Assalammualaiku Wr.Wb
Happy Long Weeekend everyone (^_^)
Di hari sabtu ini saya akan share tentang bagaimana penerapan ilmu psikologi dalam bidang Perusahaan, Industri, dan Organisasi (PIO). Tapi sebelum itu, saya akan sedikit cerita tentang metode belajar dengan sistem enactive learning. Metode ini mendorong kita untuk aktif belajar dan merasakan secara langsung ilmu yang sedang kita pelajari. Alasannya si.. simple yaitu, agar lebih berkesan dan materi yang diperoleh dapat bertahan lebih lama dalam memori serta lebih memahami.
Mau tau cara belajar kita dikelas...???
Okey jadi, hal pertama yang dilakukan adalah membagi semua mahasiswa dalam kelompok-kelompok kecil dengan jumlah kelompok sesuai dengan jumlah materi yang akan dibahas setiap pertemuannya. Setelah itu, tiap anggota kelompok mendapatkan satu materi yang akan dipersentasikan didalam kelompoknya sesuai jadwal yang sudah ditentukan. Terakhir, sebelum mahasiswa menjadi tutor di dalam kelompok untuk mempresentasikan materi yang dibawakan, mahasiswa tersebut mendapatkan private-class dari dosen untuk membahas materi tersebut agar lebih siap mentutor teman sekelompoknya. Metode ini efektif bagi teman-teman yang segan bertanya ke pada dosen dan kurang nyaman dengan gaya mengajar dosen. Nah kalau teman yang mengajar di kelas pasti gak segan untuk bertanya dan gaya ngajarnya sesuai dengan kita.
Hambatan dalam metode belajar seperti ini bergantung pada mahasiswa yang menjadi tutor seperti: penguasaan materi, kesiapan membawaka materi, kemampuan memberikan contoh, kemampuan berkomunikasi, kemampuan menjawab pertanya dan tutor harus mampu menarik minat teman sekelompoknya agar memperhatikan materi yang sedang dipersentasikan. Hal-hal seperti ini dapat diminimalkan saat privet-class. Cara untuk mengetahui materi dipahami atau tidak di akhir kelas diadakan quis.
Now, It's time to the result of my class last thursday.
"PENILAIAN KERJA"
Setiap perusahaan atau organisasi terdapat Sistem Manajemen Kerja (SMK) yang berfungsi mengevaluasi kinerja indvidu dalam perusahaan atau organisasi tersebut. Cara untuk mengevaluasinya yaitu dengan melakukan penilaian kerja (Performance Appraisal). Cara penilaian kerja ada tiga yaitu:
1. Kriteria/standar keberhasilan kinerja
a) Kriteria objektif: seperti menilai jumlah barang yang terjual, jumlah waktu dalam bekerja,
jumlah respon/keluhan, dan jumlah keterlibatan dalam pekerjaan tersebut (aspek kuantitatif).
b) Kriteria subjektif: menilai potensi, minat, keahlian, pengetahuan, dan kemampuan individu
(aspek kualitatif)
2. Metode Penilaian
a) Metode komparatif: kinerja individu dibandingkan dengan individu yang lain
1. Ranking: kinerja indvidu diberikan peringkat dari yang terbaik sampai yang terburuk
2. Pengelompokkan (Forced Distribution): klasifikasi yang dibuat melalui kurva normal
3. Perbandingan dengan pegawai yang lain (Paired Comparison): metode ini melakukan
perbandingan setiap pegawai dengan pegawai yang lain. Pegawai yang terbaik memiliki
jumlah penilaian yang terbaik. metode ini memiliki kelemahan yaitu waktu yang
dibutuhkan untuk menilai lebih lama dan data yang dihasilkan sangat banyak
b) Metode individu: tidak dilakukan perbandingan dengan individu yang lain.
1. Rating scale: Penilaian menggunakan skala
2. Cheklist: Penilaian berdasarkan pada suatu standar kerja yang sudah dideskripsikan
3. Subjek Penilai
Penilain yang objektif bergantung pada kesiapan subjek penilai dan subjektivitas penilai.
Macam-macam subjektivitas penilai:
a) Hallo effect d) Assimilitalion and differntial effect
b) Lineciency & Severity effect e) First Impression
c) Central tendency f) Recency effect
Wassalamualaikum Wr. Wb.
By:
Chafira De Nada






0 komentar:
Posting Komentar