Haii Haii guys
Selamat malam
Salam cinta hangat dan salam cinta untuk kita semua :*
Hari ini diriku bagaikan penulis professional cantik yang
lagi dikejar-kejar deadline. Why? Karena hari ini aku mencoba menerbitkan dua
tulisan sekaligus. Pada tulisan ini diriku akan berbagi cerita tentang dua materi
kuliah sekaligus yang diperoleh dari tempat yang tidak biasa. Percaya atu
tidak, aku dan teman lainnya di kelas PIO mengikuti perkuliahan di masjid salah
satu mall di Jakarta Selatan. Coba tebak mall apakah itu?? hayoooo.. baiklah
dari sekian banyak mall yang ada di Jakarta, hanya ada satu mall yang kami
datangi untuk menerima ilmu tentang “Perilaku konsumen & Kepemimpinan”. Nama
mall itu tak lain dan tak bukan adalaaahhh Gandaria City atau disingkat menjadi
Gancit. Yeaaahhh :D
Belajar di mall adalah revolusi dari metode belajar yang
dirancang oleh dosen kami agar mahasiswanya lebih semangat dan tidak bosan
dengan metode belajar yang monoton di kelas (duduk, diam, dengar, catat). Kalo cinta
bisa berevolusi kenapa metode belajar tidak, iya ga? Belajar di Gancit sangat
menyenangkan karena saya sekelompok dengan orang-orang yang menyenangkan,
sempat menjadi artis sesaat bareng Andi Ulfa, jatoh-jatohan + dance dikit di
dalam TJ pas pulang bareng Ka Edta, Zenny, & Sunia, Mengamati kegagahan
setiap cowok yang stylenya korea banget (alhasil diriku harus jatuh cinta
berkali-kali), dan berbagi cerita dengan mbak Wina (wanita yang memiliki peranan
penting dalam kemunculan Susu Friso di Indonesia). Ohh.. iya berkat PIO kali
ini maka bertambahlah satu list dalam daftar “mall yang pernah dikunjungi uny
semasa hidup”. Hahahahah :D Semuanya indah
kecuali pengalaman ditegur imam masjid karena kami masih tetap berdiskusi &
tidak lekas shalat meskipun adzan shalat dzuhur telah berkumandang. Yahh.. emang
sih kita salah, tapi negurnya bisa halusan dikit kalee dan ga pake ngejudge. Hikss..
hikss :’(
Aktivitas kami di Gancit melakukan sebuah eksperimen di beberapa toko yang telah ditentukan untuk setiap kelompok. jadi untuk memahami perilaku konsumen kami mendapat tugas untuk mencaritahu beberapa hal melalui observasi dan wawancara pada beberapa pegawai didalam toko secara rahasia (aduhh berasa agen rahasia) dan juga customer yang mengunjungi toko tersebut. Selain berakting, kami juga kedatangan tabu istimewa yaitu mbak Wina yang menjadi narasumber untuk memahami materi kepemimpinan. Beliau berbagai cerita tentang pengalamannya sebagai pemimpin dan sempat promosi juga. hehehehe :D
Kebetulan perilaku konsumen dijelaskan oleh diriku sendiri
dan materi kepemimpinan oleh Zenny. Entah mengapa materi perilaku konsumen yang
aku bawain memakan waktu yang cukup singkat. Entah aku yang ngomongnya
kecepetan kayak dikejar anjing karena ketakutan waktunya ga cukup atau emang
kelompok lain yang slow motion. Terlepas
dari itu semua aku harap mereka bisa memahami materinya. Awal munculnya
perilaku konsumen itu sendiri berakar dari marketing
concept. Hal ini terus berkembang dengan satu tujuan yaitu menjawab
pertanyaan “Apa yang mempengaruhi konsumen membeli sebuah produk?”. Penting mempelajari perilaku konsumen untuk
menjaga kelangsungan produk yang ditawarkan oleh produsen bersangkutan. Perilaku
konsumen itu sendiri bukanlah hal yang sederhana tetapi sesuatu yang kompleks
karena ada banyak faktor yang berperan didalamnya. Mengingat konsumen adalah
manusia yang pada dasarnya berbeda satu sama lain hal ini tentu saja
menyulitkan produsen menjual produk yang dibutuhkan oleh konsumen yang
berbeda-beda tersebut. Tapi tenang ditengah perbedaan itu tetap ada kesamaan. Kesamaan
inilah yang kita gunakan untuk mengelompokkan konsumen ke beberapa kategori
untuk mempermudah memahami perilaku konsumen yang masih menjadi tanda Tanya.
Setelah membahas materi perilaku konsumen kami langsung
beralih ke materi kepemimpinan yang dibawakan oleh Zenny. Zenny mampu mengemas
materi kepemimpinan yang kaya akan teori dan terlihat rumit menjadi lebih simple.
Ada banyak teori tentang kepemimpinan dan setiap pemimpin memiliki gaya nya
masing-masing dalam memimpin anggotanya. Sama seperti konsumen diatas, pemimpin
adalah manusia yang berbeda dengan manusia lainnya. Banyak teori kepemimpinan
yang muncul untuk mencari tahu karakter pemimpin ataupun gaya kepemimpinan yang
efektif untuk diterapkan diberbagai kelompok berbeda. Namun sampai saat ini hal
itu belum juga menemukan titik terang karena semuanya bergantung pada faktor
situasional dan faktor lainnya seperti perbedaan karakter antara pemimpin dan
anggota kelompoknya ataupun perbedaan antara pemimpin & anggota kelompok satu
dengan kelompok lainnya. Setiap individu terlahir sebagai pemimpin jadi jangan
pernah takut untuk memulai memimpin karena sejak lahir kita adalah bibit unggul
yang telah berjuang menyingkirkan bibit lain untuk lahir dan melihat dunia yang
kaya akan pengalaman ini.
Pada dasarnya kita adalah individu yang berbeda. Beda itu
indah dan bukan bencana. Perbedaan itulah yang membuat kita unik, special, dan
langka. Jadi readers banggalah pada dirimu sendiri, percayalah pada
kemampuanmu, dan pertahankan keunikanmu karena dirimu special dan terlalu
berharga untuk disia-siakan. Tetaplah percaya diri dan hadapi semuanya sengan
senyuman :D
Well.. sekian untuk hari ini.
Sampai jumpa di tulisan selanjutnya yah.
Enjoy your day guys :*
Nur Wahyuni Rauf






0 komentar:
Posting Komentar