Minggu, 18 Mei 2014

My Thursdate ♪♪♪

Hello Sunday !! Semoga masih berkenan ya Ibu Nuri menilai tulisanku karna akau baru menuliskan sekarang Hehehe :)

Tanggal 15 Mei 2014 yang baru saja berakhir beberapa hari yang lalu merupakan my Thursdate with my beloved people ( Psychofame ) in Gandaria City. Coba deh tanya dulu, siapa yang pernah ke mall bareng satu angkatan?? Pasti langka ditemukan , hehehe .. Ga kebayang dan lucu aja setiap jalan dan hampir dsetiap lantai saling bertemu temen sendiri yang biasanya belajar bareng di kelas.

Kami ditugaskan perkelompok untuk mengobservasi dan mencari informasi terkait salah satu brand fashion ternama, karna brand tersebut familiar dan kami pun user dari pengguna bran tersebut jadi kami tidak mengalami kesulitan yang berarti ketika langsun turun ke lapangan untuk melaksanakan tugas.

Awalnya merasa bingung dan ga terbayang bagaimana mekanisme pembelajaran yang akan kita lakukan di Gancit tapi ternyata menyenankan dan menginspirasi dengan adanya nara sumber yang cantik, menarik, cerdas dan sukses.


Materi kali ini tentang perilaku konsumen dan kepemimpinan , kita bahas satu-satu yaa ..

I.            Perilaku Konsumen
Perilaku konsumen adalah perilaku membeli barang  yang dilakukan oleh manusia dengan melalui beberapa tahap dimulai dari adanya kebutuhan atuapun keinginan untuk mendapatkan barang yang diinginkan, mengevaluasi barang yang mingin dibeli sampai pada kahirnya sampai pada tahapan memebeli barang yang diinginkan.
Kenapa juga sampai ada teorinya, padahal hanya perilaki membeli? Jadi, ternyata hal tersebut didasari oleh konsep pemasaran dibidang bisnis dari tahun 1950, dalam konsep tersebut terdapat tiga bagian yaitu:
1.      Production concept (konsep produksi) berpendapat bahwa  produksi barang akan laku dipasaran jika suatu perusahaan memproduksi suatu barang yang serupa dengan yang sudah ada dipasaran dengan harga yang murah dan terjangkau.
2.    product concet (konsep produk) berpendapat bahwa suatu produk yang akan laku dipasaran adalah barang yang berkulalitas baik dilengkapi fitur-fitu yang lengkap.
3.    selling concept (konsep penjualan) berasumsi bahwa barang akan terjual apabila ada usaha dari pihak penjual untuk memasarkan, yang menjadi titik tumpu dalam selling concept adalah bagaimana barang yang diprroduksi bisa habis terjual tanpa memikirkan kepuasan konsiumen dan kualitas barang.
Selain ketiga hal tersebut terdapat pula marketting product, yaitu prusahaan akan memproduksi barang dengan melihat dahulu apa yang menjadi kebutuhan konsumen. Perusahaan akan fokus tentang barang apa yang nantinya akan laku di pasaran dan untuk memenuhi hal tersebut perusahaan harus melakukan survey dan juga riset.
Untuk mengaplikasikan marketting product, kita harus melalkukan beberapa tekhnik dalam bidang pemasaran, dengan memeperhatikan bebrapa hal berikut ini:
a.    Market Segmentation : Proses membagi pasar menjadi bebeerapa kelas atau mengelompokan pasar berdasarakan kesamaan karakteristik dan kebutuhan, misalnya keadaan geografik,demografik, psikografik dan perilaku dari populasi masyarakat
b.    Targetting, kita harus memiliki target yang jelas dan spesifik kemana barang yang akan dijual  dan siapa populasinya.
c.    Positioning, dalam hal ini sebagai pihak penjual kita membuat suatu  gambaran yang baik juga menarik sehingga menjadi ciri khas dari baranhgyang kita produksi yang dapat diingat oleh para konsumen. Baiknya positionang dilengkapi dengan slogan ataupun symbol,tulisan,gambar yang unik.
d.    Martketting Mix ialah sejumlah alat pemasaran yang digunakan dalam teknik penjualan yang mengkombinasikan dengan 4 cara
1.     Price, menyesuaikan harga dengan target pasar
2.    Place, mendistribusikan barang yang diproduksi ke berbagai toko dan juga memeperhatikan letak toko yang sebaiknya strategis
3.    Promotion, mempromosikan hasil barang produksi agar laku terjual dengan memasang iklan, brosur,sosial media, membuka stand dll.
4.    Product, memperhatikan kualitas dari barang yang diproduksi baik dari tampilan, fitur, kenyamanan dll.
Tahap-tahap dalam pembelian juga memiliki berbagai komponen, yaitu:
a.    Pengenalan Masalah, mengalami suatu hal yang menjadi insight untuk membeli suatu barang yang menjadi kebutuhan ataupun keinginan.
b.    Pencarrian Informasi, berusaha mendapatkan informasi mengenai barang yan akan kita beli, seperti mencari refrensi dari teman, dari internet ataupun sekedar hunting ke toko yang menjualk barang yang diinginkan.
c.    Evaluasi alternatif, mengevaluasi beberapa merek yang yang menjadi refrensi barang yang akan ia beli
d.    Keputusan Pembelian
Setelah individu membeli barang yang diinginkan, individu akan merasakan kepuasan atau sebaliknya. Sebagai penjual yang baik atau marketter yang bain maka sebaiknya kita tetap memperhatikan bagaimana efek pasca pemebelian dari barang yang kita produksi sebagai bahan evaluasi.
II.         Kepemimpinan
Dalam organisasi ataupun dalam perusahaan pasti ada pemimpin dan management, dan selama ini kita kerap kali menyamakan kedua istilah tersebut, namun teryata hal tersebut berbeda.
Menejemen ialah bagian yang memastikan bahwa seluruh tugas terlaksana, mulai dari penyusunan rencana, strukturisasi organisasi, dan memonitori jalanya pekerjaan.
Sedangkan pemimpin atau memimpin urusannya dengan merubah, dengan cara mengarahkan anggota mengembangkan visi, mengkomunikasikan ide, menginspirasi, dst.
Seorang pemimpin yang baik ialah yang mampu mempengaruhi anggota kelompoknya untuk mencapai tujuan , seorang pemimpin tidak bisa hanya ditentukan dari jabatan yang dimiliki dalam sebuah organisasi atau perusahaan, sebaliknya pula, jabatan yang tinggi belum menentukan bahwa individu tersebut adalah seorang pemimpin.
Dengan memahami pemimpin dan menejerial maka akan memepermudah kita untuik mencapai visi misi suatu organisasi. Teori dasar kepimpinan terdiri dari :
1.     Trait Theory : Kita mengenali suatu karakteristik pemimpin dengan cara memahami sifat yang dimiliki oleh masing-masing individu.
Dalam teori tersebut, menyimpulkan bahwa individu dengan  trait ekstrovet merupakan karakteristik sempurna untuk menjadi seorang pemimpin, dikarnakan sifatnya yang terbuka, mudah berbaur dengan lingkungan dll.
2.    Behavioral Theory : Seorang pemimpin dapat dibentuk oleh lingkungan, dapat dilatih berdasarkan kriteria yang ditentukan.
3.    Contingency Theory :
a.    Fiedler Contingency Theory: Suatu pemimpin akan berhasil memimpin suatu organisasi jika kontrol yang dilakukan sesuai dengan karakteristik dirinya, hal ini bisa diketahui dengan kuisioner yang nantinya akan menentukan apakah individu memiliki orientasi yang berpusat pada penyelesaian tugas atau yang berorientasi dengan hubungan.
Dalam hal tersebut juga dapat dipengaruhi oleh beberapa aspek, yaitu bagaimana hubungna atasan dengan bawahan, struktur tugas yang dijalankan serta seberapa kuat pengaruh atasan dalam menjalankan perintahnya
b.    Hersey Blanchard Situational Theory : Seorang pemimpim akan berhasil jika ia bisa dengan tepat memilih gaya kepemimpinan dalam suatu organisasi atau perusahaan. Hal tersebut dibarengi dengan kesiapan dan kedewaasaan. Kesiapan yang dimiliki ditentukan oleh kemauan dan kemampuan dalam menjalankan tugas
c.    House Path-Goal Theory : gaya kepemimpinan ini ialah , pemimpin memfasilitasi segala hal yang dapat merujuk kepada pemenuhan tujuan suatu organisasi.
4.    Vroom-Jago Leader Participation model : Seorang pemimpin dapat memutuskan suatu solusi dari masalah dengan sendiri ataupun dengan mendiskusikan dengan anggota lain.
Berdasarkan pengalaman nara sumber yang saat ini menjabat sebagai Region Operation Supervisor yang sejatinya ialah seorang pemimpin, baik mengelola suatu organisasi tauapun perusahaan hendaknya disesuaikan dengan karakteristik individu, ketika kita berhadapan dengan berbagai pihak tentunya akan banyak variasi trait yang tidak bisa kita perlakukan dengan sama.
Keunikan serta perbedaan tersebut baiknya bisa menjadi bahan evaluasi pemimpin untuk bisa memahami kondisi aanggota yang lain agar tetap terjadinya kondisi bekerja yang nyaman dan juga demi terwujudnya tujuan inti dari perusahaan.
Tentunya, tidak serta merta begitu saja dilakukan, karna terkadang terdapat individu yang kurang memahami maksud dari apa yang kita sampaikan dan kerap[ kali disalah gunaka, dalam hal ini perhatian lebih dimulai dari pengrekrutan pegawai dengan kriteria memilik kemamuan dan kemampuan dalam bidang yang  nantinya akan ditempatkan.
Dalam mengambil keputusan bisa menggunakan kedua hal, yaitu pemutusan masalah berdasarkan pemikiran pribadi jika solusi yang harus dikeluarkan memang bersifat darurat dan anggota organisasi yang lain bisa dilaksanaka ketika solusi tersebut merupkan jawaban dari masalah yang terjadi berkaitan langsung dengan performa mayoritas anggota , misalnya dalam hal pemasaran.

Rizky Fauzi

0 komentar:

Posting Komentar