Dear Psychofame, Bu Nuri, blogger
and also on..
So sorry.. really late..
Oke, sebelum nulis blog tentang
gancit, saya akan membahas mengenai pertemuan hari senin 12 Mei 2014. Ya Allah
ya tuhanku, maafin ketty udah nunda-nunda pekerjaan. Bu Nuri, maafin ketty juga
ya baru bisa nulis blog! *nilai otomatis dikurangi*
Ketika saya sedang menulis blog
ini, saya sedang berpikir mengenai apa yang sedang dipelajari hari senin
kemarin. Let see, motivasi kerja dan desain kerja. Oh oke, motivasi. Hari senin
kemarin saya seharusnya datang kuliah jam 07.30 karena pada hari itu saya ada
tutor untuk pertemuan di gancit, namun karena sesuatu hal dan lain hal, saya
balik ke kossan untuk mencari surat izin ke gancit. 15 menit mencari, akhirnya
ketemu juga! Sampailah saya di kampus pukul 08.00 dan ternyata bu Nuri tercinta
yang selalu datang on time kali ini telat. Agak sedikit kesal, karena saya
sudah bela-belain datang tepat waktu tapi bu Nuri datang telat, tapi saya lebih
kesal dan menyesal kenapa tidak membeli sarapan terlebih dahulu! TU juga belum
jualan risol! Oh my god lengkaplah penderitaan perut ini yang dari hari minggu
belum di isi! Hahaha
Back to topic! Setelah selesai
tutor, kami langsung mulai belajar mengenai motivasi & desain kerja. Waktu
itu yang menjadi tutor adalah Indah dan situasi di kelas sangat berisik, jadi
agak sedikit terganggu dan kurang konsentrasi. Well, intinya sih sebenarnya
motivasi setiap individu itu berbeda-beda. Kerja keras/intensitas kerja yang
tinggi belum tentu menghasilkan kinerja yang tinggi juga, kecuali kerja
kerasnya memiliki arah yang sama dengan tujuan organisasinya. Teori motivasi
kerja itu sendiri juga terbagi menjadi 4 bagian, berdasarkan kebutuhan,
perilaku, kognitif dan desain pekerjaan. Oh ia, ada lagi yang namanya teori
keadilan dan teori pengharapan. Teori Keadilan itu intinya adil, jadi karyawan
termotivasi oleh keinginan untuk diperlakukan adil. Next, teori pengharapan
menjelaskan bahwa karyawan adalah makhluk rasional yang suka memperhitungkan
untung rugi dalam bertindak. Selain itu, ada teori dua factor Herxberg dimana
kepuasan kerja (job satisfication) bukanlah ketidakpuasan kerja (job
dissatisfication), melainkan tidak adanya kepuasan kerja (no satisfication).
Last, job characteristic model! Teori ini menekankan bahwa ada
aspek-aspek/karakteristik dari pekerjaan yang mempengaruhi terbentuknya
motivasi kerja.
Di akhir pertemuan pada hari
senin, kita membahas mengenai kunjungan di FAN CAMPUS. Terkait dengan kuliah
hari itu, kami mempunyai kesimpulan bahwa para pekerja yang ada di sana sangat
mempunyai pekerjaan yang bermakna untuk diri mereka masing-masing dan merasakan
perasaan yang bertanggung jawab akan pekerjaannya! Sekian untuk tulisan
menganai late Monday ini! Really, Maafkan Ketty ya! J
Regards
Nyi Ajeng Ketty






0 komentar:
Posting Komentar