Alohaa.. Selamat malam :)
Nothing Happened. Dua kata yang ingin aku lontarkan terkait materi kuliah PIO kemarin. Yup, kemarin. Dan aku baru menuliskannya hari ini. Oh why?? Karena setelah pulang kuliah dan sampai di rumah telah malam, aku langsung terbang ke pulau mimpi. Haha. Jadi kelupaan ditulis (hiks, berkurang satu poin deh..). Alright, terkait kata yang aku tuliskan diawal paragraf merupakan kesan yang aku dapat hari itu. It's like everything in PIO there never touch me. However, bukan berarti PIO kemarin ga menarik, kok. Menarik. That was really something. Pengetahuan bertambah lebih dalam tentang komunikasi, dan yang kemarin terkait komunikasi dalam organisasi. Terus, nambah pula pengetahuanku perihal salah seorang stand up comedian (hiks, karena aku ga kenal. hiks). Tugas yang juga sangat menarik. Tapi kenapa aku bilang nothing happened? Karena kemarin, berjalan begitu mengalir. Begitu teratur, begitu pas dengan alur yang direncanakan (meski memang seharusnya begitu). Maksudku adalah ga ada rasa dag-dig-dug atau effort or something like, 'ini materi harus banget di dengerin baik-baik'. Terus kalo kayak gitu, apa yang hilang? The Little Quiz! Aku suka hal yang kayak gini. Setelah materi dijelaskan, ada tugas yang diberikan untuk mendalami materi, dan ada quiz singkat (seperti pertemuan kemarin) sebagai evaluasi hasil yang udah ku dapat. Ga harus dimasukin sebagai nilai juga ga papa, yang penting bisa tau seberapa persen sih yang ditangkep dari materi hari itu. Well, sebenernya menulis blog ini juga termasuk pengulangan materi, sih. Tapi kan kalo menulis blog ini bisa ngintip buku catetan (meski aku ga liat buku catetan.. tapi tetep ajaaa-sekedar saran)
Yeahh.. ga ada hambatan hari kemarin meski pagi-paginya aku sibuk lari sana-sini buat jualan-jualan kecil. Asalkan aku mau belajar, aku bisa kok apapun hambatannya (aihh sok banget, sumpah). Teruss.. materi yang aku dapet hari itu tentang komunikasi dalam organisasi banyak bangett. Pertama ada definisi, apa itu komunikasi. Komunikasi ialah suatu proses penyampaian dan penerimaan makna dengan menggunakan simbol-simbol. Terus ada juga komunikasi bisnis yang definisinya sama namun ditambah dengan "dengan serangkaian tujuan". Proses komunikasi itu berasal dari pengirim pesan lalu di encoding pesannya sama pengirim pesan. Setelah itu, dia mengirimnya melalui chanel (saluran/media) nah di media ini ada noise (gangguan-gangguan dalam proses komunikasi). Kemudian pesan diterima oleh penerima pesan lalu di decoding untuk menafsirkan pesan tersebut. Dari penerima pesan, pengirim pesan akan menerima feedback terkait pesan yang dikirimkan. Next, ada fungsi komunikasi yaitu kontrol, informasi, motivasi dan ekspresi emosional. Komunikasi sebagai kontrol seperti dari atasan ke bawahan, dosen ke mahasiswa, orangtua ke anaknya, dll. Komunikasi sebagai informasi seperti iklan yang memberikan informasi terkait produk yang baru, atau informasi ada peraturan baru di suatu perusahaan, atau lainnya. Komunikasi sebagai motivasi seperti psikolog yang memberikan motivasi kepada kliennya, atau teman yang menyemangati temannya yang sedang galau, or else.. Komunikasi sebagai ekspresi emosional seperti ekspresi bahagia yang ditunjukkan seseorang yang sedang sangat berbahagia.
Then, ada jenis-jenis komunikasi; verbal, nonverbal, sama tertulis (written). Kalo verbal, yang diucapkan, yang bisa di dengar, tergantung pada kecepatan berbicara pengirim pesan, seperti bicara tatap muka atau melalui telepon. Kalo nonverbal, yang dilihat, yang harus diinterpretasi oleh penerima pesan seperti bahasa tubuh atau cara berpakaian. Nah, kalo tertulis atau written, yang bisa dipertanggungjawabkan, seperti surat, media cetak, dll. Kemudian ada komunikasi internal dan eksternal dalam bisnis. Komunikasi internal itu adalah komunikasi di dalam satu organisasi, ada upward, downward, sama lateral. Kalo upward ke atas seperti dari bawahan ke atasan, dari anggota ke ketua. Kalo downward ke bawah dari atasan ke bawahan, dari ketua ke anggota. Kalo lateral sejajar dari manajer keuangan ke manajer pembelian atau kalo di organisasi aku, dari Ketua 1 ke Ketua 2 atau Ketua 3. Selanjutnya ada komunikasi eksternal yang berkomunikasi dari dalam organisasi ke luar organisasi. Misalnya dari suatu perusahan pembuat pakaian mengirim surat ke perusahaan kain atau dari Tribhuwana ke Tradyakala. Materi berikutnya ada masalah komunikasi yang dapat terjadi dari pengirim pesan, penerima pesan, dalam penerimaan pesan, dan dalam penafsiran pesan. Masalah dalam pengirim pesan misalnya suaranya kecil, ragu-ragu, tidak dapat mengungkapkan idenya. Masalah dalam penerima pesan misalnya tidak memahami isi pesan, tidak dapat mendengar atau melihat pesan. Masalah dalam penerimaan pesan misalnya saluran yang kurang mendukung seperti adanya kebisingan, kata yang hilang dalam surat, ataupun gambar yang terpotong. Masalah dalam penafsiran pesan misalnya adanya perbedaan persepsi atau pemikiran terkait hal yang masih ambigu ataupun multi meaning seperti ada sesrorang yang berteriak "setan pergi dari sini!" Yang masih tergantung pada nada bicara pengirim pesan dan atau penafsiran penerima pesan karena perbedaan budaya atau suku bangsa. Yang terakhir, ada gaya komunikasi yaitu, action, process, idea, dan people. Orang yg orientasi komunikasinya action akan langsung bertindak atau mengambil tindakan. Orang dengan gaya komunikasi process lebih menekankan ke prosesnya, bagaimana suatu hal dapat terjadi, kronologis. Orang yang menggunakan gaya komunikasi idea akan berbicara dengan banyak topik atau tema karena ketika sedang berbicara, muncul suatu ide lain di pikirannya. Orang yang gaya komunikasinya people akan lebih mementingkan hubungan pada lawan bicaranya terlebih dahulu, seperti basa-basi atau probing atau membangun rapport.
Nothing Happened. Dua kata yang ingin aku lontarkan terkait materi kuliah PIO kemarin. Yup, kemarin. Dan aku baru menuliskannya hari ini. Oh why?? Karena setelah pulang kuliah dan sampai di rumah telah malam, aku langsung terbang ke pulau mimpi. Haha. Jadi kelupaan ditulis (hiks, berkurang satu poin deh..). Alright, terkait kata yang aku tuliskan diawal paragraf merupakan kesan yang aku dapat hari itu. It's like everything in PIO there never touch me. However, bukan berarti PIO kemarin ga menarik, kok. Menarik. That was really something. Pengetahuan bertambah lebih dalam tentang komunikasi, dan yang kemarin terkait komunikasi dalam organisasi. Terus, nambah pula pengetahuanku perihal salah seorang stand up comedian (hiks, karena aku ga kenal. hiks). Tugas yang juga sangat menarik. Tapi kenapa aku bilang nothing happened? Karena kemarin, berjalan begitu mengalir. Begitu teratur, begitu pas dengan alur yang direncanakan (meski memang seharusnya begitu). Maksudku adalah ga ada rasa dag-dig-dug atau effort or something like, 'ini materi harus banget di dengerin baik-baik'. Terus kalo kayak gitu, apa yang hilang? The Little Quiz! Aku suka hal yang kayak gini. Setelah materi dijelaskan, ada tugas yang diberikan untuk mendalami materi, dan ada quiz singkat (seperti pertemuan kemarin) sebagai evaluasi hasil yang udah ku dapat. Ga harus dimasukin sebagai nilai juga ga papa, yang penting bisa tau seberapa persen sih yang ditangkep dari materi hari itu. Well, sebenernya menulis blog ini juga termasuk pengulangan materi, sih. Tapi kan kalo menulis blog ini bisa ngintip buku catetan (meski aku ga liat buku catetan.. tapi tetep ajaaa-sekedar saran)
Yeahh.. ga ada hambatan hari kemarin meski pagi-paginya aku sibuk lari sana-sini buat jualan-jualan kecil. Asalkan aku mau belajar, aku bisa kok apapun hambatannya (aihh sok banget, sumpah). Teruss.. materi yang aku dapet hari itu tentang komunikasi dalam organisasi banyak bangett. Pertama ada definisi, apa itu komunikasi. Komunikasi ialah suatu proses penyampaian dan penerimaan makna dengan menggunakan simbol-simbol. Terus ada juga komunikasi bisnis yang definisinya sama namun ditambah dengan "dengan serangkaian tujuan". Proses komunikasi itu berasal dari pengirim pesan lalu di encoding pesannya sama pengirim pesan. Setelah itu, dia mengirimnya melalui chanel (saluran/media) nah di media ini ada noise (gangguan-gangguan dalam proses komunikasi). Kemudian pesan diterima oleh penerima pesan lalu di decoding untuk menafsirkan pesan tersebut. Dari penerima pesan, pengirim pesan akan menerima feedback terkait pesan yang dikirimkan. Next, ada fungsi komunikasi yaitu kontrol, informasi, motivasi dan ekspresi emosional. Komunikasi sebagai kontrol seperti dari atasan ke bawahan, dosen ke mahasiswa, orangtua ke anaknya, dll. Komunikasi sebagai informasi seperti iklan yang memberikan informasi terkait produk yang baru, atau informasi ada peraturan baru di suatu perusahaan, atau lainnya. Komunikasi sebagai motivasi seperti psikolog yang memberikan motivasi kepada kliennya, atau teman yang menyemangati temannya yang sedang galau, or else.. Komunikasi sebagai ekspresi emosional seperti ekspresi bahagia yang ditunjukkan seseorang yang sedang sangat berbahagia.
Then, ada jenis-jenis komunikasi; verbal, nonverbal, sama tertulis (written). Kalo verbal, yang diucapkan, yang bisa di dengar, tergantung pada kecepatan berbicara pengirim pesan, seperti bicara tatap muka atau melalui telepon. Kalo nonverbal, yang dilihat, yang harus diinterpretasi oleh penerima pesan seperti bahasa tubuh atau cara berpakaian. Nah, kalo tertulis atau written, yang bisa dipertanggungjawabkan, seperti surat, media cetak, dll. Kemudian ada komunikasi internal dan eksternal dalam bisnis. Komunikasi internal itu adalah komunikasi di dalam satu organisasi, ada upward, downward, sama lateral. Kalo upward ke atas seperti dari bawahan ke atasan, dari anggota ke ketua. Kalo downward ke bawah dari atasan ke bawahan, dari ketua ke anggota. Kalo lateral sejajar dari manajer keuangan ke manajer pembelian atau kalo di organisasi aku, dari Ketua 1 ke Ketua 2 atau Ketua 3. Selanjutnya ada komunikasi eksternal yang berkomunikasi dari dalam organisasi ke luar organisasi. Misalnya dari suatu perusahan pembuat pakaian mengirim surat ke perusahaan kain atau dari Tribhuwana ke Tradyakala. Materi berikutnya ada masalah komunikasi yang dapat terjadi dari pengirim pesan, penerima pesan, dalam penerimaan pesan, dan dalam penafsiran pesan. Masalah dalam pengirim pesan misalnya suaranya kecil, ragu-ragu, tidak dapat mengungkapkan idenya. Masalah dalam penerima pesan misalnya tidak memahami isi pesan, tidak dapat mendengar atau melihat pesan. Masalah dalam penerimaan pesan misalnya saluran yang kurang mendukung seperti adanya kebisingan, kata yang hilang dalam surat, ataupun gambar yang terpotong. Masalah dalam penafsiran pesan misalnya adanya perbedaan persepsi atau pemikiran terkait hal yang masih ambigu ataupun multi meaning seperti ada sesrorang yang berteriak "setan pergi dari sini!" Yang masih tergantung pada nada bicara pengirim pesan dan atau penafsiran penerima pesan karena perbedaan budaya atau suku bangsa. Yang terakhir, ada gaya komunikasi yaitu, action, process, idea, dan people. Orang yg orientasi komunikasinya action akan langsung bertindak atau mengambil tindakan. Orang dengan gaya komunikasi process lebih menekankan ke prosesnya, bagaimana suatu hal dapat terjadi, kronologis. Orang yang menggunakan gaya komunikasi idea akan berbicara dengan banyak topik atau tema karena ketika sedang berbicara, muncul suatu ide lain di pikirannya. Orang yang gaya komunikasinya people akan lebih mementingkan hubungan pada lawan bicaranya terlebih dahulu, seperti basa-basi atau probing atau membangun rapport.
Okay, that's all. Tapi kemarin presenter kami menyebutkan adanya miscommunication, misperception, dan misunderstanding dalam komunikasi. Namun karena di slide hanya ada miscommunication, jadi hanya itu yang dijelaskan plus Edta juga ga tau perbedaannya. Apalagi, ya? Udah sih itu aja. End of this article, see ya next time! :)
Thanks,
sunia f. azmi






0 komentar:
Posting Komentar