Minggu, 15 Juni 2014

CURHATAN KULIAH PSIKOLOGI INDUSTRI & ORGANISASI MOTIVASI KERJA DAN DESAIN KERJA


Setelah hampir sudah tidak menulis blog lagi untuk mata kuliah Psikologi Industri dan Organisasi akhirnya saya mencoba menulis diblog ini. Beruntung mba Nuri sebagai dosen pengampu mata kuliah Psikologi Industri dan Organisasi masih memberikan kesempatan untuk dapat menulis di blog. Saya akan mencoba curhat apa yang saya rasakan waktu menjalani kuliah Psikologi Industri dan Organisasi.

Kesan saya pada judul kuliah Motivasi Kerja dan Desain kerja kurang saat membangitkan mood saya pada watu itu. Sebenarnya pada waktu itu saya memang sedang dalam keadaan tidak mood untuk kuliah. Alasannya kenapa saya tidak mood, sebenarnya saya tidak tahu pasti kenapa, kalau memang harus dicari alasannya menurut saya mungkin hanya kata malas yang tepat untuk dijadikan alasan,
Karena hal di atas tentu saja saya jadi terhambat dalam judul kuliah ini. Hambatan tersebut tidak lain tidak bukan berasal dari diri saya sendiri. Karena mood saya yang sedang tidak ingin melakukan apa-apa sehingga saya terhambat dalam memahami judul kuliah tersebut. Karena hambatan tersebut hampir sebagian lebih dari judul kuliah Motivasi dan Desain Kerja yang tidak saya mengerti.
            Namun dengan mengesampingkan hambatan yang saya peroleh saya tetap mencoba menceritakan apa yang saya dapat dalam kuliah Motivasi Kerja dan Desain Kerja. Motivasi kerja adalah = proses yang mengarahkan intensitas (intensity), arah (direction), dan ketekunan (persistence) usaha individu untuk mencapai tujuan organisasi. Pada motivasi kerja terdapat beberapa teori yang dipelajari, ada teori Keadilan, teori Pengharapan, teori dua faktor Herzberg, teori Job Characteristics model, dan teori desain jabatan. Dari berbagai macam teori yang dipelajari pada waktu itu yang saya sangat pahami adalah teori Keadilan (Equity Theory). Teori ini menyatakan bahwa karyawan termotivasi oleh keinginan untuk diperlakukan adil. Yang dimaksud adil adil adalah kualifikasi yang diberikan & energi yang dikeluarkan (input) setara dengan gaji, pengakuan, benefit, tugas yang menantang, dan sebagainya (outcome). Ketidakadilan dirasakan dalam dua hal  ketidakadilan karena digaji kurang (inequity underpayment) dan ketidakadilan karena digaji lebih (inequity overpayment).

0 komentar:

Posting Komentar