Saya sangat senang mengikuti kelas PIO hari ini karena hari ini metode yang digunakan untuk mengajar berbeda, saya paham jika dijelaskan dengan teman saya. tetapi saya lebih senang jika dijelaskan kelompok besar (satu kelas) saja, jangan kelompok kecil. karena dikelas menjadi berisik ketika banyak kelompok-kelompok kecil yang sedang menjelaskan.
Hambatan yang saya rasakan adalah saya sedang tidak enak badan. badan saya sedang pegal-pegal sehingga kadang saya sulit memahami materi. Perkuliahan juga dimulai telat dikarenakan ada tutor untuk presenter materi kuliah.
Hari ini saya belajar penilaian kerja. Peniliaian kerja adalah proses untuk mengukur prestasi kerja pegawai berdasarkan sistem/ peraturan yang
telah ditetapkan, dengan cara membandingkan sasaran/ hasil kerjanya dengan standar pekerjaan yang
telah ditetapkan. Cara untuk melakukannya ialah dengan pertama-tama kita harus menentukan kriteria/ standar keberhasilan kinerja. Kedua, metode pengukuran. Dan yang terakhir ialah subjek penilai. Kriteria keberhasilan kinerja terbagi dua bagian, yaitu objektif (bersifat kuantitatif, misal: jumlah barang yang dibeli) dan subjektif (apa yang ada didalam individu/kompetensi/keahlian). Metode penilaian kerja dibagi menjadi dua, yaitu komparatif (yaitu dengan membandingkan kinerja individu dengan individu lain; didalam komparatif ada ranking, paired comparison, dan force distribution) dan individu (tidak membandingkan dengan individu lain tetapi menggunakan; rating scale dan checklist). Sedangkan cara menyusun kriteria penilaian kerja terbagi menjadi dua; objektif (membuat job desc --> area kinerja --> KPI) dan subjektif (menentukan potensi/kompetensi untuk melihat kinerja). Tetapi, itu tidak cukup untuk melakukan penilaian kinerja jika hanya menggunakan objektif/subjektif saja. Maka dari itu disarankan untuk menggunakan skor total penilaian; yaitu dengan rumus skor KPI (objektif) + skor kompetensi (subjektif). Biasanya diberikan bobot yang berbeda pada kedua skor (misal: 60% untuk penilaian objektif, dan 40% untuk penilaian subjektif). Bobot ini ditentukan bebas oleh perusahaan sesuai dengan kebutuhan dan tujuan. Jika sudah mendapatkan skor total, skor diklasifikasikan kedalam suatu kriteria (poor, average, good, or outstanding performace). Ini berguna untuk mengetahui kinerja dan memudahkan kita memberikan bonus yang pantas untuk individu. Dan mempermudah untuk memberikan training yang tepat untuk meningkatkan skill atau untuk mempertahankan skill individu.
PUTRI AISYAH






0 komentar:
Posting Komentar