Jumat, 25 April 2014

Komunikasi dalam Organisasi (24-04-2014)

Hai guysss, ketemu lagi nih sama saya. Hmmmm, kayanya baru aja kemaren saya nulis blog, dan sekarang harus menulis lagi. Tapi it's okelah yaaa, hahahha. by the way, hari Kamis baru aja belajar PIO dan materinya adalah komunikasi dalam organisasi. Kemaren itu, yang membawakan materi adalah teman saya yang bernama Shahnaz Roellyana. Sejauh ini sih menurut saya metode diskusi/belajar kelompok ini sih efektif banget, karna saya ngerasa lebih paham apabila diajarin sama teman sendiri.
Dalam proses diskusi kali ini saya cukup banyak mendapatkan hambatan nih. Yang pertama hambatannya adalah pada hari Kamis ini saya lagi ga enak badan karna abis beres-beres rumah (curcol dikit ya guys), dan yang kedua adalah karna ruang kelas yang berisik jadi saya kurang konsentrasi dalam menyerap materi yang diberikan.
Okeee, kita mulai pada pembahasan aja ya guys. Kemaren itu saya abis belajar materi tentang komunikasi dalam organisasi. Komunikasi itu sendiri menurut saya adalah proses penyampaian makna yang bisa saja meliputi proses menjelaskan, mendengarkan, dan memahami apa yang diakatakan oleh pengirim pesan. Dalam komunikasi juga terdapat prosesnya looh, yang paling penting itu dalam komunikasi itu harus ada pengirim pesan, nah si pengirim pesan itu harus mengolah terlebih dahulu pesan apa yang ingin disampaikan, lalu dengan media apa dia ingin menyampaikan pesannya. Hmmm, kalau ada pengirim pesan pasti juga harus ada penerima pesannya kan, melalui media tadi pesan diterima oleh penerima pesan, selanjutnya penerima melakukan pemaknaan dari isi pesan yang disampaikan. Setelah pemaknaan pesan, penerima pesan bisa langsung memberikan feedbeck atau tidak. Komunikasi dikatakan efektif apabila pesan yang disampaikan sama dengan pesan yang diterima.
Pada tulisan di atas kan udah dibahas tuh proses komunikasi ada apa aja. Nah sekarang kita bahas jenis komunikasi ya guys. Jenis komunikasi itu ada 3, yaitu: verbal (kekuatan dari verbal adalah pesan yang disampaikan cepat sampai dan bisa langsung mendapatkan feedback), written (kekuatan written itu bisa menjadi bukti tertulis dan bisa berhati-hati dalam menyampaikan isi pesan), dan non-verbal (perasaan dan emosi bisa lebih cepat tersampaikan). Dalam komunikasi juga ga selamanya berjalan dengan lancar loh guys, bisa dibilang miscommunication (pasti udah pada ngerti kan?). Dalam miscommunication ini ada tiga bagian yaitu: pesan yang hilang, pesan yang menyimpang, dan pesan yang ditolak.
Duuhhh, kayanya cukup sampai di sini dulu deh nulisnya. Soalnya udah bingung mau nulis apa lagi nih. Jangan kangen sama tulisan saya ya, sampai jumpa di minggu depan. 


Annisa Rosni Zusya

0 komentar:

Posting Komentar