Jumat, 16 Mei 2014

Siapa Bilang Gak Bisa Kuliah Sambil Hang Out ?

Assalamualaikum Wr.Wb
Hai Guys..
Kali ini saya akan berbagi pengalaman mengenai kuliah lapangan Psikologi Industri dan Organisasi (PIO). Kuliah yang bisa dibilang sekalian jalan-jalan kemarin itu dilakukan di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan yaitu Gandaria City. Tugas yang diberikan selama perkuliahan cukup banyak namun tidak terasa karena feel yang dirasakan bukan kuliah melainkan sedang hang out bersama. Namun, tidak hanya itu saja yang membuat kuliah di Gancit menjadi berkesan. Pada kuliah lapangan kemarin, saya berkesempatan untuk menjelaskan materi mengenai Kepemimpinan.

Pengalaman untuk mempersentasikan materi atau menjelaskan materi di depan teman-teman sebenarnya sudah tidak asing lagi. Dalam perkuliahan dikampus juga sering dilakukan apabila harus mempersentasikan tugas di depan kelas. Namun yang menjadi berbeda adalah tempat atau lokasi dimana kita menjalani perkuliahan. Walaupun jalannya pemberian materi tidak dilakukan dilakukan di arean pertokoan di dalam mall melainkan di masjid, akan tetapi hal tersebut menjadi sedikit beban karena takut mengganggu pengunjung lain untuk beribadah. Awalnya perkuliahan dapat berjalan dengan tenang, namun semakin hidup aktivitas diskusi dimasing-masing kelompok menjadikan sedikit kegaduhan. Alhasil salah satu pengunjung menegeluhkan hal tersebut. Mungkin hal tersebut dapat menjadi pembelajaran untuk tetap menjaga ketertiban dan kenyamanan pengunjung lainnya.

Sebelum saya memberikan materi Kepemimpinan dalam Organisasi, kami kelompok Ceriwis mendapat pemberian materi mengenai Perilaku Konsumen oleh Chafira De Nada. Secara keseluruhan materi yang disampaikan cukup jelas dan tidak berbelit-belit sehubungan waktu yang tersedia juga cukup sempit. Untuk lebih jelasnya akan saya ulas rangkuman dari materi Perilaku Konsumen yang dilanjutkan dengan Kepemimpinan.

Perilaku Konsumen

Perilaku konsumen merupakan ilmu yang mempelajari perilaku yang ditunjukan oleh konsumen mulai dari mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi, hingga membuang produk atau jasa yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan.
Sejaran perilaku konsumen berawal dari marketing concept (1950) yang memuat konsep produksi, produk, dan penjualan.
Konsep produksi  berpandangan bahwa konsumen berminat pada produk yang sudah tersedia dan harganya murah/terjangkau.Dicetuskan Hery Ford melalui assembly line.
Konsep produk memandang bahwa konsumen hanya berminat pada produk yang menawarkan  kualitas terbaik, performa terbaik, dan fitur terlengkap.
Konsep penjualan yaitu dimana marketer membujuk konsumen untuk membeli produk yang sudah dibuat oleh perusahaan.
Sedangkan konsep penjualan adalah perusahaan mencari tahu kebutuhan konsumen baru kemudian dibuat produk sesuai kebutuhan konsumen.
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi pembelian antara lain faktor sosial, budaya, personal, dan psikologis.
Dalam melihat segmentasi pasar dapat dilihat melalui beberapa metode antara lain, demografis, geografis, behaviouristis, dan psikografis. Tidak hanya itu segmentasi pasar juga memiliki beberapa kriteria yaitu dapat diukur, cukup besar, dapat diakses, dan dapat diambil tindakan.
Untuk mengimplementasikan konsep penjualan terdapat market targeting dan positioning. Market targeting yaitu pemilihan/segmen pasar ditentukan perusahaan. Sedangkan positioning memberikan gambaran kelebihan produk yang dimiliki dibanding produk lain kepada konsumen.
Untuk memenuhi target pasar perusahaan biasanya akan melakukan marketing mix, bisa berupa 4P (product, price, promotion, and place)  atau 7P (product, price, promotion, place, physical environment, process, and people)
Dalam proses pembelian terdapat beberapa tahap antara lain pengenalan masalah, pencarian informasi, evaluasi alternatif, dan keputusan pembelian.

Kepemimpinan

Memimpin (leadership) dan mengelola (managmet) dalam perusahaan pada dasarnya memiliki pengertian yang berbeda. Memimpin  yaitu bagaimana cara untuk merubah dan mengarahkan bawahan agar dapat satu visi dalam mencapi tujuan. Sedangkan manajemen memastikan operasional dapat berjalan dengan baik.
Dengan kata lain leadership merupakan  seni untuk merubah seseorang sesuai dengan pemimpin mau tanpa ada rasa menggurui.
PIO butuh untuk mempelajari kepemimpinan karena keberhasilan organisasi dipengaruhi pemimpinannya. Pemimpin yang dibutuhkan harus memiliki kombinasi 2 karakteristik, yaitu karakteristik kepemimimpinan yang kuat dan manajerial yang efektif.
Terdapat beberapa teori dasar kepemimpinan antara lain :
  •  Teori Trait : seorang pemimpin memiliki trai yang berbeda dengan bukan pemimpin. extraversion dianggap paling efektif namun tidak terlalu efektif sebagai pemimpin
  • Teori Perilaku : perilaku pemimpin berbeda dengan bukan pemimpin. Trait berdeda dengan perilaku. Trait bersifat gifted sedangkan perilaku dapat dipelajari.
  • Teori Kontingensi : tergantung pada berbagai faktor situasional. Fiedler Contingency Model (FCM) menyebutkan kepemimpinan yang efektif merupakan kecocokan antara gaya memimpin dan aspek situasi (hubungan atasan-bawahan, struktur tugas, kekuatan posisi). Hersey-Blanchard Situational Leadership Theory (SLT) mnryatakan bahwa kepemimpinan tegantung pada pemilihan gaya kepemimpinan yang tepat yang dipengaruhi oleh kemauan dan kemampuan bawahan. House-Path (Goal Theory) menyatakan bahwa pemimpin bertugas menyediakan berbagai sumber informasi da fasilitas untuk mencapau tujuan.
  • Vroom-Jago (Leader Participation Model) : efektifitas kepemimpinan terlihat dari partispasi pemimpin dalam mengambil keputusan. Terdapat beberapa gaya dalam mengambil keputusan antara lain authority decision(keputusan berasal dari pemimpin itu sendiri), consultive decision(keputusan didiskusiakan terlebih dahulu), group decision (kelompok yang membantu pemimpin dalam mengambil keputusan).
Oke sekian yang bisa saya sharing, semoga bermanfaat. Terimakasih..
Have a nice week end....
Wassalamualaikum Wr.Wb. 

 

0 komentar:

Posting Komentar