Bismillahirrahmanirrahim…
Alhamdulillah kelas PIO
kemarin berjalan dengan baik, akan tetapi saya merasa agak sedikit lelah
mengikutinya dikarenakan ini pertama kalinya saya ikut kelas PIO di kelas A
yang berlangsung pada kamis siang hingga sore. Awalnya saya mengikuti kelas PIO
di kelas B yang berlangsung pada senin pagi, mungkin karena masih penyesuaian
jadwal baru ini saya sedikit lelah untuk mengikuti kelas kemarin.
Hambatan yang saya
rasakan hari ini adalah karena jadwal baru tadi yang saya sebutkan, sehingga
saya juga mengenal lebih awal lagi bagaimana cara belajar teman-teman dikelas
A, bagaimana interaksi-interaksi yang terjadi, sistem belajar yang baru juga
untuk kelas PIO setelah UTS, saya juga akhirnya untuk pertemuan kali ini masuk
kedalam kelompok sementara karena saya belum masuk sebagai anggota mana pun. Tetapi
karena saya juga sudah banyak mengenal beberapa teman dikelas ini Alhamdulillah
saya bisa mengikuti kelas dengan baik.
Untuk pertemuan kelas
PIO setelah UTS ini sedikit berbeda dari sebelumnya, kita dibagi jadi beberapa
kelompok kemudian salah satu dari anggota kelompok akan menjelaskan materi
disetiap pertemuan secara bergantian. Menurut saya metode ini cukup baik,
selain interaksinya lebih ringan karena sesame teman yang menjelaskan, saya dan
teman yang lain pun menjadi lebih sering bertanya jika ada yang tidak
dimengerti. Penjelasan dan pemberian contohnya juga lebih ringan dan mudah
dimengerti. Namun metode belajar seperti ini sangat tergantung dengan kualitas
pemahaman mahasiswa yang akan menjelaskan.
Kemarin saya dijelaskan
tentang penilaian kinerja, agar bisa mencapai tujuan dengan baik dalam suatu
organisasi atau perusahaan harus mengetahui posisinya. Oleh karena itu evaluasi
kinerja sangat penting dilakukan agar para pegawai bisa menerima feedback dari kinerjanya dan bisa
meningkatkan motivasi dalam bekerja. Untuk melakukan penilaian kinerja ada
beberapa hal yang harus dipersiapkan yaitu, kriteria/standar keberhasilan,
metode pengukuran, dan subjek penilai.
Kriteria kinerja dibagi
menjadi dua yaitu kriteria objektif dan kriteria subjektif. Kriteria objektif
dilakukan untuk mengukur kinerja pegawai dalam aspek kuantitatif seperti jumlah
barang yang diproduksi, jumlah keterlibatan pegawai, jumlah pekerjaan yang diselesaikan,
dll. Sedangkan kinerja subjektif dilakukan untuk mengukur aspek kualitatif
seperti potensi, kompetensi, pengetahuan, dll. Untuk menyusun kriteria penilaian kinerja objektif harus dibuat
terlebih dahulu key performance indicator
(KPI) yaitu penjabaran secara spesifik apa saja yang harus dilakukan oleh
karyawan pada profesinya. Dan untuk menyusun kriteria penilaian kinerja
subjektif tentukan dulu kompetensi yang bisa dilihat pada kamus kompetensi.
Metode penilaian
kinerja dibagi menjadi dua yaitu secara komparatif dan individu. Metode komperatif
ialah metode menilai kinerja karyawan dengan membandingkan karyawan tersebut
dengan karyawan lainnya. Ada tiga cara membandingkan kinerja karyawan yaitu ranking, paired comparison, dan force distribution. Metode individu ialah
metode menilai kinerja karyawan dengan tidak membandingkan karyawan tersebut
dengan karyawan lainnya. Ada dua cara untuk metode individu yaitu rating scale dan checklist.
Setelah penilaian
kinerja karyawan dilakukan dan kita sudah mendapatkan hasilnya, langkah
selanjutnya ialah mengambil keputusan karyawan tersebut masuk kedalam kategori
pengembangan kinerja yang mana. Kemudian keputusan tersebut diberitahukan
kepada karyawan yang bersangkutan dan tentukan langkah pengembangan kinerja
selanjutnya, bisa berupa memberi bonus, kenaikan gaji, kenaikan
pangkat/jabatan, menyarankan mengikuti training,
dll.
Kesalahan dalam proses
penilaian kinerja bisa bersumber dari alat atau subjek penilainya. Bisa saja
alat yang digunakan rendah validitasnya, pembobotan yang tidak sesuai, dll. Bisa
juga berasal dari subjek penilainya misalnya ketidaksiapan penilai atau sikap
subjektivitas penilaian.
Sekian dulu tulisan
saya di blog mengenai kelas PIO yang sudah saya lewati, dan saya akan menulis
lagi untuk pertemuan berikutnya.
Terima kasih,
Yustika Hasanah
Saridewi






0 komentar:
Posting Komentar