Hai
guysss, ketemu lagi nih sama saya. Hmmmm, kayanya baru aja kemaren saya nulis
blog, dan sekarang harus menulis lagi. Tapi it's okelah yaaa, hahahha. by the
way, hari Kamis baru aja belajar PIO dan materinya adalah komunikasi dalam
organisasi. Kemaren itu, yang membawakan materi adalah teman saya yang bernama
Shahnaz Roellyana. Sejauh ini sih menurut saya metode diskusi/belajar kelompok ini sih
efektif banget, karna saya ngerasa lebih paham apabila diajarin sama teman
sendiri.
Dalam
proses diskusi kali ini saya cukup banyak mendapatkan hambatan nih. Yang pertama
hambatannya adalah pada hari Kamis ini saya lagi ga enak badan karna abis
beres-beres rumah (curcol dikit ya guys), dan yang kedua adalah karna ruang
kelas yang berisik jadi saya kurang konsentrasi dalam menyerap materi yang
diberikan.
Okeee,
kita mulai pada pembahasan aja ya guys. Kemaren itu saya abis belajar materi
tentang komunikasi dalam organisasi. Komunikasi itu sendiri menurut saya adalah
proses penyampaian makna yang bisa saja meliputi proses menjelaskan,
mendengarkan, dan memahami apa yang diakatakan oleh pengirim pesan. Dalam
komunikasi juga terdapat prosesnya looh, yang paling penting itu dalam
komunikasi itu harus ada pengirim pesan, nah si pengirim pesan itu harus
mengolah terlebih dahulu pesan apa yang ingin disampaikan, lalu dengan media
apa dia ingin menyampaikan pesannya. Hmmm, kalau ada pengirim pesan pasti juga
harus ada penerima pesannya kan, melalui media tadi pesan diterima oleh
penerima pesan, selanjutnya penerima melakukan pemaknaan dari isi pesan yang
disampaikan. Setelah pemaknaan pesan, penerima pesan bisa langsung memberikan
feedbeck atau tidak. Komunikasi dikatakan efektif apabila pesan yang
disampaikan sama dengan pesan yang diterima.
Pada
tulisan di atas kan udah dibahas tuh proses komunikasi ada apa aja. Nah
sekarang kita bahas jenis komunikasi ya guys. Jenis komunikasi itu ada 3,
yaitu: verbal (kekuatan dari verbal adalah pesan yang disampaikan cepat sampai
dan bisa langsung mendapatkan feedback), written
(kekuatan written itu bisa menjadi bukti tertulis dan bisa berhati-hati dalam
menyampaikan isi pesan), dan non-verbal (perasaan dan emosi bisa lebih cepat
tersampaikan). Dalam komunikasi juga ga selamanya berjalan dengan lancar loh
guys, bisa dibilang miscommunication
(pasti udah pada ngerti kan?). Dalam miscommunication
ini ada tiga bagian yaitu: pesan yang hilang, pesan yang menyimpang, dan pesan
yang ditolak.
Duuhhh,
kayanya cukup sampai di sini dulu deh nulisnya. Soalnya udah bingung mau nulis apa lagi
nih. Jangan kangen sama tulisan saya ya, sampai jumpa di minggu depan.
Annisa
Rosni Zusya






0 komentar:
Posting Komentar