Setelah hampir sudah
tidak menulis blog lagi untuk mata kuliah Psikologi Industri dan Organisasi
akhirnya saya mencoba menulis diblog ini. Beruntung mba Nuri sebagai dosen pengampu
mata kuliah Psikologi Industri dan Organisasi masih memberikan kesempatan untuk
dapat menulis di blog. Saya akan mencoba curhat apa yang saya rasakan waktu
menjalani kuliah Psikologi Industri dan Organisasi.
Kesan saya pada judul
kuliah Motivasi Kerja dan Desain kerja kurang saat membangitkan mood saya pada
watu itu. Sebenarnya pada waktu itu saya memang sedang dalam keadaan tidak mood
untuk kuliah. Alasannya kenapa saya tidak mood, sebenarnya saya tidak tahu
pasti kenapa, kalau memang harus dicari alasannya menurut saya mungkin hanya
kata malas yang tepat untuk dijadikan alasan,
Karena hal di atas
tentu saja saya jadi terhambat dalam judul kuliah ini. Hambatan tersebut tidak
lain tidak bukan berasal dari diri saya sendiri. Karena mood saya yang sedang
tidak ingin melakukan apa-apa sehingga saya terhambat dalam memahami judul
kuliah tersebut. Karena hambatan tersebut hampir sebagian lebih dari judul
kuliah Motivasi dan Desain Kerja yang tidak saya mengerti.
Namun
dengan mengesampingkan hambatan yang saya peroleh saya tetap mencoba
menceritakan apa yang saya dapat dalam kuliah Motivasi Kerja dan Desain Kerja.
Motivasi kerja adalah = proses yang mengarahkan intensitas (intensity), arah (direction), dan ketekunan (persistence)
usaha individu untuk mencapai tujuan organisasi. Pada motivasi kerja terdapat
beberapa teori yang dipelajari, ada teori Keadilan, teori Pengharapan, teori dua
faktor Herzberg, teori Job
Characteristics model, dan teori desain jabatan. Dari berbagai macam teori
yang dipelajari pada waktu itu yang saya sangat pahami adalah teori Keadilan (Equity Theory). Teori ini menyatakan
bahwa karyawan termotivasi oleh keinginan untuk diperlakukan adil. Yang
dimaksud adil adil adalah kualifikasi yang diberikan & energi yang
dikeluarkan (input) setara dengan
gaji, pengakuan, benefit, tugas yang menantang, dan sebagainya (outcome). Ketidakadilan dirasakan dalam
dua hal ketidakadilan karena digaji
kurang (inequity underpayment) dan ketidakadilan
karena digaji lebih (inequity overpayment).






0 komentar:
Posting Komentar