Jumat, 18 April 2014

Metode belajar baru untuk PIO

assalamualaikum wr.wb
    Hari kamis tanggal 17 april jam 1 siang tepatnya saya dan teman-teman mulai belajar dengan metode baru untuk mata kuliah PIO. Metode belajar yang baru ini di lakukan dengan membagi setiap kelompok dengan beranggotakan 6 orang di mana setiap anggota akan bertugas menjadi presenter setiap minggunya untuk menjelaskan materi yang berbeda. Sebelum salah satu anggota menjelaskan materi kepada setiap kelompoknya dosen kami yaitu mba Nuri akan mentutor setiap anggota yang akan bertugas menjadi presenter. Dengan metode baru ini saya merasa senang , karena saya dapat lebih memahami materi yang diberikan, terus kemaren juga materinya sedikit. Dan dengan metode ini juga melatih kami untuk lebih bisa berkomunikasi dengan baik agar teman-teman yang mendengarkan juga akan paham dengan materi tsb.     Hambatan yang saya rasakan kemarin mungkin karena siang hari alhasil saya rada ngantuk. curhat sedikit ya kemarin juga saya rada gak enak badan alias pusing jadi agak susah konsentrasi. Dan kemaren waktu yang di berikan untuk berdiskusi menurut saya terlalu singkat jadi kemarin pas slide 3 terakhir presenter menjelaskannya jadi terburu-buru.     Materi PIO untuk pertemuan kemarin adalah tentang penilaian kinerja. Penilaian kinerja dapat diartikan sebagai proses mengevaluasi kinerja individu dalam organisasi baik dengan cara objektif dan subjektif. penilaian kinerja juga untuk membandingan target dengan pencapain yang sudah di peroleh. Dalam penilaian kerja di butuhkan beberapa 3 cara yaitu :  yang pertama kriteria kerja, kriteria kerja dibagi menjadi dua, yaitu: objektif ( aspek yang diukur adalah kuantitatif, seperti jumlah barang yang diproduksi) dan subjektif ( aspek yang diukur adalah kualitatif seperti potensi/kompetensi/pengetahuan, dll). Kedua adalah metode pegukuran kinerja, metode ini terdapat dua yaitu: komparatif (dibandingkan dengan karyawan lain) dan metode individu (kinerja individu tidak dibandingkan dengan orang lain), dan yang ke tiga subjek penilai .Lalu setelah mendapatkan hasil penilaian kinerja karyawan langkah selanjutnya adalah pengambilan keputusan untuk pengembangan kinerja, yang kedua mengkomunikasikan hasil penilaian kinerja kepada karyawan & langkah  pengembangan selanjutnya bonus, gaji, promosi training plan, yang ketiga hasil penilaiai kinerja di sampaikan kepada karyawan agar bermanfaat untuk meningkatkan motivasi.Terdapat beberapa kesalahan dalam proses penilaian kinerja yaitu : 1. alat penilaian kinerja contohnya validitas rendah, standar penilaian tidak realistik, pembobotan tidak sesuai profil kinerja2. penilaian kinerja : - ketidakpastian penilai, penilai tidak paham cara penilain kinerja 3. subjektivitas penilai : hallo effect, leniency dan severity effect, central tendency, assimilation dan differential effect, first impression error, recency effect.       

sekian "wassalamualaikum wr.wb" 
Yeni Eka Cahyani     


0 komentar:

Posting Komentar