Dear guys,
Sebenarnya postingan ini sangat telat dan udah basi!
But,
quotes said “better late than never” so I try to do that!
Jadi ketika saya menulis postingan ini, saya mengingat
kejadian sekitar beberapa minggu yang lalu, sekitar tanggal 26 Mei 2014. Oke
baiklah, saya tidak akan pernah melupakan kejadian hari itu. Kenapa bisa? Tepat
pada hari terakhir pertemuan PIO, diadakanlah sebuah KUIS! Hmm.. dan mau tau
apa yang terjadi? Saya sama sekali tidak tahu harus mengisi apa. Banyaknya
kesibukan, membuat saya sama sekali tidak belajar pada seminggu sebelumnya dan
pada saat malamnya saya berharap saya bisa belajar SKS (Sistem Kebut Semalam). Lalu apa lagi yang terjadi? Malamnya teman saya dari
luar kota datang ke saya dan dia curhat mengenai masalahnya semalaman full. Saya ulangi, semalaman FULL!! Well,
karena menghargai akhirnya saya mendengarkannya sampai pagi. Hingga pagipun masalah bertubi-tubi datang dan tetap
membuat saya tidak bisa belajar. That’s why I can’t do my exam well. Tidak, ini
semua masalah karena prokstasinasi! Ini semua salah saya. Oh tuhan.. maafkan ketty!
Oke sekian curcolnya, sekarang lanjut kejadian pada hari
itu. Hari itu kami melewati kuis dengan rasa yang deg-degan, apalagi saya
tentunya yang tidak tau apa-apa! Setelah kuis, kami presentasi per kelompok
masing-masing. Apalagi ini? Teman saya tidak ada satupun yang menjadi tutor,
dan membuat kami numpang ke kelompok yang lain. Saya sama sekali tidak bisa
konsentrasi pada hari itu. Sungguh, saya sama sekali tidak mengerti dengan apa
yang dijelaskan mengenai Pengembangan Organisasi saat itu. Pada akhirnya ketika
UAS tiba, saya mempelajari kembali mengenai Pengembangan Organisasi!
Let see, dalam suatu organisasi itu banyak tantangannya dan
untuk terbaiklah yang tetap bertahan! Terbaik itu seperti apa? Terbaik itu
ketika suatu organisasi dapat menghadapi berbagai tantangan baik dari eksternal
maupun internal! Organisasi itu harus berubah, ga boleh cuma stuck di situ-situ
aja, karena jika perubahan dalam organisasi dikelola secara sistematis, kondisi
organisasi tersebut akan menjadi efektif.
Bagaimana caranya? Caranya yaitu dengan proses perubahan
yang dimulai dengan pengumpulan data/permasalah organisasi secara sistematis
hingga pemilihan solusi yang paling tepat untuk mengatasi permasalahan
organisasi atau sering disebut dengan Action Research. Action Research itu
sendiri terdiri dari entering and contracting lalu kemudian diagnosis, planning
and implementing change, dan yang terakhir adalah evaluatin and instutionalizing.
Awalnya, manajemen perusahaan
mengkomunikasikan kepada konsultan OD tentang masalah yang terjadi, lalu
kemudian dipaparkanlah permasalahan yang terjadi sehingga konsultan dapat
mengumpulkan data, setelah itu sebab permasalahan dapat diketahui lalu kemudian
intervensi akan diterapkan dan yang terakhir setelah intervensi dilakukan,
dilakukanlah evaluasi respon anggota organisasi terhadap perubahan.
Ya kira-kira seperti itulah alur dari pelajaran yang dapat
di ambil dari Pengembangan Organisasi. Intinya, perubahan dilakukan untuk yang
terbaik bukan untuk bertujuan yang buruk! Tidak ada manusia yang ingin berubah
menjadi yang buruk kan? Salah satunya saya, walaupun saya sadar nilai PIO saya akan berakhir dengan
buruk tapi saya berharap dengan postingan saya yang telat ini, saya masih
berharap untuk melakukan perubahan nilai saya menjadi yang lebih baik! Agak gak
nyambung sih, but better late than never right? :D
Regards,
Nyi Ajeng Ketty
1602011040






0 komentar:
Posting Komentar