Minggu, 18 Mei 2014

Late Monday - Motivasi & Desain Kerja


Dear Psychofame, Bu Nuri, blogger and also on..

So sorry.. really late..

Oke, sebelum nulis blog tentang gancit, saya akan membahas mengenai pertemuan hari senin 12 Mei 2014. Ya Allah ya tuhanku, maafin ketty udah nunda-nunda pekerjaan. Bu Nuri, maafin ketty juga ya baru bisa nulis blog! *nilai otomatis dikurangi*

Ketika saya sedang menulis blog ini, saya sedang berpikir mengenai apa yang sedang dipelajari hari senin kemarin. Let see, motivasi kerja dan desain kerja. Oh oke, motivasi. Hari senin kemarin saya seharusnya datang kuliah jam 07.30 karena pada hari itu saya ada tutor untuk pertemuan di gancit, namun karena sesuatu hal dan lain hal, saya balik ke kossan untuk mencari surat izin ke gancit. 15 menit mencari, akhirnya ketemu juga! Sampailah saya di kampus pukul 08.00 dan ternyata bu Nuri tercinta yang selalu datang on time kali ini telat. Agak sedikit kesal, karena saya sudah bela-belain datang tepat waktu tapi bu Nuri datang telat, tapi saya lebih kesal dan menyesal kenapa tidak membeli sarapan terlebih dahulu! TU juga belum jualan risol! Oh my god lengkaplah penderitaan perut ini yang dari hari minggu belum di isi! Hahaha

Back to topic! Setelah selesai tutor, kami langsung mulai belajar mengenai motivasi & desain kerja. Waktu itu yang menjadi tutor adalah Indah dan situasi di kelas sangat berisik, jadi agak sedikit terganggu dan kurang konsentrasi. Well, intinya sih sebenarnya motivasi setiap individu itu berbeda-beda. Kerja keras/intensitas kerja yang tinggi belum tentu menghasilkan kinerja yang tinggi juga, kecuali kerja kerasnya memiliki arah yang sama dengan tujuan organisasinya. Teori motivasi kerja itu sendiri juga terbagi menjadi 4 bagian, berdasarkan kebutuhan, perilaku, kognitif dan desain pekerjaan. Oh ia, ada lagi yang namanya teori keadilan dan teori pengharapan. Teori Keadilan itu intinya adil, jadi karyawan termotivasi oleh keinginan untuk diperlakukan adil. Next, teori pengharapan menjelaskan bahwa karyawan adalah makhluk rasional yang suka memperhitungkan untung rugi dalam bertindak. Selain itu, ada teori dua factor Herxberg dimana kepuasan kerja (job satisfication) bukanlah ketidakpuasan kerja (job dissatisfication), melainkan tidak adanya kepuasan kerja (no satisfication). Last, job characteristic model! Teori ini menekankan bahwa ada aspek-aspek/karakteristik dari pekerjaan yang mempengaruhi terbentuknya motivasi kerja.

Di akhir pertemuan pada hari senin, kita membahas mengenai kunjungan di FAN CAMPUS. Terkait dengan kuliah hari itu, kami mempunyai kesimpulan bahwa para pekerja yang ada di sana sangat mempunyai pekerjaan yang bermakna untuk diri mereka masing-masing dan merasakan perasaan yang bertanggung jawab akan pekerjaannya! Sekian untuk tulisan menganai late Monday ini! Really, Maafkan Ketty ya! J

Regards
Nyi Ajeng Ketty

0 komentar:

Posting Komentar