Minggu, 18 Mei 2014

Pretend that PIO in Gancit is like a holiday!


Dear Psychofame, Bu Nuri, blogger, and also on..

Can we pretend that PIO in Gancit is like a holiday? I could really use a holiday right now, wish right now.. *airplanes song*

15 Mei 2014, di kalender seharusnya tanggal merah mengenai hari raya waisak 2558. Hari dimana seharusnya saya bisa tidur seharian dan tidak memikirkan aktivitas perkuliahan sama sekali. Hari dimana seharusnya saya bisa luangkan waktu untuk keluarga dan teman-teman saya, mengingat akhir-akhir ini saya terlalu sibuk dan tidak bisa berkumpul bersama mereka dikarenakan kesibukan di kampus. Well, inilah kami anak psychofame yang terjebak dalam mata kuliah bernama PIO dan meluangkan waktu liburnya untuk kuliah di Mall! Yeaay! Kapan lagi liburan bareng psychofame? Sekali menyelam minum air, kuliah sambil liburan!

Jadi ceritanya hari kamis kemarin, kami kuliah di Mall Gandaria City. Kami kuliah tiga pertemuan sekaligus! Sekitar 7,5 jam! Mulainya dari jam 09.00 – 17.30. Kami kuliah di Masjid lantai 4 Mall Gandaria City. Menurut sebagian teman-teman kuliah di masjid itu gak sopan, karena itu tempat untuk beribadah. Namun, hal itu sah-sah saja selagi tempat itu kita pakai untuk belajar bukan untuk gossip atau yang lain J  you should know, selama saya belajar di bangku SMA dan ketika pelajaran agama Islam, kami selalu belajar di masjid dan itu sah-sah saja selagi tidak mengganggu orang yang sedang beribadah. Tapi sayangnya ketika adzan dzuhur berkumandang dan kami masih melanjutkan sharing narasumber, kami di tegur sampai di bilang ‘munafik’ itu rasanyaaaaa *jleb*

Oke lanjut, perkuliahan di mulai jam 09.00 lewat dikit. Hari ini yang menjelaskan megenai PERON (Perilaku Konsumen) yaitu saya sendiri.  Kondisi pada saat itu terlihat nyaman dan tenang, jadi ketika saya menerangkan teman-teman dapat memahami apa yang saya jelaskan. Jika dulu perilaku konsumen hanya melihat perilaku membelinya, sekarang perilaku konsumen itu ilmu yang mempelajari perilaku yang ditunjukkan oleh konsumen mulai dari mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi hingga membuang produk/jasa yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan mereka. Perilaku konsumen itu berawal dari marketing concept dimana terdapat tiga pendekatan yaitu production concept, product concept, dan selling concept. Production concept intinya dia lebih melihat bahwa konsumen hanya berminat dengan produk yang sudah tersedia dan harganya murah/terjangkau. Sedangkan product concept lebih menekankan bahwa konsumen mau membeli produk mereka jika produk tersebut menawarkan kualitas terbaik. Dan yang terakhir, selling concept ialah bagaimana perusahaan mempersuasi para konsumen untuk membeli produk yang sudah dibuat oleh perusahaan.

Nah konsep dari marketing itu sendiri bagaimana perusahaan mencari tahu kebutuhan konsumen apa, lalu kemudian dibuatlah produknya. Jadi intinya, selling concept itu fokus pada kebutuhan penjual dan marketing concept itu fokus pada kebutuhan konsumen.  Market segmentation adalah proses membagi pasar ke dalam kategori/subset dimana konsumen memiliki kesamaan kebutuhan/karakteristik, jadi market segmentation itu sendiri terdiri dari metode demografis, geografis, behavioristis dan psikiografis. Hal tersebut berguna untuk perusahaan menjual pada konsumen yang mana/konsumen kelas mana, jadi sudah ditargetkan. Sebaiknya perusahaan harus mempunyai positioning, dimana ketika kita melihat barang/jasa dari perusahaan tersebut kita bisa tahu bahwa itu adalah produk/jasa milik perusahaan A. Positioning itu sendiri adalah proses mengembangkan gambaran tertenu dari sebuah produk atau jasa ke dalam benak konsumen, dimana gambaran produk yang dibentuk sebagiknya memiliki perbedaan/keunggulan dibandingkan dengan produk competitior.  Nah, positioning yang sukses seharusnya bisa mengkomunikasikan keunggulan produknya dan memiliki slogan. Contohnya M** yang mempunyai slogan “I’m lovin it” dan posisi M** menjelaskan posisi brand tersebut dengan yang lain misalkan dengan K** nah itu namanya positioning. Trus ada marketing mix, seperangkat alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk mencapai tujuan pemasaran dalam memenuhi target pasarnya, dan mempunyai factor-faktor seperti 4P (product, price, promotion, place). Last, tahap-tahap proses pembelian itu sendiri ada yang namanya mengenal masalah, kemudian pencarian informasi, evaluasi alternative dan terakhir keputusan pembelian. Maka selesai lah saya menjelaskan mengenai perilaku konsumen. Setelah saya selesai menjelaskan, Ayu mutia langsung melanjutkan bagian ia menjelaskan yaitu Kepemimpinan.

Memimpin dalam perusahaan sering dilihat sebagai istilah yang sama dengan mengelola (management). Padahal sebenarnya berbeda, manajemen memastikan urusan dan tugas telaksana dengan baik sedangkan memimpin ialah merubah dan mengarahkan anggota mengembangkan visi, ide dll. Jadi, leadership yaitu kemampuan mempengaruhi anggota kelompok untuk mencapi tujuan. Teori kepemimpinan itu sendiri ada banyak, ada trait theory, behavioral, contingency, dan  vroom-jago leader participation model. Teori yang paling efektif untuk kepemimpinan itu sendiri adalah Contingency Theory. Contingency theory ialah kemampuan memimpin tergantung pada berbagai faktor situasional, dimana faktor tersebut bisa berasal dari gaya kepemimpinan, kemampuan anggota, perilaku anggota dll.  Intinya sih sebenarnya, bagaimana kita menjadi pemimpin yang baik dengan memperhatikan anggota-anggota kita.
Belum, tulisan saya belum selesai.

Setelah menjelaskan masing-masing kelompok kami kedatangan narasumber yang berinisial WES, ia adalah seorang ROS dari brand F**** ia menjelaskan bagaimana produk tersebut berkembang di Indonesia, dan ia mempunyai strategi marketing yang sangat baik. Menurut saya, sharing tersebut sangat menambah wawasan saya, waktu yang diberikan untuk sharing narasumber sudah cukup walau narasumber datang terlambat, tapi dikarenakan terdapat insiden ‘munafik’ akhirnya sharing tersebut dihentikan.

Jangan bosan baca tulisan ini, perjalanan kami masih sangat panjang! Ya ialah dari jam 09.00 – 17.30. Hahahaha

Setelah insiden tersebut akhirnya kami observasi ke brand-brand yang telah dipilih oleh kami dengan hasil di undi. Kelompok kami mendapatkan brand *&* salah satu brand pertama yang buka di Indonesia dan launching di mall ini. How lucky we are J *walaupun ada curang dikit* hihihihi
Well, pada saat observasi sebenarnya saya sekalian menyelam minum air lagi. Sebenarnya saya sudah lama mengincar barang di brand ini, jadi kebetulan sekali saya bisa sekalian observasi. Sayang sekali, pegawai nya kurang ramah dan sibuk sendiri, bahkan antrian yang sudah mulai panjang, cashier yang dibuka cuma satu!

Oke, lanjut!

Setelah observasi, kami kembali ke masjid dan menunggu giliran presentasi. Ketika sedang menunggu giliran presentasi, beberapa satpam menegur kami karena terlalu berisik! Yaaa naamanya juga manusia di situ banyak pak! Terlebih lagi banyaak perempuaaann! Susah di suruh dieem! Hahahaha

Alhamdulillah nya kelompok kami presentasi cepat, jadi pulangnya lumayan cepat..
Dadaaa yu bye bye psychofame!

Ya sekianlah kuliah seharian di gancit..
Sungguh, sangat melelahkan.
Kesel, bete, cape, tawa bahagia mencampur jadi satu.
Just, pretend that PIO in Gancit is like a holiday!

Regards,
Nyi Ajeng Ketty

0 komentar:

Posting Komentar