Jumat, 18 April 2014

Penilaian Kinerja


Bismillahirrahmanirrahim…

Alhamdulillah kelas PIO kemarin berjalan dengan baik, akan tetapi saya merasa agak sedikit lelah mengikutinya dikarenakan ini pertama kalinya saya ikut kelas PIO di kelas A yang berlangsung pada kamis siang hingga sore. Awalnya saya mengikuti kelas PIO di kelas B yang berlangsung pada senin pagi, mungkin karena masih penyesuaian jadwal baru ini saya sedikit lelah untuk mengikuti kelas kemarin.

Hambatan yang saya rasakan hari ini adalah karena jadwal baru tadi yang saya sebutkan, sehingga saya juga mengenal lebih awal lagi bagaimana cara belajar teman-teman dikelas A, bagaimana interaksi-interaksi yang terjadi, sistem belajar yang baru juga untuk kelas PIO setelah UTS, saya juga akhirnya untuk pertemuan kali ini masuk kedalam kelompok sementara karena saya belum masuk sebagai anggota mana pun. Tetapi karena saya juga sudah banyak mengenal beberapa teman dikelas ini Alhamdulillah saya bisa mengikuti kelas dengan baik.

Untuk pertemuan kelas PIO setelah UTS ini sedikit berbeda dari sebelumnya, kita dibagi jadi beberapa kelompok kemudian salah satu dari anggota kelompok akan menjelaskan materi disetiap pertemuan secara bergantian. Menurut saya metode ini cukup baik, selain interaksinya lebih ringan karena sesame teman yang menjelaskan, saya dan teman yang lain pun menjadi lebih sering bertanya jika ada yang tidak dimengerti. Penjelasan dan pemberian contohnya juga lebih ringan dan mudah dimengerti. Namun metode belajar seperti ini sangat tergantung dengan kualitas pemahaman mahasiswa yang akan menjelaskan.

Kemarin saya dijelaskan tentang penilaian kinerja, agar bisa mencapai tujuan dengan baik dalam suatu organisasi atau perusahaan harus mengetahui posisinya. Oleh karena itu evaluasi kinerja sangat penting dilakukan agar para pegawai bisa menerima feedback dari kinerjanya dan bisa meningkatkan motivasi dalam bekerja. Untuk melakukan penilaian kinerja ada beberapa hal yang harus dipersiapkan yaitu, kriteria/standar keberhasilan, metode pengukuran, dan subjek penilai.

Kriteria kinerja dibagi menjadi dua yaitu kriteria objektif dan kriteria subjektif. Kriteria objektif dilakukan untuk mengukur kinerja pegawai dalam aspek kuantitatif seperti jumlah barang yang diproduksi, jumlah keterlibatan pegawai, jumlah pekerjaan yang diselesaikan, dll. Sedangkan kinerja subjektif dilakukan untuk mengukur aspek kualitatif seperti potensi, kompetensi, pengetahuan, dll. Untuk menyusun kriteria  penilaian kinerja objektif harus dibuat terlebih dahulu key performance indicator (KPI) yaitu penjabaran secara spesifik apa saja yang harus dilakukan oleh karyawan pada profesinya. Dan untuk menyusun kriteria penilaian kinerja subjektif tentukan dulu kompetensi yang bisa dilihat pada kamus kompetensi.

Metode penilaian kinerja dibagi menjadi dua yaitu secara komparatif dan individu. Metode komperatif ialah metode menilai kinerja karyawan dengan membandingkan karyawan tersebut dengan karyawan lainnya. Ada tiga cara membandingkan kinerja karyawan yaitu ranking, paired comparison, dan force distribution. Metode individu ialah metode menilai kinerja karyawan dengan tidak membandingkan karyawan tersebut dengan karyawan lainnya. Ada dua cara untuk metode individu yaitu rating scale dan checklist.

Setelah penilaian kinerja karyawan dilakukan dan kita sudah mendapatkan hasilnya, langkah selanjutnya ialah mengambil keputusan karyawan tersebut masuk kedalam kategori pengembangan kinerja yang mana. Kemudian keputusan tersebut diberitahukan kepada karyawan yang bersangkutan dan tentukan langkah pengembangan kinerja selanjutnya, bisa berupa memberi bonus, kenaikan gaji, kenaikan pangkat/jabatan, menyarankan mengikuti training, dll.

Kesalahan dalam proses penilaian kinerja bisa bersumber dari alat atau subjek penilainya. Bisa saja alat yang digunakan rendah validitasnya, pembobotan yang tidak sesuai, dll. Bisa juga berasal dari subjek penilainya misalnya ketidaksiapan penilai atau sikap subjektivitas penilaian.

Sekian dulu tulisan saya di blog mengenai kelas PIO yang sudah saya lewati, dan saya akan menulis lagi untuk pertemuan berikutnya.

Terima kasih,
Yustika Hasanah Saridewi

0 komentar:

Posting Komentar