Kamis, 08 Mei 2014

Motivasi Kerja dan Desain Kerja dalam PIO :)

Hayy hayyyyyyy
Udah saatnya nulis blog lagii ;)

Hari kamis kemarin tanggal 8 Mei 2014 saatnya saya yang menjadi tutor ke teman-teman saya. Sebelum saya menjelaskan ke teman-teman saya, saya mendapat tutor sebelumnya dari dosen saya Ibu Nuri Sadida pada hari yang sama. Jujur saja, awalnya saya tidak siap, karena saya pikir hari kamis tidak ada PIO karena kelas sebelumnya kelas B tidak ada kuliah kelas PIO, hehehhee ;)
Tapi mau nggak mau saya harus siap menerima materi hari itu dan harus paham agar saya dapt menjelaskan ke teman-teman saya.

Hambatan yang saya rasakan, jujur saja ada satu bab yang saya tidak mengerti, hehehehe ,yaitu pada bab teori dua faktor Herzberg. Tapi saya sudah maksimal untuk menjelaskan kepada teman-teman saya, saya senang ternyata teman-teman saya adalah orang yang aktif :) terima kasih juga buat ibu Nuri, pada saat bab teori dua faktor, ibu Nuri telah membantu saya sehingga teman-teman saya menjadi lebih paham lagi :)

Yukkk sekarang kita sedikit review materi PIO kemarin

Motivasi kerja adalah proses yang mengarahkan intensitas, arah, dan ketekunan usaha individu untuk mencapai tujuan organisasi. Dalam organisasi juga membutuhkan karyawan dengan intensitas kerja yang tinggi, memiliki arah yang sama dengan tujuan organisasi, sekaligus mau mempertahankan usaha selama mungkin untuk mencapai tujuan tersebut.
Teori Motivasi kerja sebenarnya ada banyak, tetapi sekarang saya membahas dua teori motivasi kerja, yaitu Teori Keadilan dan Teori Pengharapan.

Teori keadilan, dalam teori ini menyatakan bahwa karyawan termotivasi oleh keinginan untuk diperlakukan adil. Untuk mengetahui keadilan dapat dilakukan dengan membandingkan input-outcome diri sendiri dengan input-outcome karyawan lain. Dalam ketidakadilan dapat dirasakan dalam dua hal, yaitu Ketidakadilan karena digaji kurang dan Ketidakadilan karena digaji lebih.

Teori pengharapan, dalam teori ini menjelaskan bahwa karyawan adalah makhluk rasional yang suka memperhitungkan untung rugi dalam bertindak. Tiga komponen dari teori ini yaitu Valence, Instrumentality, Expectancy.
Selain teori keadilan dan teori pengharapan ada teori lagi yaitu teori dua faktor Herzberg. Dalam teori ini faktor-faktor yang menyebabkan kepuasan disebut motivator dan faktor yang apabila tidak menyebabkan ketidakpuasan kerja disebut Hygine.

Dalam Job Characteristic  Model menurut Hackman & Oldham, karyawan paling tidak harus mengalami tiga kondisi psikologis (critical psychological states) agar dapat termotivasi dalam kerja, yaitu meaningful, sense of responsibility, knowledge of result. Tiga kondisi ini dapat terjadi apabila seseorang mengalami lima karakteristik pekerjaan, yaitu Variasi tugas, Identitas tugas, Signifikansi tugas, Otonomi, dan Feedback. Jika ini semua terpenuhi atau tercapai, maka akan muncul motivasi yang baik, performance yang baik dan Statisfaction (puas) dalam kerja.

Teori motivasi kerja yang berbasis desain kerja memunculkan paradigma baru untuk memotivasi karyawan melalui desain ulang jabatan (redesign job) dan peraturan alternatif tugas (alternative work arrangement).
redesign job terdiri dari: Job rotation, Job enlargement, Job enrichment 
alternative work arrangement terdiri dari: Flextime, Job sharing, dan Telecommuting .

Udah dulu yaa psychofame, sedikit review yang saya jelaskan semoga bisa bermanfaat :)

0 komentar:

Posting Komentar