Senin, 14 April 2014

PIO 14 April 2014 - Penilaian Kinerja


Assalamualaikum Wr. Wb.
Menurut saya kuliah pio hari ini menyenangkan, karena kuliah hari ini menggunakan metode kuliah yang baru. Kuliah menjadi lebih efektif, karena bisa bertanya langsung pada presenternya jika kurang mengerti. Mungkin karena yang mengajarkan atau presenternya teman sendiri. Jadi tidak malu malu dalam bertanya. Presenternya pun memahami materi dengan baik, serta memberikan contoh contoh yang dapat saya pahami. Menurut saya hambatan yg dirasakan kurang waktu dalam memberikan materi dan kelas yang agak berisik menjadi tidak kondusif dan sulit fokus dalam menerima materi.

Materi pio hari ini adalah tentang penilaian kinerja, penilaian kerja itu sendiri berfungsi untuk mengevaluasi kinerja individu dalam organisasi baik dengan metode objektif ataupun subjektif. Proses penilaian kinerja ini juga bisa disebut dengan performance appraisal. Dalam melakukan penilaian kinerja perlu menentukan kriteria  keberhasilan kinerja, metode pengukuran serta subjek penilai. Pertama adalah kriteria, kriteria dibagi menjadi dua yaitu objektif (aspek kuantitatif seperti jumlah produksi yang dapat dicapai pegawai dalam sehari) dan subjektif (berasal dr diri sendiri seperti kompetensi, keahlian dsb).
Kedua adalah metode yang digunakan, metode komparatif dan individu. Metode komparatif dibandingkan dengan karyawan lain sedangkan metode individu tidak dibandingkan dengan karyawan yang lain. Dalam metode komparatif terdapat beberapa cara yaitu ranking, paired comparison dan forced distribution sedangkan metode individu terdapat rating dan checklist.
Selain itu hari ini juga diajarkan bagaimana menyusun kriteria penilaian kinerja, yaitu dengan KPI (key performance indicator). Metode objektif dengan cara menetukan terlebih dahulu job descriptionnya, lalu area kinerja utama dan key performance indicator. Sedangkan pada metode individu dengan menentukan job descriptionnya lalu kompetensinya. Penilaian pada metode objektif dengan memberikan bobot nilai sedangkan individu dengan menggunakan ceklis.
Setelah didapatkan nilai skornya, kinerja karyawan akan di kelompokkan apakah masuk kedalam poor, average, good atau outstanding performance.
Yang terakhir adalah subjektif penilai, subjektivitas penilai juga dapat menyebabkan kesalahan dalam proses penilaian kinerja. Selain itu alat penilaian kinerja yang tidak valid, standar penilaian yang tidak realistis serta pembobotan tidak sesuai dengan profil pekerjaan juga dapat menyebabkan kesalahan penilaian kinerja.

Walaikumsalam Wr. Wb.
Fitrias Putri, 1602011021

0 komentar:

Posting Komentar