Dear Psychofame, Bu Nuri, blogger, and also on..
Can we pretend that PIO in Gancit
is like a holiday? I could really use a holiday right now, wish right now..
*airplanes song*
15 Mei 2014, di kalender
seharusnya tanggal merah mengenai hari raya waisak 2558. Hari dimana seharusnya
saya bisa tidur seharian dan tidak memikirkan aktivitas perkuliahan sama
sekali. Hari dimana seharusnya saya bisa luangkan waktu untuk keluarga dan teman-teman
saya, mengingat akhir-akhir ini saya terlalu sibuk dan tidak bisa berkumpul
bersama mereka dikarenakan kesibukan di kampus. Well, inilah kami anak
psychofame yang terjebak dalam mata kuliah bernama PIO dan meluangkan waktu
liburnya untuk kuliah di Mall! Yeaay! Kapan lagi liburan bareng psychofame?
Sekali menyelam minum air, kuliah sambil liburan!
Jadi ceritanya hari kamis
kemarin, kami kuliah di Mall Gandaria City. Kami kuliah tiga pertemuan
sekaligus! Sekitar 7,5 jam! Mulainya dari jam 09.00 – 17.30. Kami kuliah di
Masjid lantai 4 Mall Gandaria City. Menurut sebagian teman-teman kuliah di
masjid itu gak sopan, karena itu tempat untuk beribadah. Namun, hal itu sah-sah
saja selagi tempat itu kita pakai untuk belajar bukan untuk gossip atau yang
lain J you should know, selama saya belajar di bangku
SMA dan ketika pelajaran agama Islam, kami selalu belajar di masjid dan itu
sah-sah saja selagi tidak mengganggu orang yang sedang beribadah. Tapi
sayangnya ketika adzan dzuhur berkumandang dan kami masih melanjutkan sharing
narasumber, kami di tegur sampai di bilang ‘munafik’ itu rasanyaaaaa *jleb*
Oke lanjut, perkuliahan di mulai
jam 09.00 lewat dikit. Hari ini yang menjelaskan megenai PERON (Perilaku
Konsumen) yaitu saya sendiri. Kondisi pada
saat itu terlihat nyaman dan tenang, jadi ketika saya menerangkan teman-teman
dapat memahami apa yang saya jelaskan. Jika dulu perilaku konsumen hanya
melihat perilaku membelinya, sekarang perilaku konsumen itu ilmu yang
mempelajari perilaku yang ditunjukkan oleh konsumen mulai dari mencari,
membeli, menggunakan, mengevaluasi hingga membuang produk/jasa yang diharapkan
dapat memenuhi kebutuhan mereka. Perilaku konsumen itu berawal dari marketing
concept dimana terdapat tiga pendekatan yaitu production concept, product
concept, dan selling concept. Production concept intinya dia lebih melihat
bahwa konsumen hanya berminat dengan produk yang sudah tersedia dan harganya
murah/terjangkau. Sedangkan product concept lebih menekankan bahwa konsumen mau
membeli produk mereka jika produk tersebut menawarkan kualitas terbaik. Dan
yang terakhir, selling concept ialah bagaimana perusahaan mempersuasi para
konsumen untuk membeli produk yang sudah dibuat oleh perusahaan.
Nah konsep dari marketing itu
sendiri bagaimana perusahaan mencari tahu kebutuhan konsumen apa, lalu kemudian
dibuatlah produknya. Jadi intinya, selling concept itu fokus pada kebutuhan
penjual dan marketing concept itu fokus pada kebutuhan konsumen. Market segmentation adalah proses membagi
pasar ke dalam kategori/subset dimana konsumen memiliki kesamaan
kebutuhan/karakteristik, jadi market segmentation itu sendiri terdiri dari
metode demografis, geografis, behavioristis dan psikiografis. Hal tersebut
berguna untuk perusahaan menjual pada konsumen yang mana/konsumen kelas mana,
jadi sudah ditargetkan. Sebaiknya perusahaan harus mempunyai positioning, dimana
ketika kita melihat barang/jasa dari perusahaan tersebut kita bisa tahu bahwa
itu adalah produk/jasa milik perusahaan A. Positioning itu sendiri adalah proses mengembangkan gambaran tertenu dari sebuah produk atau jasa ke dalam benak konsumen, dimana gambaran produk yang dibentuk sebagiknya memiliki perbedaan/keunggulan dibandingkan dengan produk competitior. Nah, positioning yang sukses seharusnya bisa mengkomunikasikan
keunggulan produknya dan memiliki slogan. Contohnya M** yang mempunyai slogan “I’m
lovin it” dan posisi M** menjelaskan posisi brand tersebut dengan yang lain misalkan dengan K** nah itu namanya positioning. Trus
ada marketing mix, seperangkat alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk
mencapai tujuan pemasaran dalam memenuhi target pasarnya, dan mempunyai factor-faktor
seperti 4P (product, price, promotion, place). Last, tahap-tahap proses
pembelian itu sendiri ada yang namanya mengenal masalah, kemudian pencarian
informasi, evaluasi alternative dan terakhir keputusan pembelian. Maka selesai
lah saya menjelaskan mengenai perilaku konsumen. Setelah saya selesai menjelaskan,
Ayu mutia langsung melanjutkan bagian ia menjelaskan yaitu Kepemimpinan.
Memimpin dalam perusahaan sering
dilihat sebagai istilah yang sama dengan mengelola (management). Padahal
sebenarnya berbeda, manajemen memastikan urusan dan tugas telaksana dengan baik
sedangkan memimpin ialah merubah dan mengarahkan anggota mengembangkan visi,
ide dll. Jadi, leadership yaitu kemampuan mempengaruhi anggota kelompok untuk
mencapi tujuan. Teori kepemimpinan itu sendiri ada banyak, ada trait theory,
behavioral, contingency, dan vroom-jago
leader participation model. Teori yang paling efektif untuk kepemimpinan itu
sendiri adalah Contingency Theory. Contingency theory ialah kemampuan memimpin
tergantung pada berbagai faktor situasional, dimana faktor tersebut bisa
berasal dari gaya kepemimpinan, kemampuan anggota, perilaku anggota dll. Intinya sih sebenarnya, bagaimana kita
menjadi pemimpin yang baik dengan memperhatikan anggota-anggota kita.
Belum, tulisan saya belum
selesai.
Setelah menjelaskan masing-masing
kelompok kami kedatangan narasumber yang berinisial WES, ia adalah seorang ROS
dari brand F**** ia menjelaskan bagaimana produk tersebut berkembang di Indonesia,
dan ia mempunyai strategi marketing yang sangat baik. Menurut saya, sharing
tersebut sangat menambah wawasan saya, waktu yang diberikan untuk sharing
narasumber sudah cukup walau narasumber datang terlambat, tapi dikarenakan terdapat
insiden ‘munafik’ akhirnya sharing tersebut dihentikan.
Jangan bosan baca tulisan ini,
perjalanan kami masih sangat panjang! Ya ialah dari jam 09.00 – 17.30. Hahahaha
Setelah insiden tersebut akhirnya
kami observasi ke brand-brand yang telah dipilih oleh kami dengan hasil di
undi. Kelompok kami mendapatkan brand *&* salah satu brand pertama yang
buka di Indonesia dan launching di mall ini. How lucky we are J *walaupun ada curang
dikit* hihihihi
Well, pada saat observasi
sebenarnya saya sekalian menyelam minum air lagi. Sebenarnya saya sudah lama
mengincar barang di brand ini, jadi kebetulan sekali saya bisa sekalian
observasi. Sayang sekali, pegawai nya kurang ramah dan sibuk sendiri, bahkan
antrian yang sudah mulai panjang, cashier yang dibuka cuma satu!
Oke, lanjut!
Setelah observasi, kami kembali
ke masjid dan menunggu giliran presentasi. Ketika sedang menunggu giliran
presentasi, beberapa satpam menegur kami karena terlalu berisik! Yaaa naamanya
juga manusia di situ banyak pak! Terlebih lagi banyaak perempuaaann! Susah di
suruh dieem! Hahahaha
Alhamdulillah nya kelompok kami presentasi cepat, jadi pulangnya lumayan cepat..
Dadaaa yu bye bye psychofame!
Ya sekianlah kuliah seharian di
gancit..
Sungguh, sangat melelahkan.
Kesel, bete, cape, tawa bahagia
mencampur jadi satu.
Just, pretend that PIO in Gancit
is like a holiday!
Regards,
Nyi Ajeng Ketty






0 komentar:
Posting Komentar