Haii teman temaann hihii.
Haapp happp!! Semangatt yaa semangaatt.
Hahahhaa
Hari kamis lalu, merupakan kamis yang agak berat bagi saya. Perispan kuis yang gak oke, dan kesehatan yang kurang. Hikss
Rabu malam saya sampai rumah jam 10 akibat jalanan jakarta yang gak selebar daon kelorr -,- errghh ya bgitulah. Alhasil sampe rumah *blek langsung bobo cantik di ruang tamu sampe pagi. Hebat gak tuh hahahhhaaa.
Tapi sudah berusaha sebaik mungkin buat kuis kali ini. Kirain saya konseling kuis eeh taunya engga. Dah gtu saya juga presentasi dikelas konseling. Yuppp, lengkap audah hari itu hahahhaaa.
Okehh, di PIO terakhir ini saya dan temen-temen membahas tentang pengembangan organisasi.
Membahas pengembangan organisasi berkaitan dengan perubahan. Ada beberapa tantangan yang harus dihadapi oleh suatu organisasi antara lain sumber daya alam, perkembangan teknologi, laju ekonomi, kompetisi bisnis, tren sosial, dan politik. Tantangan-tantangan ini seharusnya dapat dilalui dengan baik dan sistematis agar dapat mencapai kondisi yang efektif. Lalu apa kaitannya dengan pengembangan organisasi ?
Pengembangan organisasi sendiri adalah kegiatan yang melibatkan seluuh elemen organisasi, dikelola oleh manajemen puncak, untuk meningkatkan efektifitas organisasi melalui intervensi yang berbasis ilmu perilaku. Jadi, menurut saya tantangan -tantangan yang dilalui oleh organisasi seharusnya dapat membuat perkembangan organisasi berjalan baik jika dilakukan dengan sistematis dan melalui intervensi yang berbasis ilmu perilaku.
Salah satu model pengembangan organisasi adalah action research. Pengertiannya adalah suatu proses perubahan organisasi yang dimulai dengan pengumpulan data atau permasalahan organisasi secara sistematis hingga pemilihan solusi yang paking tepat untuk mengatasi permasalahan organisasi.
Ada 4 tahap action research. :
1. Entering and constracting
Disini, pihak manajemen perusahaan mengkomunikasikan kepada konsultan mengenai masalah yang terjadi.
2. Diagnosing
Tahap ini konsultan mengumpulkan data dari organisasi untuk mengetahui sebab dari permasalahan. Pada bagian ini, ada beberapa level dalam pengumpulan organisasi yaitu :
A. Level organisasi : disini pihak konsultan mengumpulkan informasi dari dalam organisasi seperti teknologi yang dipakai, bagaimana pengelolaannya, struktur organisasi, sistem pengukuran keberhasilan organisasi, dan sistem manajemen sdm.
B. Level kelompok : disini diagnosa masalah dilajukan pada level kelompok atau divisi kerjanya. Misalnya sejauh apa anggota divisi mengerti atau memahami tugas-tugasnya, bagimana penyebaran demografisnya, dan norma kelompok.
C. Level individu : diagnosa dilakukan dengan indivisu atau pekerja itu sendiri. Hal yang digali yaitu karakteristik kepribadian, karakteriatik jabatan,
Pengumpulan datanya juga dengan beberapa cara seperti wawancara, observasi, kuesioner ataupun melalui data -data atau berkas yang disimpan oleh organisasi.
3. Planning and implementing change
Disini penyebab dari masalah salam organisasi telah diketahui, lalu rencana -rencana harus dibuat serta intervensi apa yang akan diterapkan guna menyelesaikan masalah.
4. Evaluating and institutioning
Setelah inervensi diterapkan, hasilnya dievaluasi melalui bagaimana respon anggota terhadap perubahan yang dirasakan.
Laku, permasalahan apa yang terjadi biasanya dan bagaimana interensinya ?
1. Isu strategis
Mengenai isu-isu bagaimana kelangsungan perusahaan salam mencapai visi organisasi,
Inervensi : strategic intervention yaitu dengan akusisi dan merger, pengeluaran produk baru, dan pembentukan budaya organisasi.
2. Teknologi dan struktur.
Mengenai bagaimana membuat struktur dan pembagian tugas yang baik ; bagaimana desain pekerjaan yang memudahkan kordinasi dalam bekerja,
Intervensi : technostructural intervention yaitu dengan downsizing, restrukturisasi, dan redesign job
3. Sistem pengelolaan sdm
Bagimana membangun sistem HRD yang handal
Intervensi : HRM intervention yaitu sistem penilaian kerja, sistem reward, sistem pengembangan karir.
4. Hubungan sosial
Hubungan antar individu dengan kelompok kerja
Intervensi : human process intervention yaitu process consultant, training, team building
Bagimana kita bisa tau keberhasilan intervensi ?
Yaitu dilihat dari kesiapan berubah anggota, tingkat ketisakpuasan anggota, ketersediaan sdm, komitmen manajemen, kemampuan berubah, konteka budaya organisasi, kemampuan menerapkan intervensi.
Naahh begitulaah kira kira yang saya temen-temen pelajarin. Bagi saya yang mengikuti organisasi tentu ini berguna. Merubah suatu sistem tentu tidak mudah. Perlu kemauan dan kemampuan serta dasar yang kuat. Permasalahan yang dihadapi juga gak jauh jauh tuh dri yang udah dijelasin. Hemmm, okedeh.
Thanks to my team and mrs. Nuri.






0 komentar:
Posting Komentar