Jumat, 16 Mei 2014

Belajar di Gandaria City, Memang Luar Biasa

Assalamualaikum Wr. Wb
Ini tulisan saya yang ke empat diblog ini. Kali ini saya bakal banyak sharing karena kemarin adalah pengalaman pertama saya untuk bisa belajar dan terjun langsung di mall :).. Baiklah, kuliah kali ini sangat berbeda dari biasanya, soalnya dilakukan di hari libur (tanggal merah) dan bukan di kampus yang bikin bosan.. tapi di Mall Gandaria City, selain refreshing sekaligus ganti suasana cara belajar hehe. Jujur, saya sangat suka dengan sistem belajar kemarin. Walau pun bebas tapi inti dari dua materi yang dijelaskan sangat nempel di kepala :)

Hebatnya lagi, tim ceriwis terlambat satu jam hahaha. Saya bareng semobil dengan Wulan, Yanti, Chafira dan Betasca. Yang dijadwal harusnya jam 9 kita baru datang jam 10. Untungnya kita belum terlambat. Sampai disana, Chafira langsung mempresentasikan materi "Perilaku Konsumen", serta Euis yang mempresentasikan materi "Kepemimpinan"..
Pertama, Chafira menjelaskan tentang apa itu Perilaku Konsumen?
Perilaku konsumen adalah Ilmu yang mempelajari perilaku yang ditunjukkan oleh konsumen mulai dari mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi, hingga membuang produk atau jasa yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan mereka.
Di perilaku konsumen ada 4 pendekatan yang menjelaskan alasan produsen mengeluarkan produk, yaitu: ada Product Concept, production concept, selling concept dan marketing concept.

Maksudnya..
1. Product concept: Produsen membuat barang dengan asumsi bahwa konsumen itu berminat pada produk yang murah, terjangkau dan mudah didapat.
2. Production concept: Berasumsi bahwa konsumen hanya mau membeli produk yang menawarkan kualitas terbaik, performa terbaik, dan fitur terlengkap.
3. Selling concept: Mulai adanya konsep membujuk untuk membuat konsumen tertarik untuk membeli sesuatu.
4. Marketing concept: kalau marketing concept ini dimana produsen melihat dahulu kebutuhan konsumen baru membuat sebuah produk.

Selanjutnya, ada Market segmentation yaitu proses membagi pasar kedalam kategori dimana konsumen memiliki kesamaan kebutuhan. Bisa dilihat melalui metode demografis (usia, gender, dll), geografis (daerah), behavioristis (manfaat yang dicari), dan psikografis (gaya hidup dan kepribadian) :)

Saya juga belajar tentang Marketing targeting dan positioning. Market targeting, pemilihan satu atau lebih segmen pasar yang akan ditargetkan perusahaan. Positioning, proses mengembangkan gambaran tertentu dari sebuah produk atau jasa ke dalam benak konsumen, apakah sudah mengkomunikasikan fungsi produk. Selain itu, terdapat Marketing Mix, yaitu seperangkat alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk mencapai tujuan pemasaran dalam memenuhi target pasarnya dengan pengembangan 7P (Product, Price, Promotion, Place, Physical environment, Process, People).


Kelompok kami mendapat kocokan dari bu Nuri yaitu di Coconut Island. Letaknya berada di UG di koridor agak ke dalam sehingga kami juga susah mencari store nya waktu itu karena tertutup dengan toko yang hendak dibuka juga. Disana saya berperan sebagai konsumen dengan Fikri dan sayangnya SPG disana kurang komunikatif, sehingga konsumen lebih aktif bertanya dibanding SPG nya yang menjelaskan. Namun brand ini sangat menggambarkan cultural Brazil. Produk yang dijual ada t-shirt, celana jins dan baju anak-anak.. Store nya sepi dan hanya ada beberapa konsumen saja yang datang. Ada yang membeli dan ada yang sekedar hanya melihat-lihat. Betasca dan Wulan sempat mewawancarai konsumen yang habis berbelanja di store tersebut, bahwa mereka tahu brand tersebut pada saat event java jazz festival dan sudah pernah beli sebelumnya. Alasan memilih store tersebut karena bahannya adem serta desainnya yang menarik.

kemudian materi satu lagi yaitu materi "Kepemimpinan" yang dibawa oleh Euis. Dia menjelaskan kalau manajemen dan memimpin itu adalah suatu hal yang berbeda. Manajemen adalah memastikan urusan dan tugas terlaksanakan dengan baik melalui penyusunan rencana, membuat struktur organisasi, memonitor pelaksanaan renaca dll. Memimpin itui merubah, dengan cara mengarahkan anggota mengembangkan visi dll.
Ada teori Situational Leadership Theory yaitu menjelaskan bahwa keberhasilan memimpin seorang pemimpin tergantung pada kemampuannya memilih gaya kepemimpinan yang tepat. Terdapat gaya kepemimpinan situasional yaitu unable and willing, able and unwilling, unable and unwilling dan yang paling keren able and willing hehehehe..

Selanjutnya yaitu menganalisa narasumber kami dari Supervisor Susu Friso yang bernama Kak Wina dalam hal gaya kepemimpinannya. Kak wina ini menurut kelompok kami termasuk ke dalam orang yang mau bekerja sama dan sangat akrab dengan rekan kerjanya. Beliau menjelaskan bagaimana cara membangun dan mengembangkan perusahan serta proses dalam selling product kepada konsumen. Kak wina termasuk orang yang Consultive Decision yaitu pemimpin mengambil keputusan sendiri setelah mengumpulkan informasi dari bawahan.

Sepertinya cukup untuk sharing kali ini. Untuk ibu Nuri saya sangat senang sekali karena bisa kuliah di mall, terima kasih atas pengalaman yang diberikan dan materi yang juga berguna dan bermanfaat untuk saya.. Wassalamualaikum. Wr. Wb :)


0 komentar:

Posting Komentar