Sabtu, 17 Mei 2014

DEMOKER ( Desain dan Motivasi Kerja)

Haii Haii guys
Selamat malam
Salam hangat dan salam cinta untuk kita semua

Well setelah dua minggu berturut-turut tanpa karya tulis di blog ini, diriku kembali lagi dengan membawa sedikit ilmu tentang materi PIO di senin kemarin. Rencana senin malam udah mau nulis but wifi kostan kumat lagi errornya. Alhasil satu poin nulis melayang sudah bersama dinginnya malam. Hiks.. hiks... :’(

Actually tulisan ini harusnya diterbitkan lebih awal tapi akibat wifi yang error + perilaku prokrastinasi (menunda-nunda pekerjaan) yang udah mendarah daging dari kecil, tulisan ini baru terbit hari ini. Kalo diperhatiin tema tulisan ini beda atau nyempil sendiri di tengah tulisan –tulisan lain yang udah dibuat psychofame. Yang lain udah nulis topik  “perilaku konsumen & kepemimpinan” ehh yang ini malah masih stuck di “ desain dan motivasi kerja”. Ibarat makanan ini mah udah kadaluarsa tapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, iyakan readers?.  Awalnya sih ragu + malu pas mau terbitin ini tapi ya sudah lah, nasi sudah menjadi bubur.  Hahahaaha :D

 Hari senin jam 8.00 WIB aku harus menghadiri kelas tutor untuk kelas PIO tapi sayangnya aku malah hadir jam 08.30 WIB, yupp rentang waktu yang cukup panjang untuk terlambat. Untunglah aku masih boleh masuk dan belum ketinggalan banyak. Thanks God Senin kemarin materinya adalah desain dan motivasi kerja. Kelihatannya cukup menarik tapi kenyataannya ditengah diskusi aku menemukan jalan buntu. Muncul sebuah teori bernama “teori dua faktor herzberg” yang cukup membingungkan.

Teori ini menyatakan bahwa kepuasan kerja sangat berperan dalam menentukan motivasi kerja.  Herzberg berpendapat bahwa lawan dari kepuasan kerja bukanlah ketidakpuasan kerja melainkan tidak adanya kepuasan kerja. Ketidakpuasan kerja ≠ tidak adanya kepuasan kerja, hal inilah yang membuatku sulit untuk membedakan keduanya.  Aku harus mencerna setiap kata yang nampaknya sama tapi pada kenyataannya sangat beda. Aku terus memutar otak agar bisa meresapi dan memahami teori ini tapi tetap saja terasa sangat sulit. Mungkin karena perutku belum siap menghadapi dunia, maklumlah anak kostan jadi tak ada yang menyediakan sarapan dipagi hari selain diri sendiri. Andi yang menjadi pemateri hari itu sudah cukup baik menyampaikan materi dan menggunakan contoh yang mudah dimengerti. Hanya teori itu yang masih belum ku pahami, hanya itu. Huaaaaaa :’(

Inti dari materi desain dan motivasi kerja adalah melihat peran motivasi dalam produktivitas karyawan dan bagaimana desain kerja ikut berpengaruh dalam menumbuhkan motivasi kerja. Ada beberapa teori yang mencoba untuk melihat gambaran motivasi di dunia kerja yaitu teori keadilan, teri pengharapan, teori dua faktor Herzberg,  dan job characteristics model. Cukup banyak pertanyaan yang muncul di kepalaku terkait teori dua faktor Herzberg dan aku harap ada yang bisa memberiku pencerahan terkait kasus ini. Mungkin akan ada banyak pertanyaan yang muncul dalam hidup kita dan tentu saja hal itu bukanlah sesuatu yang bisa dihindari. Pertanyaan-pertanyaan itu mungkin saja akan datang dari dalam diri kita sendiri ataupun dari orang lain. Semua orang pasti akan menemui pertanyaan yang harus mereka jawab namun yang membedakannya dengan orang lain bagaimana mereka bisa menjawab pertanyaan itu. satu pertanyaan bisa direspon berbeda-beda oleh orang lain karena kita semua memang individu yang berbeda.  Jadi reaaders tetaplah bangga dan percaya diri menghadapi dunia. Jangan pernah taku ataupun ragu, hadapi semuanya dengan senyuman :D
Well.. sekian untuk hari ini.
Sampai jumpa di tulisan selanjutnya yah.

Enjoy your day guys :*

Nur Wahyuni Rauf

0 komentar:

Posting Komentar