Senin, 12 Mei 2014

Motivasi kerja

Assalamualaikum readers, ga kerasa udah hampir dua minggu blog ini sepi. Sepi dari penulis yang ngepost kesan2 mereka setelah kelas PIO. Tapi mulai minggu ini sih bakalan rame lagi. Termasuk saya yang akan menceritakan pengalaman saya hari ini.
Dimulai ketika pagi datang, suasana tuh seakan mendukung niat saya buat presentasi. Hari ini giliran saya presentasi. Alhamdulillah selama perjalanan, ga nemuin kendala yang berarti. Biasanya kan senin macet tuh, gatau kenapa hari ini ga terlalu macet. Semesta mendukung hahaha. Ketika jarum jam menunjukkan angka 9 lewat dikit, kelas PIO dimulai. Biasa, dimulai dengan presentasi. Hari ini saya yang bertugas untuk menuangkan kembali materi apa yang sudah di tutor waktu kamis minggu lalu.

Kesannya, menantang saya gimana materi yang disampaikan bisa diutarakan lagi dengan baik ke teman-teman. Karena di kasih tutor hari kamis, jadi saya berusaha ekstra gimana caranya materi itu masih lekat di pikiran saya. Alhamdulillah, ketika saya menjelaskan, semuanya teman-teman saya terlihat serius dalam mendengarkan saya presentasi. Terkadang juga terlihat ada yang menganggut-anggut mengerti tentang motivasi kerja ini. Saya jadi makin semangat.

Tapi, ada hambatannya. Saya masih kurang paham menganalogikan es krim dengan teori dua faktornya Herzberg. Paaaas banget waktu itu dosen dateng dan kayanya udah menangkap sinyal-sinyal kebingungan dari kelompok kita. Akhirnya, setelah beliau handle, semuanya jadi aman kembali. Ditambah lagi, beliau memberikan kami tugas tentang mengulik motivasi apa sih yang ada pada staff pusat rehabilitasi sosial sesuai dengan Cognitive Theory dan Job Design Theory, jadi tambah ngerti deh. Insya Alloh ga bingung lagi.

 Buat yang belum tahu apa sih Cognitive Theory dan Job Design Theory, saya jelasin lagi yaa. Jadi Cognitive Theory itu dibagi menjadi dua bagian, ada Equity Theory dan Expectancy Theory. Equity teori itu tentang gimana karyawan yang termotivasi apabila diperlakukan adil. Biasanya sih karyawan tau dia diperlakukan adil itu dari input-outcome dia dibandingkan dengan input-outcome orang lain. Tapi menurut Expectancy Theory, outcome itu bisa positif bisa negatif. Positifnya yaa tambah bonus, asuransi kesehatan, dll. Kalo yang negatifnya sih paling kejamnya itu surat pemecatan hiii.
Naah kalo Job Design Theory itu ada teori dua faktor Hazberg, dan Job Characteristic Model. Hazberg ini menganggap kalo lawan kepuasan kerja bukan ketidak puasan, tapi tidak ada kepuasan kerja. Kalo yang Job Characteristic model itu menekankan ada looh aspek-aspek yang bisa mempengaruhi motivasi kerja karyawan. Aspek-aspeknya itu berupa tiga kondisi psikologis (meaningful kerjanya, punya sense of responsibility, daaan dikasih tau result dari dia kerjas selama ini). Tapi tiga kondisi itu bisa terwujud kalo ada lima karakteristik lagi, diantaranya variasi tugas, identitas tugas, signifikasi tugas, otonomi, dan feedback.
Segitu aja penjelasannya yaa. Semoga bermanfaat buat pembaca. Selamat malam, selamat beristirahat :)

0 komentar:

Posting Komentar