Hari ini saya mulai
menjalani sistem kuliah baru untuk mata kuliah Psikologi Industri dan
Organisasi. Yaitu sistem belajar dengan berkelompok, namun tetap didampingi
dosen pengampu yaitu Mba Nuri.
Kesan saya mengikuti
sistem yang baru saat ini masih agak bingung soal sistem perkuliahan PIO
sekarang, alasannya mungkin karena saya tidak terbiasa kuliah tanpa mendapat
penjelasan dari dosen pengampu, tetapi Alhamdulillah saya masih bisa mengikuti
dengan seksama.
Tentu saja dalam sistem
baru ini saya sedikit menemukan hambatan dalam menjalani kuliah. Hambatan yang
saya rasakan berasal dari orang lain (dosen/ rekan). Hambatan ini dirasakan
karena waktu berdiskusi presentasi masing-masing kelompok berada dalam jarak
yang cukup dekat, sehingga saya tidak konsentrasi mendengarkan teman sekelompok
saya yang sedang presentasi.
Hari pertama setelah
UTS saya mendapat materi Penilaian Kinerja. Dalam materi tersebut terdapat
definisi penilaian kinerja yaitu proses untuk mengukur prestasi kerja pegawai
berdasarkan sistem/ peraturan yang telah ditetapkan, dengan cara membandingkan
sasaran/ hasil kerjanya dengan standar pekerjaan yang telah ditetapkan. Bisa
dibilang penilaian kinerja adalah proses mengevaluasi kinerja individu dalam
organisasi yang biasa kita kenal performance appraisal.
Ada cara melakukan performance appraisal, yaitu tentukan
hal-hal berikut:
- Kriteria atau standar keberhasilan kinerja.
- Metode pengukuran.
- Subjek penilai.
Kriteria kinerja itu
ada 2, yaitu : kriteria objektif (yang diukur aspek kuatitatif) dan kriteria
subjektif (yang diukur potensi atau kompetensi dan lain-lain). Metode penilaian
kinerja juga dibagi 2, ada metode komparatif dan metode individu. Metode
komparatif yaitu dimana kinerja individu dibandingkan dengan individu lain. Ada
3 jenis dari metode komparatif: pemeringkatan (ranking), perbandingan berpasangan
(paired comparison), pengelompokan pada klasifikasi yang sudah ditentukan
(forced distribution). Metode individu yaitu kinerja individu tidak
dibandingkan dengan individu lain. Ada 2 jenis dalam metode individu,
rating/skala dan ceklis.
Pemeringkatan merupakan
keseluruhan pegawai dalam satu kelompok diurutkan mulai yang paling bagus
sampai paling jelek. Forced distribution dilakukan
dengan cara membuat distribusi atau klasifikasi. Paired comparison merupakan metode membandingkan setiap pegawai
dengan pegawai lain untuk menentukan siapa yang terbaik, kemudian pegawai yang
terbaik adalah pegawai yang memiliki jumlah terbaik dibandingkan dengan yang
lain.
Rating scale merupakan penilaian
yang didasarkan pada suatu skala. Checklist adalah penilaian yang didasarkan
pada suatu strandar unjuk kerja yang sudah dideskripsikan terlebih dahulu,
kemudian penilai memeriksa apakah pegawai sudah memenuhi atau melakukannya.
Dalam penilaian kinerja
juga ditemukan kesalahan-kesalahan. Ada 2 sumber kesalahan dalam penilaian
kinerja. Pertama alat penilaian kinerja:
-
Validitas rendah → standar kinerja yang
digunakan tidak mengacu pada jenis pekerjaan yang dinilai.
-
Standar penilaian tidak realistis.
-
Pembobotan tidak sesuai profil pekerjaan.
Yang kedua penilai kinerja :
-
Ketidaksiapan penilai → tidak paham cara
penilaian kinerja
-
Subjektivitas penilai : 1.) hallo
effect, 2.) liniency and severity effect, 3.) central tendency, 4.)
assimilation and differential effect, 5.) first impression error, 6.) recency
effect.
Radwin Jasman (1602011073)






0 komentar:
Posting Komentar