Jumat, 09 Mei 2014

Motivasi Kerja

Assalamualaikum Wr.Wb.
Hallo Guys...
Kali ini saya akan mencoba sharing mengenai materi yang dibahas di kelas PIO pada tanggal 8 Mei 2014 kemarin. Walaupun saya tidak bisa menghadiri kelas tutoring pada hari kemarin, tapi saya akan mencoba untuk mengulas  materi yang ada.
Dalam mencapai keberhasilan dari tujuan yang dicapai dibutuhkan dorongan yang kuat untuk mencapai keberhasilan tersebut. Dorongan tersebut kita sebut dengan motivasi. Apabila seseorang sudah termotivasi dalam melakukan sesuatu, biasanya rintangan seberat apapun bukan menjadi masalah yang berat dan mampu teratasi dengan baik. Hal itu pun juga berlaku dalam dunia pekerjaan. Sebagai seorang karyawan atau individu yang memiliki jabatan tertentu pastinya memiliki beban dan tanggung jawab dalam menjalankan pekerjaannya.Lalu bagaimana individu tersebut mampu menyelesaikan tugas yang ada dengan baik ?
Hal ini lah yang akan kita bahas....
MOTIVASI KERJA dan DESAIN KERJA
Motivasi kerja sendiri adalah proses yang mengarahkan intensitas, arah, dan ketekunan usaha individu dalam mencapai tujuan organisasi
Teori motivasi kerja sendiri ada banyak diantaranya teori yang didasarkan pada kebutuhan, perilaku, kognitif, dan  desain pekerjaan.
salah satu yang akan dibahas adalah teori motivasi kerja berdasarkan  kognitif yang terdiri dari teori keadilan (equity theory) dan teori pengharapan (expetancy-VIE-theory). Teori keadilan menyatakan bahwa karyawan termotivasi  oleh keinginan untuk diperlakukan adil. Bagaimana cara mengetahui keadilan yakni dengan membandingkan input-outcome diri sendiri dengan input-outcome karyawan lain. Ketidakadilan yang dialami karyawan bisa dirasakan karena digaji kurang (inequity underpayment) atau bahkan digaji lebih (inequity overpayment).
Selain itu juga tersapat teori pengharapan/ekspektasi yang menjelaskan bahwa karyawan adalah mahluk rasional yang suka memperhitungkan untung dan rugi dalam bertindak.. Terdapat tiga komponen dari teori ekspetasi yaitu valence, instrumentality, dan expectacy (VIE).
Adapula teori yang membahas motivasi kerja berdasarkan desain pekerjaan yang terdiri dari teori dua faktor Hezberg dan job characteristic model.
Dalam teori dua faktor Hezberg terdapat faktor yang menyebabkan kepuasan kerja (motivator) dan faktor yang apabila tidak ada dapat menyebabkan ketidakpuasan kerja. Disamping itu juga terdapat job characteristic model yang menekankan bahwa terdapat aspek-aspek dari pekerjaan yang  mempengaruhi  terbentuknya motivasi kerja. Menurut Hackman & Oldman karyawan harus mengalami 3 kondisi psikologis agar termotivasi kerja, anatara lain merasa pekerjaannya bermakna, ada rasa tanggung jawab terhadap pekerjaan, dan mengetahui hasil akhir dari pekerjaan. Kondisi tersebut dapat tercapai apabila seseorang mengalami lima karakteristik pekerjaan, antara lain variasi tugas, identitas tugas, signifikansi tugas, otonomi, dan feedback.
Melalui teori desain kerja akhirnya memunculkan pemahaman baru untuk memotivasi karyawan, yaitu dengan mendesain ulang jabatan (redesign job) dan pengaturan alternatif tugas (alternative work arrangements).
Nah...dengan ulasan diatas sudah dapat dimengerti kan tentang motivasi kerja itu seperti apa maksudnya..
Sekian dulu yang bisa saya sampaikan..
Terimakasih...
Wassalamualaikum Wr.Wb.

0 komentar:

Posting Komentar