Assalamualaikum Wr. Wb.
Saya
merasa senang mengikuti kelas PIO pada tanggal 14 april 2014. Perkuliahan hari
ini kami belajar dengan metode ajar baru yang berbeda dari sebelumnya, yaitu
dengan membentuk kelompok kecil yang terdiri dari 5-6 orang, kemudian setiap
pertemuan salah satu dari anggota kelompok diminta untuk menjadi presenter (pemberi
kuliah) kepada teman sekelompoknya. Sebelum presenter menjelaskan kepada teman
kelompoknya, presenter diberi tutorial oleh dosen pengampu mata kuliah PIO. Dengan
metode ajar seperti ini saya senang
karena saya merasa dapat lebih mudah memahami materi jika dijelaskan oleh teman
saya. Namun dengan metode tersebut, keadaan kelas seperti kurang kondusif
terlihat dari kegiatan perkuliahan yang dimulai tidak tepat waktu dan suasana
kelas berisik.
Hambatan
yang saya rasakan adalah keadaan kelas yang berisik pada saat teman kelompok
saya menjelaskan materi sehingga saya tidak dapat berkonsentrasi dengan baik. Kemudian,
hambatan yang saya rasakan pada saat kuis. Waktu perkuliahan terbatas dan kami harus
tetap mengerjakan kuis membuat saya tidak bisa me-review materi sebelum memulai kuis dikarenakan waktu telah habis digunakan
untuk pemberian materi dan mengerjakan tugas yang harus diselesaikan.
Hari
ini saya belajar materi tentang Penilaian Kinerja. Penilaian Kinerja (performance appraisal) adalah proses untuk
mengukur prestasi kerja pegawai berdasarkan sistem atau peraturan yang telah ditetapkan, dengan
cara membandingkan sasaran atau hasil kerjanya dengan standar pekerjaan yang
telah ditetapkan. Cara untuk melakukan penilaian kinerja yaitu dengan
menentukan, pertama kriteria atau standar keberhasilan kinerja, kedua metode
pengukuran, dan ketiga subjek penilaian.
Kriteria
kinerja dibagi menjadi dua, yaitu kriteria objektif dan subjektif. Kriteria objektif
adalah bersifat kuantitatif (dapat diukur) misalnya seperti jumlah barang yang
diproduksi, jumlah waktu, dsbnya. Sedangkan kriteria subjektif adalah yang
diukur potensi, kompetensi, pengetahuan, keahlian, dan kemampuan individu.
Kemudian,
metode penilaian kinerja dibagi menjadi dua yaitu metode komparatif dan
individu. Metode komparatif adalah kinerja individu dibandingkan dengan
individu yang lain. Pada metode ini terdapat beberapa cara seperti pemeringkatan
(ranking), perbandingan berpasangan (paired comparison), dan pengelompokan
pada klasifikasi yang sudah ditentukan (forced distribution). Sedangkan metode
individu adalah kinerja individu tidak dibandingkan dengan individu yang lain. Pada
metode ini terdapat beberapa cara seperti rating atau skala dan ceklis.
Terdapat
dua cara dalam menyusun kriteria penilaian kinerja yaitu objektif dan
subjektif. Cara menyusun kriteria penilaian kinerja objektif dengan membuat job
desc --> area kinerja utama --> Key
Performance Indicator (KPI). Sedangkan cara menyusun kriteria penilaian
kinerja subjektif dengan menentukan potensi atau kompetensi atau kemampuan apa
saja yang dibutuhkan untuk seseorang berhasil dalam pekerjaannya.
Pada
penilaian kinerja terdapat pembobotan aspek penilaian kinerja yaitu skor total penilaian
kinerja karyawan, dengan menjumlahkan skor KPI (objektif) + skor kompetensi (subjektif). Bobot yang
diberikan berbeda-beda sesuai dengan tujuan dan kebutuhannya. Setelah hasil
penilaian didapat, kemudian langkah berikutnya adalah pengambilan keputusan
untuk pengembangan kinerja selanjutnya (poor performance, average performance,
good performance, outstanding performance), mengkomunikasikan hasil penilaian
kinerja kepada karyawan dan langkah pengembangan kinerja (bonus, kenaikan gaji,
promosi, training), serta hasil dari penilaian kinerja yang disampaikan kepada
karyawan bermanfaat untuk meningkatkan motivasi karyawan.
Kesalahan
dalam proses penilaian kinerja dapat bersumber dari alat penilaian kinerja (misalnya
seperti validitas rendah) dan penilaian kinerja (misalnya seperti subjektivitas
penilai).
Wassalamualaikum Wr. Wb.
RIZKI FEBRINABILAH






0 komentar:
Posting Komentar