Minggu, 20 April 2014

Penilaian Kinerja

Assalammualaikum Wr.Wb

Pada kesempatan kali ini saya mau cerita tentang pengalaman metode kuliah yang baru di terapin di mata kuliah psikologi indusri dan organisasi semester ini. kuliah metode ini dimulai tanggal 17 april dan metode yang digunakan bisa di bilang enactive learning atau mahasiswa belajar secara langsung ilmu yang di dapat dan lebih aktif dalam perkuliahan. untuk materi kuliah ini di bagi dalam beberapa bab dan di setiap babnya ada tutor bagi setiap kelompok, tutor itu sendiri adalah anggota kelompok namun berganti setiap minggunya dan saya kebagian yang pertama. 

Bingung sih pertamanya harus kaya gimana takut teman - teman engga ngerti dengan materi yang saya sampaikan tapi pada akhirnya pede aja lakuin sebisa mungkin alhamdulillah anggota kelompok yang lain pada ngerti. selamatlah tugas menjadi tutor pada hari ini. Hambatan hari ini engga terlalu banyak cuma ada beberapa lupa tentang penjelasan yang ingin disampaiakan. 

Untuk materi kuliah bab ini mengenai penilaian kinerja nya ada beberapa nih yang bisa di ringkas sebagai berikut : 
Penilaian kinerja atau performance apraisal (PA) Merupakan proses yang digunakan untuk mengevaluasi kinerja individu dalam organisasi. 

 Cara melakukan PA dilakukan dengan 3 bagian yaitu : 
 - Kriteria/standar keberhasilan kerja 
 - Metode pengkuran 
 - Subjek penilai 

 Kriteria Kinerja ada 2 bagian yang bisa di lihat : 
 - Kriteria objektif : aspek kuantitatif kinerja (jumlah barang yang diproduksi, jumlah penjualan, dll.) 
 - Kriteria subjetif : potensi/kompetensi/pengetahuan/keahlian 

 Metode Pengukuran yang bisa di pakai adalah : 
 -Metode Komparatif : kinerja individu dibandingkan dengan individu lain. dilakukan dengan beberapa cara,   antara lain pemeringkatan (ranking), perbandingan berpasangan (paired comparison), 
  dan pengelompokan pada klasifikasi yang sudah ditentukan (forced distribution) 
 -Metode individu : kinerja individu tidak dibandingkan dengan individu lain. dengan cara checklist atau rating 

 Hasil Penilaian Kinerja bisa di pakai untuk : 
 - pengambilan keputusan untuk pengembangan kinerja selanjutnya 
 - mengkomunikasikan hasil penilaian kinerja kepada karyawan dan langkah pengembangan kinerja
 - hasil dari penilaian kinerja disampaikan ke karyawan guna memotivasi kinerja 

Kesalahan dalam proses penilaian kerja :  
- Alat penilai kerja : validitas rendah, standar penilaian tidak realistis, penilaian tidak sesuai profil pekerjaan 
- Penilai kinerja : hello effect, liniency and saverity effect, central effect, assimilation and differential effect
   first impression error, recency effect.

Sekian untuk kesempatan kali ini

Wassalamualaikum. wr. wb
Fikri Kuswardiyanto

0 komentar:

Posting Komentar