21 April 2014, ada yang tau gak itu hari apa? Hari kartini??? Hmmm..
betul juga sih, pagi itu banyak banget anak kecil yang udah rempong didandanin
sama emaknya buat kartinian, bahkan bukan anak tk aja lohh,,, anak SD sama SMP
juga memperingati hari lahirnya ibu Kartini. Coba mahasiswa juga kayak gitu,
kekampus make baju kebaya dan kondean pasti seru yahh,,, ehh tapi jangan deh
nanti yang ada bukannya kuliah malah ke KUA serombongan hehehehe….
Oke, 24 April 2014 adalah hari Senin yang emang bertepatan
sama hari Kartini, tapi kalau untuk kalangan mahasiswa sendiri sih
memperingatinya cukup dengan mengenang. Seperti biasa matakuliah hari senin
adalah PIO. Dulu tuh sebelum mengenal PIO, yang ada dipikiran saya cuman perusahaan,
gedung tinggi yang di dalamnya ada cowok ganteng masih muda memakai jas, sepatu
mengkilat, tampang charming, dan kekantor make mobil keren menjabat sebagai
eksekutif muda atau paling banter managerlah hahahaha (pikiran FTV banget yaa
:p). dan ternyata setelah saya berkenalan dengan PIO isi kepala saya berubah
menjadi pusing tujuh keliling, mata mual, perut belekan, idung ileran #ehh sory
jadi lebay hehehe… pokoknya awal saya mengenal PIO complicated banget deh,,,
tapi untungnya sekarang udah falling in love sama PIO #sosweet.
Pagi itu saya berangkat jam 07.00 dari rumah di daerah ciledug
menuju cempaka putih dengan modal bawa duit selembar uang biru, perjalanan
cukup lancar meskipun polusi tetap mencekam pernapasan. Saat itu ketika saya
hampir sampai kampus, dari jauh ada seorang pria yang melambaikan tangannya
kearah saya, saya kira dia adalah cowok keren berdasi yang seperti saya
bayangkan tentang PIO, dan ternyata setelah mendekat dengannya dia adalah
seorang pria memakai jas rompi warna hijau mencolok alias polisi hehehe. Pagi yang
apes, ternyata saya kena tilang karena salah jalur, yaa sudah karena saya hanya
punya Surat Izin menikah #ehhh sementara Surat Izin Menyetir saya tidak punya
akhirnya STNK saya disita deh,, tapi tak
apalah yang penting hati saya gak disita hehe. Padahal saya sudah bilang “pak
damai itu indah, dan damai itu 20.000” dengan jurus mata cantik saya tapi
ternyata jurus saya tidak berhasil. Mungkin karena proses komunikasi saya yang
terhambat kali yaa,, ternyata persuasi saya gak tepat sasaran, jadi saya harus
kepengadilan deh nanti. Huftt ….pagi yang cukup membuat semangat saya berkurang
L.
PIO kali ini, saya akan dimentori oleh Isna, gadis cantik,
berkulit putih, tinggi, sering memakai cadar alias masker dan dijuluki kamus
Inggris berjalan kerana kefasihannya dalam bahasa inggris. Dia akan menjelaskan
tentang “Komunikasi Dalam Organisasi”. Masih ingetkan pengertian komunikasi itu
apa? (yang lupa buka lagi slidenya ya J). Dalam berkomunikasi
ada proses-proses yang harus kita lewati terlebih dahulu, diantaranya ada
sender sebagai pengirim pesan yang menyampaikan ide-ide yang ada didalam
kepalanya, setelah ide tersebut diproses, si sender harus menyalurkan ide atau
pesan tersebut dengan menggunakan media kepada penerima, setelah diterima penerima
akan memproses secara kognitif isi dari pesan tersebut sehingga ia dapat
memahaminya dan timbulah sebuah feed back. Terkadang dalam proses komunikasi
itu ada sebuah gangguan yang dapat menyebabkan pesan yang diterima tidak sesuai
dengan pesan yang diberikan. Contohnya seperti kasus saya tadi, ada sebuah ide
dalam pikiran saya untuk berdamai dengan polisi, lalu saya sampaikan ide saya
melalui komunikasi secara langsung, dan sebenernya pak polisi pun dapat memahami informasi
yang saya terima, akan tetapi karena saya lagi apes feed back yang saya
dapatkan tidak sesuai dengan yang saya inginkan. ( betul gak mba nuri contoh
saya? Kalau salah tolong diperbaiki yah hehehe). Komunikasi yang efektif itu
antara pesan yang diterima sesuai dengan pesan yang disampaikan. Jadi kalo yang
pacarannya sering bertengkar coba di cek proses komunikasinya kali aja ada proses
yang terhambat hehehe
Untuk fungsi komunikasi itu sendiri ada banyak, coba di baca
dan dipahami lagi yahh… nah sementara jenis komunikasi itu ada tiga, yaitu
verbal, non verbal, dan written. Untuk verbal merupakan jenis komunikasi secara
langsung, jadi si sender langsung mengutarakan apa yang ada dipikirannya kepada
receiver secara langsung, bisa melalui tatap muka, telpon. Sementara non
verbal lebih kearah gesture tubuh, raut muka, oh yaa dari gambarpun juga bisa,
karena gambar mempunyai cerita yang bisu tapi bermakna, dalam komunikasi non verbal
ini perasaan serta emosi akan lebih cepat tersampaikan, makanya ada sebuah
istilah “biarlah mata berbicara, meskipun mulut berdusta”, kalau untuk
komunikasi written seperti yang kalian baca pada blog saya,
disini-saya-menyampaikan ide melalui sebuah tulisan, meskipun ada tidaknya feed
back itu tetap sebuah proses komunikasi, karena tulisan saya dapat mempengaruhi
kalian (pembaca) mungkin ada yang memahami ada juga yang tidak memahami isi
tulisan saya, ada yang senyum-senyum membacanya ada juga yang flat,
macam-macamlah, tapi saya tidak tahu respon dari kalian (pembaca). jenis
komunikasi written ini akan menjadi sempurna apabila ada feed back dari
pembacanya makanya ayoo berikan komenentar pada blog saya ini!! untuk komentar
terbaik akan mendapat doa dari saya semoga Nilai PIOnya menjadi A+ hehehe. Untuk
contoh lainnya pada komunikasi jenis written bisa saudara baca
petunjuk kali ini:
Bacalah baik-baik 10 fakta berikut:
1.Anda tidak bisa mencuci mata
anda dengan sabun.
2.Anda tidak bisa menghitung
rambut anda.
3.Anda tidak bisa bernafas lewat
hidung, dengan lidah yang sedang terjulur keluar.
4.Anda baru saja mencoba no.3
6.Saat melakukan no.3 anda sadar
itu mungkin, namun anda terlihat seperti anjing.
7.Sekarang anda tersenyum karena
merasa dibodohi.
8.Padahal anda melewati no.5
9. Baru saja anda memeriksa bahwa
memang tidak ada no.5
10.Bagikan ke teman anda, bersenang-senanglah.
Itu hanyalah sebuah tulisan, tapi
dapat mempengaruhi tindakan pembaca,kalau tulisan itu tidak ada maka pembaca tak akan terhipnotis hehehe makanya disebut sebuah komunikasi written.
Nah untuk ruang lingkup dan masalah komunikasi bisa dibaca sendiri ya,, oh yaa
agar komunikasi kita dapat berjalan lancar, kita harus mengetahui gaya-gaya
komunikasi tiap orang. Sebagaimana yang kita tahu gaya komunikasi itu ada
Action, Proses, Idea, People, tiap orang punya gaya komunikasi berbeda. Nah buat
kamu yang punya pacar, gebetan, atau siapalah agar komunikasinya berjalan
lancar perhatikanlah gaya-gaya komunikasi mereka dan juga proses komunikasi itu
sendiri agar isi hati yang ingin kau sampaikan tepat sasaran.
Yups, beginilah ceritaku pada
hari senin, bagaimana dengan ceritamu? dengan modal 50.000 dihari senin saya bisa mendapatkan bensin, makan siang,
jajan, dan pelajaran berharga. Jadi berapa harga untuk kisah hidup di hari senin?
( saya yakin anda dapat menjawab dengan bijak) heheh
Written by : Aida Rahma Ilmiah






Ada hambatan komunikasi yang terjadi di tulisan ini, nih.
BalasHapusNama penulisnya belum disebut n_n
oh iyaa,, lupa disebut,, oke perkenalkan saya aida yang menulis blog ini, semoga tulisannya bermanfaat :)
HapusOiya satu lagi, seumur hidup saya baru tau sekarang kalo hari Kartini tgl 24 April.. :D :D
BalasHapus