Kamis, 24 April 2014

Ada komunikasi diantara kita

Hai, teman-teman tepat jam 00.00 tulisan ini dibuat. Hemm, Alhamdulillah lagi ada internet. Hihi. Kali ini saya akan cerita mengenai komunikasi pada hari Kamis, 24 April 2014. Jadi dalam cerita ini semua fungsi komunikasi tersirat yaitu bagaimana komunikasi dapat mengontrol, memotivasi, sebagai informasi maupun ekspresi emosi. Ceritanya dimulai dari cerita pagi ini aja kali yaa. Jadi begini, tadi pagi saya udah bangun sekitar jam 4 dari sofa. Ini akibat dari ketiduran tanpa sadar ketika istirahat di sofa. Maklum, jadi mahasiswa yang PP , pulang malem sudah biasa. Begadang mengerjakan tugas juga sudah biasa. Apalagi tidak tidur, ya ‘sudah biasa’. Resiko. Oh ya, back to topic, jadi jam 4 pagi itu saya dibangunkan sama mama. Pertama-tama mama saya manggil, katanya saya gak jawab. Kedua mama saya memanggil dari jarak yang agak lebih dekat dan saya pun tidak merespon, terakhir mama saya menyentuh lengan saya + omelannya dan akhirnya saya membuka mata. Hahahhaa. Mungkin bukan karena sentuhan saya bangun, tapi jurus lain yang dikerahkan mama yaitu ‘mengomel’.Berbicara soal omel-mengomel, mengomel adalah salah satu jenis komunikasi verbal yang biasanya disertai ekspresi emosi. Seperti materi hari ini mengenai komunikasi, mengomel adalah bentuk dari komunikasi juga. komunikasi adalah proses penyampaian pesan dari pengirim ke penerima pesan. Dari cerita saya, kalau boleh menganalisa, mama saya adalah pengirim pesan yaitu berupa omelan kepada saya di penerima pesan. Bagaimana mama menyampaikannya yaitu dengan symbol-simbol berupa kata, medianya pun adalah udara karena komunikasi ini bersifat langsung. Dalam komunikasi sudah biasa terjadi kesalah pahaman atau misscommunication yaitu pesan yang menyimpang, pesan yang ditolak, pesan yang hilang. Pada cerita saya, pada saat saya tertidur pesan tidak tersampaikan atau bisa dikatakan hilang karena saya tidak mendengar apa yang dikatakan oleh mama. Letak kesalahan mungkin ada pada saya sebagai penerima pesan. Mama saya melakukan komunikasi verbal dimana kelemahan ada pada distorsi tetapi keuntungan yang didapat adalah terdapat feedback secara langsung. Pada mama, ketika feedback tidak ada maka mama melakukan peneguhan pesan dengan mengulang informasi yang diberikan. Lanjut cerita ketika saya sudah dikampus, ada tim KPU PRESIDEN BEM YARSI masuk kelas ketika matakuliah konseling selesai. Tim kpu memberitahukan bahwa telah di buka pendaftaran serta memberi informasi juga mengenai syarat dan ketentuan untuk menjadi calon Pres. BEM YARSI. Pemberitahuan yang dilakukan oleh tim KPU itu juga termasuk kedalam komunikasi yang saya pelajari pada matakuliah PIO siang ini. Dalam komunikasi bisnis ruang lingkupnya yaitu internal dan eksternal. Tim KPU yang masuk kelas saya dan memberi pengumuman berarti sedang pada lingkup komunikasi eksternal, mengapa ? karena komunikasi yang dilakukan merupakan penyampaian pesan atau informasi keluar dari organisasi mereka berada. Ketika tim KPU melakukan komunikasi sesama tim kpu berarti mereka berada pada lingkup komunikasi internal. Pada komunikasi internal tersebut pun dibagi beberapa arah komunikasi yaitu upward communication, downward communication, lateral communication. Pada upward communication yaitu komunikasi terjadi dari individu di level bawah ke atas, contohnya dalam cerita saya mungkin antara staff humas KPU kepada Koordinator humas KPU. Pada downward yaitu komunikasi antara orang-orang yang berada dilevel atas dengan orang-orang yang berada di level bawahnya. Pada cerita saya mungkin komunikasi yang terjadi ketika ketua KPU memberi instruksi kepada koordinator humas KPU. Sedangkan lateral communication yaitu komunikasi antara sesama level. Ternyata Tim KPU juga menggunakan jenis komunikasi written yaitu menempelkan poster-poster disudut-sudut mading YARSI. Jenis komunikasi ini memang menguntungkan karena bisa dipertanggung jawabkan juga diverivikasi namun, kelemahannya ada pada feedback yang dibverikan tidak bisa secara langsung diberikan. Sehingga teman-teman yang mau bertanya mengenai poster tersebut harus menelepon Cp KPU yang telah tertera di poster. Ketika Tim KPU telah selesai maka saya bersiap-siap untuk kelas Psikologi Industri dan Organisasi (PIO). Maka saya pergi ke embrio(tempat print dan fotocopy). Pada siang ini saya menjadi tutor bagi teman-teman kelompok saya. Selama sesi tutor berlangsung tidak henti-hentinya kami tertawa karena materi komunikasi ini sangat dekat sekali dengan kehidupan kita. Artinya contoh-contoh yang ada berasal dari kehidupan kita. Apalagi saya mentutor 2 ketua organisasi di kampus yaitu Pratiwi sebagai ketua UKM KREASI dan Kamilia sebagai Ketua SEMA Psikologi yang baru saja terpilih. Begitu juga dengan Puput yang merupakan kepala Divisi Luar Negri SEMA psikologi. Sungguh saya sangat dimudahkan oleh hal itu. contoh-contoh yang adapun saya ambil dari kehidupan organisasi dikampus. Termasuk bagaimana gaya komunikasi yang dijelaskan diakhir sesi. Tampaknya mereka semua sudah paham dengan apa yang saya sampaikan. Karena hal tersebut terjadi pada saat mereka berorganisasi maupun dikehidupan sehari-hari. Kita berempat juga melakukan analisis terhadap diri kita masing-masing mengenai gaya komunikasi apakah kita individu yang berorientasi pada aksi atau tindakan (Action) ? atau pada strategi dan proses (Process) ? atau pada Konsep dan inovasi (Idea) ? atau pada hubungan dan kerjasama (People) ? begirulah keseruan pada hari ini. Komunikasi kami selama sesi tutor juga terganggu dengan adanya suara-suara berisik dari kelompok tutor lainnya sehingga beberapa saat pesan saya menjadi menyimpang bahkan hilang sehingga saya mengulang untuk menjelaskannya. Thanks to my team and Mrs. Nuri.

0 komentar:

Posting Komentar