Senin 14 April 2014,
hari dimana kita melaksanakan kuliah dengan metode terbaru. Ini merupakan pertemuan
kedua mata kuliah Psikologi Industri dan
OrganisasiI setelah UTS. Metodenya adalah dengan membentuk sebuah kelompok
yang terdiri dari 5-6 orang, setiap pertemuan perkuliahan mahasiswa diminta
untuk bisa menjadi pemberi materi untuk kelompoknya dengan pembekalan materi
atau tutorial yang diadakan oleh dosen pengampu sebelum kuliah berlangsung dan
dalam setiap pertemuan tersebut mahasiswa memberikan perkuliahan dengan
kelompoknya selama 30-40 menit, evaluasi berupa kuis serta blogging. Bahan dan materi kuliah disiapkan oleh dosen pengampu. Dosen
pengampu memberikan referensi buku sebagai pelengkap bahan materi dan mahasiswa/
presenter tidak diperkenankan untuk
mengurangi bahan materi yang telah ditetapkan. Penerapan metode perkuliahan
dilaksanakan sebagai upaya dosen pengampu untuk memberikan metode perkuliahan
yang lebih baik daripada sebelumnya.
Realisasi terhadap
metode baru dalam perkuliahan ini berjalan dengan cukup baik. Walaupun begitu,
proses ini menemukan beberapa kendala. Kendala yang terjadi antara lain, pemberian
tutorial pada presenter (pemberi
materi) yang baru dilaksanakan 1 jam sebelum perkuliahan berlangsung sehingga presenter tidak maksimal dalam
memberikan penjelasan dalam kelompok karena waktu tutorial yang terbatas,
ketidaksiapan beberapa kelompok untuk menyediakan alat pendukung jalannya
presentasi seperti laptop ataupun handout dan terjadinya perbedaan
pendapat oleh beberapa mahasiswa mengenai presenter
yang memberikan presentasi. Namun, kendala tersebut dapat dijadikan salah
satu bahan evaluasi perkuliahan
metode baru ini pada pertemuan selanjutnya. Selama perkuliahan berlangsung,
dosen pengampu tetap berada didalam kelas. Beliau mengawasi proses perkuliahan
dan memeriksa setiap kelompok untuk memastikan materi yang diberikan dari presenter dapat dipahami oleh para mahasiswa.
Pertemuan pada hari ini
membahas mengenai Penilaian Kinerja
Dalam sebuah perusahaan/organisasi
perlu mengetahui posisi dalam mencapai suatu tujuan dengan dilakukan evaluasi
dengan menggunakan Sistem Manajemen
Kinerja (SMK). Evaluasi ini tidak hanya untuk perusahaan/organisasinya saja
melainkan mengevaluasi kinerja individu/karyawan/pegawai dalam organisasi/
perusahaan tersebut. Hal ini disebut dengan Penilaian Kinerja(performance appraisal). Penilaian kinerja
merupakan proses untuk mengukur prestasi kerja pegawai berdasarkan sistem/
peraturan yang telah ditetapkan, dengan cara membandingkan sasaran/ hasil
kerjanya dengan standar pekerjaan yang telah ditetapkan. Untuk melakukan penilaian
kinerja, ada beberapa hal yang harus kita tentukan antara lain :
- 1. Kriteria/standar keberhasilan kinerja
- Kriteria Objektif à aspek yang diukur berupa aspek kuantitatif kinerja yaitu (jumlah barang yang diproduksi, jumlah penjualan, jumlah waktu, jumlah respon-keluhan/ kepuasan, jumlah keterlibatan, yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan, dll
- Kriteria Subjektif à aspek yang diukur berupa aspek kualitatif individu yaitu potensi/ kompetensi/ pengetahuan/ keahlian/ kemampuan individu
- 2. Metode pengukuran
- Metode Komparatif membandingan kinerja individu dengan individu yang lain dengan cara ranking, paired comparison dan forced distribution.
- Ranking keseluruhan pegawai dalam satu kelompok diurutkan mulai yang terbaik hingga yang terburuk.
- Paired comparison setiap pegawai dibandingkan dengan pegawai lain untuk menentukan siapa yang menjadi pegawai terbaik, lalu pegawai terbaik tersebut merupakan pegawai yang memiliki jumlah angka terbaik dibandingkan dengan pegawai yang lain
- Forced distribution membuat distribusi atau klasifikasi yang telah ditetapkan sebelumnya. Tidak ada satandar dalam kurva sehingga seluruh pegawai dimasukkan dalam kategori/klasifikasi dimana seseorang tersebut termasuk didalamnya
- Metode Individu : tidak membandingkan antar kinerja setiap individu
- Rating/skala : dilakukan oleh seseorang penilai (atasan langsung) secara subjektif dan didasarkan pada suatu skala {kurang(1), cukup(2), sedang(3), baik(4), amat baik(5)}
- Checklist : penilaian yang didasarkan pada suatu strandar unjuk kerja yang sudah dideskripsikan terlebih dahulu, kemudian penilai memeriksa apakah pegawai sudah memenuhi atau melakukannya.
Menyusun
Kriteria Penilaian Kinerja
1) Menyusun kriteria objektif/hasil
Tentukan : Job description à Area Kinerja Utama à
KPI (key performance indicator)
2) Menyusun
kriteria subjektif
Tentukan : Job
description à potensi/komptensi/pengetahuan/keahlian/
kemampuan seperti apa saja yang dibutuhkan untuk seseorang berhasil dalam
pekerjannya
Kesalahan dalam Proses Penilaian Kinerja
Sumber kesalahan
dalam proses penilaian kinerja antara lain :
a)
Alat
penilaian kinerja
· Validitas
rendah --> standar kinerja yang digunakan tidak
mengacu pada jenis pekerjaan yang
dinilai
· Standar
penilaian tidak realistis
· Pembobotan
tidak sesuai profil pekerjaan
b)
Penilaian
kinerja
§ Ketidaksiapan
penilai ( tidak paham cara penilaian kinerja)
§ Subjektivitas
penilai : 1.) hallo effect, 2.) liniency and severity effect, 3.) central
tendency, 4.) assimilation and differential effect, 5.) first impression error,
6.) recency effect
Untuk melihat sejauh mana pemahaman mahasiswa terhadap
materi yang diberikan mengenai materi Penilaian
Kinerja, dosen pengampu memberikan tugas kepada mahasiswa untuk menyusun
kriteria penilaian kinerja dari presenter.
Perkuliahan diakhiri dengan pemberian kuis dari dosen pengampu berupa 5 soal essay
Perkuliahan pada hari ini dengan metode baru menurut saya
cukup baik, cukup membuat saya tidak mengantuk dengan tuntutan tugas dan kuis
disetiap akhir pertemuan dan masih bisa berjalan dengan semestinya walaupunya
terjadi beberapa kendala. Walaupun baru, kedepannya jika sudah terbisa pasti
kita bisa.






0 komentar:
Posting Komentar