Sabtu, 17 Mei 2014

Gee :O PIO in Gancit?? Just Do It Guys :D

Haii Haii guys
Selamat malam
Salam cinta hangat dan salam cinta untuk kita semua :*
Hari ini diriku bagaikan penulis professional cantik yang lagi dikejar-kejar deadline. Why? Karena hari ini aku mencoba menerbitkan dua tulisan sekaligus. Pada tulisan ini diriku akan berbagi cerita tentang dua materi kuliah sekaligus yang diperoleh dari tempat yang tidak biasa. Percaya atu tidak, aku dan teman lainnya di kelas PIO mengikuti perkuliahan di masjid salah satu mall di Jakarta Selatan. Coba tebak mall apakah itu?? hayoooo.. baiklah dari sekian banyak mall yang ada di Jakarta, hanya ada satu mall yang kami datangi untuk menerima ilmu tentang “Perilaku konsumen & Kepemimpinan”. Nama mall itu tak lain dan tak bukan adalaaahhh Gandaria City atau disingkat menjadi Gancit. Yeaaahhh :D

Belajar di mall adalah revolusi dari metode belajar yang dirancang oleh dosen kami agar mahasiswanya lebih semangat dan tidak bosan dengan metode belajar yang monoton di kelas (duduk, diam, dengar, catat). Kalo cinta bisa berevolusi kenapa metode belajar tidak, iya ga? Belajar di Gancit sangat menyenangkan karena saya sekelompok dengan orang-orang yang menyenangkan, sempat menjadi artis sesaat bareng Andi Ulfa, jatoh-jatohan + dance dikit di dalam TJ pas pulang bareng Ka Edta, Zenny, & Sunia, Mengamati kegagahan setiap cowok yang stylenya korea banget (alhasil diriku harus jatuh cinta berkali-kali), dan berbagi cerita dengan mbak Wina (wanita yang memiliki peranan penting dalam kemunculan Susu Friso di Indonesia). Ohh.. iya berkat PIO kali ini maka bertambahlah satu list dalam daftar “mall yang pernah dikunjungi uny semasa hidup”. Hahahahah :D Semuanya indah kecuali pengalaman ditegur imam masjid karena kami masih tetap berdiskusi & tidak lekas shalat meskipun adzan shalat dzuhur telah berkumandang. Yahh.. emang sih kita salah, tapi negurnya bisa halusan dikit kalee dan ga pake ngejudge. Hikss.. hikss :’(

Aktivitas kami di Gancit melakukan sebuah eksperimen di beberapa toko yang telah ditentukan untuk setiap kelompok. jadi untuk memahami perilaku konsumen kami mendapat tugas untuk mencaritahu beberapa hal melalui observasi dan wawancara pada beberapa pegawai didalam toko secara rahasia (aduhh berasa agen rahasia) dan juga customer yang mengunjungi toko tersebut. Selain berakting, kami juga kedatangan tabu istimewa yaitu mbak Wina yang menjadi narasumber untuk memahami materi kepemimpinan. Beliau berbagai cerita tentang pengalamannya sebagai pemimpin dan sempat promosi juga. hehehehe :D

Kebetulan perilaku konsumen dijelaskan oleh diriku sendiri dan materi kepemimpinan oleh Zenny. Entah mengapa materi perilaku konsumen yang aku bawain memakan waktu yang cukup singkat. Entah aku yang ngomongnya kecepetan kayak dikejar anjing karena ketakutan waktunya ga cukup atau emang kelompok lain yang slow motion. Terlepas dari itu semua aku harap mereka bisa memahami materinya. Awal munculnya perilaku konsumen itu sendiri berakar dari marketing concept. Hal ini terus berkembang dengan satu tujuan yaitu menjawab pertanyaan “Apa yang mempengaruhi konsumen membeli sebuah produk?”.  Penting mempelajari perilaku konsumen untuk menjaga kelangsungan produk yang ditawarkan oleh produsen bersangkutan. Perilaku konsumen itu sendiri bukanlah hal yang sederhana tetapi sesuatu yang kompleks karena ada banyak faktor yang berperan didalamnya. Mengingat konsumen adalah manusia yang pada dasarnya berbeda satu sama lain hal ini tentu saja menyulitkan produsen menjual produk yang dibutuhkan oleh konsumen yang berbeda-beda tersebut. Tapi tenang ditengah perbedaan itu tetap ada kesamaan. Kesamaan inilah yang kita gunakan untuk mengelompokkan konsumen ke beberapa kategori untuk mempermudah memahami perilaku konsumen yang masih menjadi tanda Tanya.

Setelah membahas materi perilaku konsumen kami langsung beralih ke materi kepemimpinan yang dibawakan oleh Zenny. Zenny mampu mengemas materi kepemimpinan yang kaya akan teori dan terlihat rumit menjadi lebih simple. Ada banyak teori tentang kepemimpinan dan setiap pemimpin memiliki gaya nya masing-masing dalam memimpin anggotanya. Sama seperti konsumen diatas, pemimpin adalah manusia yang berbeda dengan manusia lainnya. Banyak teori kepemimpinan yang muncul untuk mencari tahu karakter pemimpin ataupun gaya kepemimpinan yang efektif untuk diterapkan diberbagai kelompok berbeda. Namun sampai saat ini hal itu belum juga menemukan titik terang karena semuanya bergantung pada faktor situasional dan faktor lainnya seperti perbedaan karakter antara pemimpin dan anggota kelompoknya ataupun perbedaan antara pemimpin & anggota kelompok satu dengan kelompok lainnya. Setiap individu terlahir sebagai pemimpin jadi jangan pernah takut untuk memulai memimpin karena sejak lahir kita adalah bibit unggul yang telah berjuang menyingkirkan bibit lain untuk lahir dan melihat dunia yang kaya akan pengalaman ini.

Pada dasarnya kita adalah individu yang berbeda. Beda itu indah dan bukan bencana. Perbedaan itulah yang membuat kita unik, special, dan langka. Jadi readers banggalah pada dirimu sendiri, percayalah pada kemampuanmu, dan pertahankan keunikanmu karena dirimu special dan terlalu berharga untuk disia-siakan. Tetaplah percaya diri dan hadapi semuanya sengan senyuman :D

Well.. sekian untuk hari ini.
Sampai jumpa di tulisan selanjutnya yah.
Enjoy your day guys :*

Nur Wahyuni Rauf

0 komentar:

Posting Komentar