This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label sfazmi .m.. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sfazmi .m.. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 April 2014

PIO So-So

Alohaa.. Selamat malam :)

Nothing Happened. Dua kata yang ingin aku lontarkan terkait materi kuliah PIO kemarin. Yup, kemarin. Dan aku baru menuliskannya hari ini. Oh why?? Karena setelah pulang kuliah dan sampai di rumah telah malam, aku langsung terbang ke pulau mimpi. Haha. Jadi kelupaan ditulis (hiks, berkurang satu poin deh..). Alright, terkait kata yang aku tuliskan diawal paragraf merupakan kesan yang aku dapat hari itu. It's like everything in PIO there never touch me. However, bukan berarti PIO kemarin ga menarik, kok. Menarik. That was really something. Pengetahuan bertambah lebih dalam tentang komunikasi, dan yang kemarin terkait komunikasi dalam organisasi. Terus, nambah pula pengetahuanku perihal salah seorang stand up comedian (hiks, karena aku ga kenal. hiks). Tugas yang juga sangat menarik. Tapi kenapa aku bilang nothing happened? Karena kemarin, berjalan begitu mengalir. Begitu teratur, begitu pas dengan alur yang direncanakan (meski memang seharusnya begitu). Maksudku adalah ga ada rasa dag-dig-dug atau effort or something like, 'ini materi harus banget di dengerin baik-baik'. Terus kalo kayak gitu, apa yang hilang? The Little Quiz! Aku suka hal yang kayak gini. Setelah materi dijelaskan, ada tugas yang diberikan untuk mendalami materi, dan ada quiz singkat (seperti pertemuan kemarin) sebagai evaluasi hasil yang udah ku dapat. Ga harus dimasukin sebagai nilai juga ga papa, yang penting bisa tau seberapa persen sih yang ditangkep dari materi hari itu. Well, sebenernya menulis blog ini juga termasuk pengulangan materi, sih. Tapi kan kalo menulis blog ini bisa ngintip buku catetan (meski aku ga liat buku catetan.. tapi tetep ajaaa-sekedar saran)

Yeahh.. ga ada hambatan hari kemarin meski pagi-paginya aku sibuk lari sana-sini buat jualan-jualan kecil. Asalkan aku mau belajar, aku bisa kok apapun hambatannya (aihh sok banget, sumpah). Teruss.. materi yang aku dapet hari itu tentang komunikasi dalam organisasi banyak bangett. Pertama ada definisi, apa itu komunikasi. Komunikasi ialah suatu proses penyampaian dan penerimaan makna dengan menggunakan simbol-simbol. Terus ada juga komunikasi bisnis yang definisinya sama namun ditambah dengan "dengan serangkaian tujuan". Proses komunikasi itu berasal dari pengirim pesan lalu di encoding pesannya sama pengirim pesan. Setelah itu, dia mengirimnya melalui chanel (saluran/media) nah di media ini ada noise (gangguan-gangguan dalam proses komunikasi). Kemudian pesan diterima oleh penerima pesan lalu di decoding untuk menafsirkan pesan tersebut. Dari penerima pesan, pengirim pesan akan menerima feedback terkait pesan yang dikirimkan. Next, ada fungsi komunikasi yaitu kontrol, informasi, motivasi dan ekspresi emosional. Komunikasi sebagai kontrol seperti dari atasan ke bawahan, dosen ke mahasiswa, orangtua ke anaknya, dll. Komunikasi sebagai informasi seperti iklan yang memberikan informasi terkait produk yang baru, atau informasi ada peraturan baru di suatu perusahaan, atau lainnya. Komunikasi sebagai motivasi seperti psikolog yang memberikan motivasi kepada kliennya, atau teman yang menyemangati temannya yang sedang galau, or else.. Komunikasi sebagai ekspresi emosional seperti ekspresi bahagia yang ditunjukkan seseorang yang sedang sangat berbahagia.

Then, ada jenis-jenis komunikasi; verbal, nonverbal, sama tertulis (written). Kalo verbal, yang diucapkan, yang bisa di dengar, tergantung pada kecepatan berbicara pengirim pesan, seperti bicara tatap muka atau melalui telepon. Kalo nonverbal, yang dilihat, yang harus diinterpretasi oleh penerima pesan seperti bahasa tubuh atau cara berpakaian. Nah, kalo tertulis atau written, yang bisa dipertanggungjawabkan, seperti surat, media cetak, dll. Kemudian ada komunikasi internal dan eksternal dalam bisnis. Komunikasi internal itu adalah komunikasi di dalam satu organisasi, ada upward, downward, sama lateral. Kalo upward ke atas seperti dari bawahan ke atasan, dari anggota ke ketua. Kalo downward ke bawah dari atasan ke bawahan, dari ketua ke anggota. Kalo lateral sejajar dari manajer keuangan ke manajer pembelian atau kalo di organisasi aku, dari Ketua 1 ke Ketua 2 atau Ketua 3. Selanjutnya ada komunikasi eksternal yang berkomunikasi dari dalam organisasi ke luar organisasi. Misalnya dari suatu perusahan pembuat pakaian mengirim surat ke perusahaan kain atau dari Tribhuwana ke Tradyakala. Materi berikutnya ada masalah komunikasi yang dapat terjadi dari pengirim pesan, penerima pesan, dalam penerimaan pesan, dan dalam penafsiran pesan. Masalah dalam pengirim pesan misalnya suaranya kecil, ragu-ragu, tidak dapat mengungkapkan idenya. Masalah dalam penerima pesan misalnya tidak memahami isi pesan, tidak dapat mendengar atau melihat pesan. Masalah dalam penerimaan pesan misalnya  saluran yang kurang mendukung seperti adanya kebisingan, kata yang hilang dalam surat, ataupun gambar yang terpotong. Masalah dalam penafsiran pesan misalnya adanya perbedaan persepsi atau pemikiran terkait hal yang masih ambigu ataupun multi meaning seperti ada sesrorang yang berteriak "setan pergi dari sini!" Yang masih tergantung pada nada bicara pengirim pesan dan atau penafsiran penerima pesan karena perbedaan budaya atau suku bangsa. Yang terakhir, ada gaya komunikasi yaitu, action, process, idea, dan people. Orang yg orientasi komunikasinya action akan langsung bertindak atau mengambil tindakan. Orang dengan gaya komunikasi process lebih menekankan ke prosesnya, bagaimana suatu hal dapat terjadi, kronologis. Orang yang menggunakan gaya komunikasi idea akan berbicara dengan banyak topik atau tema karena ketika sedang berbicara, muncul suatu ide lain di pikirannya. Orang yang gaya komunikasinya people akan lebih mementingkan hubungan pada lawan bicaranya terlebih dahulu, seperti basa-basi atau probing atau membangun rapport. 

Okay, that's all. Tapi kemarin presenter kami menyebutkan adanya miscommunication, misperception, dan misunderstanding dalam komunikasi. Namun karena di slide hanya ada miscommunication, jadi hanya itu yang dijelaskan plus Edta juga ga tau perbedaannya. Apalagi, ya? Udah sih itu aja. End of this article, see ya next time! :)

Thanks,
sunia f. azmi

Senin, 14 April 2014

PIO's Effect

Aloha, selamat malam :)

Memulai hari Senin dengan mengikuti mata kuliah Psikologi industri dan organisasi yang sebenarnya tak terlalu kuminati, membuat pikiranku tak menentu. Apalagi kali ini? Masihkah semembosakan beberapa minggu yang lalu? Banyak pikiran aneh berkecamuk dalam kepalaku karena 'katanya' metode hari ini berbeda. (akibat terlambat di minggu lalu, jadi kurang tau meski udah tanya sana sini) Kebingunganku bertambah dengan terlambatnya kuliah dimulai. Jam sembilan lewat sepuluh, masih juga tak ada tanda-tanda kedatangan Bu Nuri. Suatu hal yang aneh karena ia tak pernah memulai kuliah tak tepat waktu (setahuku). Menit demi menit berlalu. Sembilan lewat tiga puluh lima menit baru kulihat Bu Nuri bersama para tutor memasuki kelas. Setelah menjelaskan sedikit, ia keluar, pun beberapa tutor. Di kelas, Ketty menjelaskan cara menuliskan kesan ke dalam blog. Beberapa saat kemudian, seseorang menyarankan tutor untuk menjelaskan kuliah hari ini.

Namun kala itu, hanya Rizky Fauzi yang ada di kelas sebagai tutor hari ini. Karena tutor lain 'sepertinya' sedang mencari laptop sebagai alat bantu penjelasan materi. Aku merasa bingung, tidak jelas, dan seperti... 'apa sih?' terkait metode baru ini. Setelah Rizky menjelaskan lima slide, para tutor yang lain kembali ke kelas. Awalnya, beberapa teman menyarankan para tutor untuk maju satu persatu bergantian untuk menjelaskan materi. Kesanku pun tentang metode ini semakin membingungkan karena ketidakpahaman para mahasiswa terkait metode ini secara jelas. Namun, beberapa lagi menyarankan, para tutor tetap menjelaskan ke kelompoknya masing-masing agar kami dapat memberikan penilaian kepada tutor tersebut nantinya. Atas saran tersebut, kami semua berpisah ke dalam kelompok masing-masing dengan tutor masing-masing. Kelompokku memilih tempat diluar sebagai bentuk antisipasi kebisingan di dalam kelas. Lalu, mengalirlah penjelasan itu dari Kak Shalia sebagai tutor hari ini.

Kak Shalia dapat menjelaskan materi dengan baik meski terbata-bata pada awalnya. Ia juga dapat menjawab pertanyaan-pertanyaanku yang banyak (sebentar Kak Shalia jelasin, sebentar aku bertanya). Lagipula, karena kelompok kami memilih tempat di luar ruang kelas, Kak Shalia tidak perlu bersuara terlalu kencang atau mengulang penjelasan karena tempat yang tenang. Kami semua dapat mendengar penjelasan Kak Shalia dengan baik. Sebagai saran, mungkin setiap kelompok berdiskusi di spot yang berbeda untuk menghindari kebisingan. Misalnya, dua kelompok di dalam kelas, sisanya di luar kelas namun tidak terlalu jauh dari kelas sehingga masih dapat di pantau. Sepertinya, hambatan dari diri hari ini tidak mengganggu konsentrasi serta pemahaman materi hari ini (meski hambatannya adalah: sakit kepala berat).  Juga tidak ada hambatan lainnya.

Banyak materi terkait Penilaian Kinerja yang di dapat. Mulai dari mengapa harus ada penilaian kinerja, apa itu penilaian kinerja, bagaimana cara menilai suatu kinerja, dll. Penilaian kinerja harus ada sebagai bentuk evaluasi pekerja demi kemajuan perusahaan atau organisasi. Penilaian kinerja merupakan suatu evaluasi dari apa yang telah dikerjakan oleh pekerja dan dibandingkan dengan target/standar yang telah ada. Ada tiga cara untuk menilai suatu kinerja yaitu, kriteria, metode, dan subjektivitas penilai. Ada dua kriteria yaitu objektif dan subjektif. Kriteria objektif menilai individu berdasarkan kuantitas atau jumlah pekerjaan yang telah dilakukan (jumlah produksi, jumlah kesalahan) ataupun hal lain yang dapat dihitung secara objektif. Kriteria subjektif menilai individu berdasarkan kualitas individu itu sendiri (seperti, kemampuan, ilmu pengetahuan, skill, penguasaan). Ada dua metode yaitu metode komparatif dan metode individu. Metode komparatif merupakan metode yang membandingkan individu dengan individu yang lain (ranking, paired comparison, forced distribution). Ranking merupakan metode komparatif yang mengurutkan individu dari yang terbaik hingga yang terburuk. Paired comparison adalah metode komparatif yang membandingkan individu secara berpasangan dengan individu lainnya, individu yang paling banyak mendapatkan kategori terbaik merupakan individu terbaik. Forced distribution merupakan  metode komparatif yang klasifikasikan beberapa nilai dalam satu klasifikasi (mis. 80-100 = A). Metode individu adalah metode yang tidak membandingkan individu (rating, checklist). Rating merupakan metode individu yang menilai seberapa baik individu tersebut tanpa membandingkannya dengan orang lain, berdasarkan kinerjanya sendiri dan kesesuaian dengan target/standar yang telah ada (mis. nilai seorang individu adalah 75 dari 100 atau dengan skala baik, tidak baik). Checklist merupakan metode individu yang menilai kesesuaian pekerjaan individu dengan pekerjaan yang telah ditugaskan. Berdasarkan kriteria objektif dan subjektif adanya pengukuran menggunakan key performance indicator dan kompetensi. Key performance indicator digunakan untuk mengukur kriteria objektif berdasarkan jumlah/ kuantitas. Sedangkan kompetensi mengukur kriteria subjektif berdasarkan pengetahuan/kompetensi dengan menggunakan checklist ataupun skala likert.

Pembobotan kedua aspek tersebut tergantung sesuai kebutuhan penilaian misalnya, seorang artis lebih diutamakan kompetensinya sebagai pemain drama/film dibandingkan dengan KPI-nya (seberapa banyak jumlah film yang dimainkan). Sehingga pembobotan akan lebih tinggi pada aspek kompetensi. Hasil penilaian kinerja dapat digunakan sebagai evaluasi karyawan. Apakah karyawan tersebut harus diberi bonus, kenaikan gaji, atau bahkan training untuk meningkatkan skill nya dalam bekerja. Hasil penilaian kinerja juga dapat digunakan untuk memotivasi pekerja untuk lebih giat, mempertahankan, bahkan meningkatkan kinerjanya. Kesalahan dal penilaian kinerja terdapat pada alat tesnya (karena tidak valid) atau pada subjektivitas penilai. Ada beberapa hal menjadikan penilai subjektif. Centrral tendency yang membuat penilai lebih melihat ke tengah (biasa-biasa saja atau sedang-sedang saja) tidak terlalu baik juga tidak terlalu buruk. Leniency effect yang membuat penilai melihat semua individu ialah baik. Sehingga ia akan menilai semua orang baik. Severity effect yang membuat penilai melihat semua individu ialah buruk. Sehingga ia akan menilai semua orang buruk. Recency effect adalah penilai yang hanya menilai berdasarkan kejadian yang baru saja terjadi tidak dengan kejadian di masa lampau.

Demikian kesan, saran, serta materi yang ditulis kembali dari memori. Merci.
Au revoir

sunia f. azmi