Selasa, 17 Juni 2014

Kuliah? Di Masjid Gancit Ajjaaahh..


           Pertama kali diberitahukan kalau ada beberapa materi yang akan dilaksanakan di lapangan dan bukan kuliah di kampus lagi itu gue seneng banget karena kalau kuliah di lapangan akan lebih terasa menarik dibandingkan yang terus-menerus kuliah di dalam kelas. Tapi setelah tahu kalau kuliah di Mall Gandaria City itu sesuatu. Di pikiran gue itu “ngapain disana?” “Jauh banget di Gandaria City” terus “gimana teman-teman kelompok gue bisa presentasi materi kuliahnya?”. Gue lebih mengharapkan kalau ke lapangan itu pergi ke perusahaan-perusahaan mana gituuu. Agar gue kalau sudah lulus dan ingin kerja nanti bisa terbayang bagaimana sistem kerja di kantor itu. Jadi benar-benar bisa terbayang. Tetapi ketika gue liat materi yang akan dilaksanakan oleh teman-teman gue yang lain itu tentang “Perilaku Konsumen dan Kepemimpinan Organisasi” gue langsung berpikir “Apakah mungkin kita mengobservasi konsumen-konsumen yang ada di mall itu? Banyak ajah”, Entahlah. Saat itu gue masih terdengar aneh aja kalau kuliah nanti bakalan di Mall. Kuliah di Mall dalam waktu 3 jam lebih itu lebih sesuatu. Saat semua teman-teman gw yang mengikuti kelas Psikologi Industri dan Organisasi sudah tiba di Mall Gandaria City, kita semua berkumpul di salah satu Majid terbesar di Mall tersebut tepatnya sih di parkiran paling atas gitu. Setelah semua sudah datang, Ibu Nuri memberitahukan apa saja yang akan kita lakukan disana dan kita juga akan kedatangan tamu tepatnya salah satu teman Ibu Nuri untuk mempresentasikan pengalaman kerjanya. Setelah itu gue berkumpul dengan kelompok untuk kuliah presentasi materi Perilaku Konsumen yang akan dilakukan oleh salah satu teman kami di dalam kelompok yang bertugas. Kemudian di lanjutkan dengan materi Kepemimpinan Organisasi. Di tengah-tengah salah satu teman kami sedang mempresentasikan materi perkuliahan, Ibu Nuri datang membawa banyak gulungan kertas kecil dan kelompok kami diharuskan memilih satu gulungan kertas kecil tersebut. Kelompok kami mendapatkan Brand MotherCare. Semua kelompok masing-masing sudah mendapatkan brand-brand yang akan dikunjungi dan sudah mendapatkan tugas apa saja yang harus kami lakukan di dalam brand tersebut. Gue dan teman-teman yang lain pergi mencari brand MotherCare. Di dalam materi Perilaku Konsumen terdapat 3 pendekatan marketing concept saat itu, yaitu production concept, product concept, dan selling concept. Brand MotherCare termasuk ke dalam Product concept yang berasumsi bahwa konsumen hanya mau membeli produk yang menawarkan kualitas terbaik, performa terbaik, dan fitur terlengkap. Ini mendorong perusahaan untuk meningkatkan kualitas produk, menambahkan fitur (baru) dalam produk, tanpa perlu mengetahui lebih dulu konsumen butuh fitur-fitur itu atau tidak. Brand MotherCare juga memiliki Marketing Mix, yaitu seperangkat alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk mencapai tujuan pemasaran dalam memenuhi target pasarnya yang terdiri dari Product, Price, Promotion, Place. Dalam brand MotherCare terdapat harga yang lumayan tinggi. Bagi yang dikalangan menengah keatas lebih bisa menyanggupi pembelian produk di MotherCare dibandingkan dengan kalangan menengah ke bawah. Begitupun dengan tempatnya. Brand MotherCare bisa dikunjungi di Mall besar bagi kalangan menengah ke atas sampai menengah ke bawah. Produk-produk yang dijual di MotherCare sangat lengkap, dari pakaian sampai accessories untuk bayipun ada di brand itu.
          Kami berlima berpura-pura menjadi konsumen di brand itu. Kami mengobservasi dan menerapkan materi yang sudah di presentasikan sebelumnya oleh salah satu teman kelompok serta bertanya dengan salah satu pelanggan. Saat Saichu dan Fitri masuk ke dalam brand itu selang beberapa menit Sigit juga masuk, mereka meliha-lihat produk yang ada di dalam MotherCare, SPG yang ada di dalam MotherCare tersebut juga tidak bersikap ramah. Ketika mereka ingin bertanya dengan salah satu pelanggan yang membeli produk MotherCare, pelanggan tersebut sudah membuka tangannya yang berarti “Menolak”. Kita berlima berpikir “Emang kita mau ngapain, Bu? Udah nolak aja. Dikira kita mau minta sumbangan kali yah. Hahaha”. Setelah mereka keluar, gue dan Lina masuk. Kami melihat-melihat produk-produk yang ada di dalam brand MotherCare. Kami menunggu untuk SPG datang menghampiri tetapi para SPG pun tidak menghampiri, huft. Saat itu, bersamaan dengan pelanggan lain datang dan ingin membeli salah satu produk MotherCare. Kami mencoba untuk bertanya kepada pelanggan tersebut sesuai dengan tugas perilaku konsumen yang telah diberikan oleh Ibu Nuri. Kebanyakan pelanggan menganggap bahwa faktor mereka memilih membeli perlengkapan bayi atau pakaian bayi di MotherCare di karenakan Psychological Factor, yaitu persepsi mereka yang mengatakan kalau bahan-bahan pakaian yang terdapat di MotherCare sangat bagus dan nyaman jika dipakai oleh anak-anak mereka.
            Semua informasi sudah kami dapat, setelah itu kami membuat tugas sesuai yang telah kami dapat dalam observasi tersebut dan akan di presentasikan di depan Ibu Nuri. Kami mencari tempat makan sambil mengerjakan tugas sambil beristirahat sejenak. Setelah makan selesai, kami berlima kembali ke Masjid untuk berkumpul dan akan mendengarkan presentasi yang akan di presentasikan oleh tamu. Di perjalanan menuju ke Masjid, kami pun sedikit nyasar dan bingung pergi ke arah masjid. Meskipun nyasar sih, kita tetap have fun kok. Hahaha..
            Sebelumnya semua kelompok diberi tugas Leadership sesuai yang telah di presentasikan oleh tamu tersebut. Di dalam materi kepemimpinan terdapat bagaimana kita melihat gaya kepemimpinan seseorang di dalam suatu perusahaan tertentu. Dalam teori Hersey menjelaskan bahwa keberhasilan memimpin seorang pemimpin tergantung pada kemampuannya memilih gaya kepemimpinan yang tepat. Gaya kepemimpinan yang dipilih oleh pemimpin tergantung pada tingkat kedewasaan bawahan/ anggota, yaitu kesiapan untuk menjalankan tugas Kesiapan anggota ditentukan oleh kemauan dan kemampuan dalam menjalankan tugas. Setelah berakhir, kami semua mengantri untuk mempresentasikan tugas masing-masing kelompok. Setelah kuliah itu benar-benar selesai, gue dan teman-teman yang lain akhirnya bisa pulang juga.. Hahaha

0 komentar:

Posting Komentar