Jumat, 20 Juni 2014

Late Task, Late Post, Late Day = Better late than never - Organization Development


Dear guys,

Sebenarnya postingan ini sangat telat dan udah basi!
But, quotes said “better late than never” so I try to do that!

Jadi ketika saya menulis postingan ini, saya mengingat kejadian sekitar beberapa minggu yang lalu, sekitar tanggal 26 Mei 2014. Oke baiklah, saya tidak akan pernah melupakan kejadian hari itu. Kenapa bisa? Tepat pada hari terakhir pertemuan PIO, diadakanlah sebuah KUIS! Hmm.. dan mau tau apa yang terjadi? Saya sama sekali tidak tahu harus mengisi apa. Banyaknya kesibukan, membuat saya sama sekali tidak belajar pada seminggu sebelumnya dan pada saat malamnya saya berharap saya bisa belajar SKS (Sistem Kebut Semalam).  Lalu apa  lagi yang terjadi? Malamnya teman saya dari luar kota datang ke saya dan dia curhat mengenai masalahnya semalaman full. Saya ulangi, semalaman FULL!! Well, karena menghargai akhirnya saya mendengarkannya sampai pagi. Hingga pagipun masalah bertubi-tubi datang dan tetap membuat saya tidak bisa belajar. That’s why I can’t do my exam well. Tidak, ini semua masalah karena prokstasinasi! Ini semua salah saya. Oh tuhan.. maafkan ketty!

Oke sekian curcolnya, sekarang lanjut kejadian pada hari itu. Hari itu kami melewati kuis dengan rasa yang deg-degan, apalagi saya tentunya yang tidak tau apa-apa! Setelah kuis, kami presentasi per kelompok masing-masing. Apalagi ini? Teman saya tidak ada satupun yang menjadi tutor, dan membuat kami numpang ke kelompok yang lain. Saya sama sekali tidak bisa konsentrasi pada hari itu. Sungguh, saya sama sekali tidak mengerti dengan apa yang dijelaskan mengenai Pengembangan Organisasi saat itu. Pada akhirnya ketika UAS tiba, saya mempelajari kembali mengenai Pengembangan Organisasi!

Let see, dalam suatu organisasi itu banyak tantangannya dan untuk terbaiklah yang tetap bertahan! Terbaik itu seperti apa? Terbaik itu ketika suatu organisasi dapat menghadapi berbagai tantangan baik dari eksternal maupun internal! Organisasi itu harus berubah, ga boleh cuma stuck di situ-situ aja, karena jika perubahan dalam organisasi dikelola secara sistematis, kondisi organisasi tersebut akan menjadi efektif.

Bagaimana caranya? Caranya yaitu dengan proses perubahan yang dimulai dengan pengumpulan data/permasalah organisasi secara sistematis hingga pemilihan solusi yang paling tepat untuk mengatasi permasalahan organisasi atau sering disebut dengan Action Research. Action Research itu sendiri terdiri dari entering and contracting lalu kemudian diagnosis, planning and implementing change, dan yang terakhir adalah evaluatin and instutionalizing.  Awalnya, manajemen perusahaan mengkomunikasikan kepada konsultan OD tentang masalah yang terjadi, lalu kemudian dipaparkanlah permasalahan yang terjadi sehingga konsultan dapat mengumpulkan data, setelah itu sebab permasalahan dapat diketahui lalu kemudian intervensi akan diterapkan dan yang terakhir setelah intervensi dilakukan, dilakukanlah evaluasi respon anggota organisasi terhadap perubahan.

Ya kira-kira seperti itulah alur dari pelajaran yang dapat di ambil dari Pengembangan Organisasi. Intinya, perubahan dilakukan untuk yang terbaik bukan untuk bertujuan yang buruk! Tidak ada manusia yang ingin berubah menjadi yang buruk kan? Salah satunya saya, walaupun  saya sadar nilai PIO saya akan berakhir dengan buruk tapi saya berharap dengan postingan saya yang telat ini, saya masih berharap untuk melakukan perubahan nilai saya menjadi yang lebih baik! Agak gak nyambung sih, but better late than never right? :D

Regards,
Nyi Ajeng Ketty
1602011040

0 komentar:

Posting Komentar