Senin, 26 Mei 2014

Apa sih pengembangan organisasi itu?

Selamat hari senin readers, hari pertama di minggu ini tapi jadi pertemuan terakhir di kuliah PIO dan blog project ini huuhuu.
Ga kerasa ya, udah satu semester aja kita lewatin. Banyak banget kesan saya ketika kuliah, baik mata kuliah PIO maupun mata kuliah lain. Semua memberi kesannya masing-masing. Khusus PIO, kesannya secara keseluruhan, terima kasih banget buat ibu dosen yang udah membimbing kita selama satu semester ini. Semoga ilmu yang ibu berikan bisa bermanfaat untuk kita semua kedepannya. Amiin. Kalo kesan buat hari ini, secara pribadi, karena saya lagi kurang fit, jadi rada ga konsen sama materi yang diberikan tadi. Apalagi waktu kuis, huaaa ngeblank. Emang bener ya kata pepatah "di dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang kuat".
Itu juga jadi salah satu hambatan saya. Padahal niat berangkat dari rumah udah "Bismillahirrohmanirrohim" tapi perut, pinggang, kaki, kepalanya kurang mendukung saya buat menjalani hari ini. Sedih deh :(
But, cukup kesedihannya sampai hari ini aja. Selanjutnya, saya harus move on. Bagaimanapun, masih ada UAS yang masih menanti. Selama masih bisa saya perbaikin dan bisa menghasilkan yang lebih baik, kenapa engga? :) #PrayForUAS

Ketika blog ini dibuat, alhamdulillah kondisi saya udah mendingan. Jadi saya siap buat mengulang materi yang diberikan tadi, kalau ada kesalahan, mohon koreksinya ya.
Tadi materinya tentang pengembangan organisasi. Itu tentang kegiatan/usaha yang direncanakan, dengan melibatkan seluruh elemen organisasi, dikelola oleh manajemen puncak, untuk meningkatkan efektivitas organisasi melalui intervensi yang berbasis ilmu perilaku. Nah dalam pengembangan organisasi itu ada modelnya, yaitu Action Research yang merupakan sebuah proses yang terus berputar. Mulai dari entering and contracting (mengkomunikasikan keluhan/masalah yang terjadi), diagnosis (memaparkan dan mengumpulkan data untuk mengetahui sebab dari permasalahan), planning and implementing reasearch (merumuskan rencana intervensi yang akan diterapkan), serta evaluation and institutionalizing (melakukan evaluasi terhadap perubahan).

Untuk meningkatkan efektifitasnya (sesuai definisi tadi), diperlukan intervensi. Adapun intervensinya antara lain:
1. Isu strategis. Digunakan apabila terdapat permasalahan dalam mencapai visi perusahaan atau keberlangsungan perusahahaan dibutuhkanlah isu strategis ini. Contohnya, perusahaan A mencoba untuk merubah logonya yang bertujuan agar perusahaannya tetap maju.
2. Teknologi dan struktur. Ketika ada permasalahan terkait dengan meningkatkan efektivitas sistem kerja di perusahaan, digunakanlah intervensi ini. Misalnya, redesign job pada karyawan agar mereka tidak merasa bosan
3. Sistem pengelolaan SDM. Untuk permasalahan seputar membangun sistem HRD yang efektif. Misalnya dari sistem pengembangan karir yang dikelola dengan sebaik-baiknya
4. Permasalahan hubungan sosial. Apabila ada masalah yang timbul dari hubungan antar individu maupun individu dengan kelompok, intervensi ini dapat digunakan. Contohnya mengadakan training komunikasi agar komunikasi karyawan berjalan dengan efektif.

Alhamdulillah, itu saja yang bisa saya sampaikan. Semoga bermanfaat bagi readers sekalian. Well, secara keseluruhan, saya minta maaf ya kalo ketikan saya pernah menyakiti readers sekalian karena kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT. Sekali lagi, semangat yaa psychofame buat UASnya, semoga kita semua diberikan kelancaran dalam menjawabnya. Amiin

With love,
Andi Ulfa Fitriani

0 komentar:

Posting Komentar