Hari
ini tanggal 17 April 2014, saya merasa senang mengikuti kelas PIO. Perkuliahan
pada hari ini kami menggunakan metode baru, metode ini berbeda dari metode
sebelumnya yang dimana dosen yang menjelaskan semua materi. Metode ini kami
diminta untuk membuat sebuah kelompok yang terdiri dari 6 orang. Kemudian setiap
pertemuan salah satu dari kami diminta untuk mempresentasikan sebuah materi
yang sudah ditentukan sebelumnya. Sebelum kami mempresentasikan materi, kami di
tutor terlebih dahulu oleh dosen yang mengajar mata kuliah PIO yang bernama Ibu
Nuri. Dengan metode baru ini saya merasa senang, karena saya dapat lebih
memahami materi yang diberikan, karena yang menjelaskan teman langsung, dan
jika saya tidak memahaminya saya dapat bertanya tanpa harus malu-malu lagi.
Hambatan
yang saya rasakan adalah karena materi PIO ini cukup banyak, waktu yang
diberikan untuk berdiskusi menurut saya cukup singkat. Sehingga presenter pun
menjelaskannya jadi terburu-buru dan kami sebagai pendengar jadi tidak
konsentrasi karena keterbatasan waktu yang diberikan.
Materi
pio hari ini adalah tentang penilaian kinerja. Penilaian kinerja dapat diartikan sebagai proses mengevaluasi kinerja
individu dalam organisasi baik dengan cara objektif dan subjektif. Proses
penilaian kerja biasa disebut dengan performance
appraisal (PA), dalam melakukan penilaian kinerja dibutuhkan yang pertama
ialah kriteria kerja, kriteria kerja dibagi menjadi dua, yaitu: objektif (
aspek yang diukur adalah kuantitatif, seperti jumlah barang yang diproduksi)
dan subjektif ( aspek yang diukur adalah kualitatif seperti
potensi/kompetensi/pengetahuan, dll). Kedua adalah metode penilaian kinerja,
metode ini terdapat dua yaitu: komparatif (dibandingkan dengan karyawan lain)
dan individu (kinerja individu tidak dibandingkan dengan orang lain).
Kesalahan
dalam proses penilaian kinerja terdapat dua, yang pertama adalah alat penilaian
kinerja yang dibagi menjadi tiga bagian, yaitu: validitas yang rendah, standar
yang tidak realistis dan pembobotan yang tidak sesuai dengan profil pekerjaan. Kedua
adalah penilaian kinerja, yang dibagi menjadi dua bagian yaitu: tidak siapnya
penilai (tidak paham dengan apa yang ingin dinilai) dan subjektivitas penilai (
hallo effect, leniency dan severity effect, central tendency, assimilation dan
differential effect, first impression error, recency effect.
-Annisa Rosni Zusya-






0 komentar:
Posting Komentar