faktor Hygiene. Oleh karena itu, teori dua faktor disebut juga motivation-hygiene theory.
Motivator adalah faktor-faktor intrinsik terkait muatan pekerjaan (mis. Otonomi, tingkat tantangan pekerjaan, tingkat tanggung jawab, dsb)
Hygiene adalah faktor ekstrinsik yang terkait konteks pekerjaan (mis. Kompensasi, kondisi kerja, hubungan dengan atasan, cara atasan mensupervisi, hubungan dengan rekan kerja, dsb) 
Teori ini menjelaskan bahwa terdapat aspek-aspek/ karakteristik dari pekerjaan yang mempengaruhi terbentuknya motivasi kerja (Hackman & Oldham, 1976)
JOB CHARACTERISTIC MODEL

Menurut Hackman & Oldham, karyawan paling tidak harus mengalami tiga kondisi psikologis (critical psychological states) agar dapat termotivasi dalam kerja :
Karyawan tahu hasil akhir dari pekerjaannya (knowledge of results), karyawan harus merasa pekerjaannya bermakna (meaningful), dan karyawan harus merasakan perasaan bertanggung jawab akan pekerjaannya (sense of responsibility)

Tiga kondisi psikologis tersebut dapat terjadi apabila seseorang mengalami lima karakteristik pekerjaan :
Variasi tugas (skill variety) : tingkatan tugas yang membutuhkan sejumlah keahlian dan kemampuan karyawan
Identitas tugas (task identity) : tingkatan tugas yang membutuhkan karyawan menyelesaikan seluruh pekerjaan dari awal hingga akhir
Signifikansi tugas (task significance) : tingkatan dimana tugas memiliki pengaruh yang substansial bagi orang lain
Otonomi (autonomy) : tingkatan kebebasan dan kemandirian yang dirasakan karyawan untuk mengatur pekerjaannya
Feedback : tingkatan karyawan dapat memperoleh informasi dan arahan yang jelas tentang efektivitas pekerjaannya

DESAIN JABATAN


Teori motivasi kerja yang berbasis desain kerja (teori dua faktor dan teori job characteristics) memunculkan paradigma baru untuk memotivasi karyawan melalui desain ulang jabatan (redesign job) dan pengaturan alternatif tugas (alternative work arrangements)
Redesign job terdiri dari :
Job rotation --> memindahkan karyawan dari satu jabatan ke jabatan secara reguler. 
Job enlargement --> Teknik job redesign dengan cara menambah variasi tugas yang harus dikerjakan karyawan
Job enrichment --> Teknik job redesign dengan cara menambah tanggung jawab karyawan
Alternative work arrangements :
Flextime --> Jam kerja yang lebih fleksibel, normalnya senin-jum’at 08.00 – 17.00
Job sharing --> satu jabatan dijabat oleh 2 orang
Telecommuting --> mengerjakan tugas tidak harus di kantor
 



@arlinyuliani 1602011008

0 komentar:

Posting Komentar