This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Jumat, 20 Juni 2014

Kuliah Nge-Mall

     Yaa walaupun ngepost tentang materi ini telat, tapi masih inget pengalaman dan materi apa yg dibahas dalam kuliah nge-mall ini.
Jadi, untuk materi Perilaku Konsumen dan Kepemimpinan itu saya dan febi memberikan materi ini di mall Gandaria City. Inget banget pas dapetin tugas buat kesana banyak pro kontranya loh. Ada yang nganggep "yaudahlah yaa toh kita kuliah cari suasana lain" , ada juga yang "ngapain sih jauh-jauh sampe jakarta selatan kita mesti nge-mall, emang jakpus ga ada mall ! " pokoknya banyak deh tanggepan postif dan negatif buat belajar disana. Untuk saya pribadi pertama tau kita belajar disana sempet kesel karena masalah jarak mallnya aja tapi kalo untuk kuliah langsung praktik lapangannya assik-assik aja. Malahaan bisa main-main dan dapet pengalaman dari pembicara juga yang terkait dengan Perilaku Konsumen dan Kepemimpinan. Setelah mendapat kedua materi tersebut semua kelompok mendapat tugas untuk mengobservasi ke toko branded dari pakaian,sepatu,mainan dan lain-lain. Apa sih yang kita obervasi dari toko-toko tersebut? Pastinya tentang si konsumen dan si penjual terkait dengan materi Perilaku Konsumen serta mencari tahu bagaimana seorang gaya kepemimpinan di suatu perusahaan (pembicara perusahaan susu) yang terkait dengan materi tentang Kepemimpinan. Mau tau kan materinya gimana? Nah dibawah ini saya akan membahas mengenai Perilaku Konsumen dan Kepemimpinan.

PERILAKU KONSUMEN 

Apa sih perilaku konsumen itu?
     Perilaku konsumen adalah ilmu yang mempelajari tentang perilaku yang ditujukkan oleh konsumen mulai dari mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi, hingga membuang produk atau jasa yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan mereka.
Berawal dari konsep pemasaran pada dunia bisnis pada tahun 1950-an, dimana terdapat tiga pendekatan marketing consept saat itu, yaitu :

1) Production concept
Dalam pendekatan ini menjelaskan bahwa konsumen hanya berminat dengan produk yang sudah tersedia dan harganya murah/terjangkau. Misalnya ketika kita sedang berbelanja disebuah toko sepatu, kita melihat beberapa model sepatu. kita sebagai konsumen akan membeli sepatu ditoko tersebut sesuai dengan model dan ukuran yang tersedia serta dengan harga yang terjangkau.

2) Product concept
Asumsi dalam pendekatan ini adalah konsumen hanya mau membeli produk yang menawarkan kualitas terbaik, performa terbaik dan fitur terlengkap.
Sudut pandang ini mendorong perusahaan untuk meningkatkan kualitas produk, menambahkan fitur (baru) dalam produk, tanpa perlu mengetahui lebih dulu konsumen butuh fitur-fitur itu atau tidak. Misalnya, suatu perusahaan yang memproduksi smartphone yang setiap tahunnya mengeluarkan versi terbaru. Dalam setiap versinya selalu menambahkan aplikasi-aplikasi menarik dengan harapan konsumen akan membeli produk smartphonenya tersebut tanpa memperhatikan aplikasi yang mereka tambahkan memiliki kebutuhan bagi konsumen.

3) Selling concept
Pendekatan ini berasumsi bahwa pelanggan tidak mau membeli barang, kecuali dibujuk untuk membeli. Sering kali kita melihat disetiap pusat perbelanjaan pasti menemukan SPG/SPB yang menawarkan sebuah barang/produk. Tak jarang bagi mereka sampai mengejar para pengunjung pusat perbelanjaan tersebut. Dengan harapan produk yang mereka tawarkan bisa dibeli. Nah, dalam pendekatan inilah konsumen akan membeli apabila SPG/SPB bisa membujuk konsumen tersebut dengan baik. Kelemahan dalam pendekatan ini adalah tingkat ketidakpuasan terhadap barang yang ditawarkan, apabila suatu saat barang tersebut rusak pelanggan tidak akan kembali untuk membeli barang yang sama. Perusahaan yang memproduksipun dalam pendekatan ini tidak memikirkan kualitasnya. 

MARKETING CONCEPT
       Marketing concept adalah suatu usaha yang dilakukan oleh suatu perusahaan untuk mencari tahu kebutuhan apa yang menjadi prioritas atau keinginan konsumen, lalu perusahaan tersebut memproduksi barang/jasanya. Dalam penerapannya penjual akan membuat produk yang laku dipasaran dibandingkan menjual apa yang sudah dibuat
Perbedaan selling concept dan marketing concept yaitu Selling concept fokus pada kebutuhan penjual sedangkan Marketing concept fokus pada kebutuhan konsumen.
Untuk menerapkan marketing concept, perusahaan harus mau  melakukan riset mendalam akan kebutuhan konsumen. Karena kebutuhan dan prioritas setiap konsumen berbeda-beda. Beberapa strategic tools untuk menerapkan marketing concept : market segmentation, targetting, positioning, dan marketing mix.
  Market segmentation adalah proses membagi pasar ke dalam kategori/ subset dimana konsumen memiliki kesamaan kebutuhan/ karakteristik. Dengan metode berdasarkan geografis, demografis, perilaku dan psikogeografis. 
  Market targeting adalah pemilihan satu atau lebih segmen pasar yang akan dikejar/ ditargetkan perusahaan. Dalam hal ini perusahaan menargetkan segmen pasar yang seperti apa yang dapat membeli produknya.
Positioning adalah proses mengembangkan gambaran tertentu dari sebuah produk atau jasa ke dalam benak konsumen, dimana gambaran produk yang dibentuk sebaiknya memiliki perbedaan/ keunggulan dibandingkan dengan produk competitor. Postitioning yang efektif adalah yang menggunakan prinsip yaitu bisa mengkomunikasikan keunggulan fungsi produk, BUKAN fitur produk (communication benefits) dan memiliki slogan (unique selling proposition
  
Marketing Mix adalah seperangkat alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk mencapai tujuan pemasaran dalam memenuhi target pasarnya. Mengapa dikatakan marketing mix karena banyak faktor yang mempengaruhi. Faktor-faktor tersebut antara lain ; price, place, product, promotion, processing, physical environment, and people. 
 
 Sekarang kita akan membahas tahapan apa saja yang terjadi ketika kita membeli suatu barang ? ada empat proses yaitu :
1) Tahap pertama yaitu pengenalan masalah. Dalam tahap ini kita mengenali permasalahan akan kebutuhan terhadap suatu barang. Apakah kita membutuhkan barang ini atau tidak? 
2) Tahap kedua yaitu pencarian informasi. Dalam tahap ini kita yang tergugah akan kebutuhan suatu barang, kita akan mencari segala informasi mengenai apa saja kelemahan/kelebihan, harga, fitur, dll. Hal ini menjadi bahan pertimbangan kita untuk membeli atau tidak.
3) Tahap yang ketiga yaitu evaluasi alternatif. Dalam tahap ini konsumen akan memproses informasi merek dan membuat penilaian akhir. Mereka akan memberikan perhatian pada atribut yang memberi manfaat yang dicari. 
4) Tahap yang terakhir yaitu keputusan pembelian. Dalam tahap ini konsumen membentuk referensi atas merek-merek dalam kumpulan pilihan. Konsumen mungkin juga membentuk niat untuk membeli produk yang paling disukai, termasuk menilai resiko dari pembelian.
 
 Kita telah selesai membahas materi mengenai Perilaku Konsumen. Selanjutnya kita akan membahas materi yang kedua mengenai Kepemimpinan. 
 
Dalam lingkup perusahaan atau organisasi, istilah memimpin dan manajemen dianggap memiliki tujuan yang sama. Padahal keduanya itu berbeda. Apasih perbedaanya? Apakah seorang pemimpin dalam organisasi adalah manager dan seorang manager itu seorang pemimpin? 
Naah, sebenernya kedua istilah tersebut memiliki tugas dan fungsi yang berbeda dalam suatu perusahaan. Seseorang yang menjadi manajer belum tentu dia seorang pemimpin dan seorang pemimpin belum tentu seorang manager. Berikut ini penjelasannya :
Memimpin --> Kemampuan seseorang dalam mempengaruhi anggota kelompok untuk mencapai tujuan.Tugasnya adalah mengarahkan anggota mengembangkan visi, mengkomunikasikan ide, menginspirasi dan segala hal yang dilakukan untuk merubah. 
Manajemen --> memiliki tugas untuk memastikan urusan dan tugas terlaksana dengan baik melalui penyusunan rencana, membuat struktur organisasi, memonitor pelaksanan rencana, dsb
 
Dalam organisasi kita membutuhkan seorang pemimpin yang memiliki karakteristik kepemimpinan yang kuat dan manajerial yang efektif. Mengapa? Karena keberhasilan sebuah organisasi sangat dipengaruhi oleh pemimpinnya. Jabatan pemimpin disuatu organisasi seperti , direktur, manajer, sepervisor, group leader dan mentor.
 
Teori Dasar Kepemimpinan 
 1. TRAIT THEORY
  Teori ini mempelajari dan berusaha mengenali trait yang membedakan karakteristik pemimpin (leader) dengan bukan pemimpin (non-leader). Seorang pemimpin itu dilahirkan bukan karena seseorang yang dibentuk.  Caranya untuk mengetahui pemimpin sesuai dengan teori ini adalah dengan cara mengidentifikasi trait pemimpin-pemimpin yang ada di dunia dan CEO yang berpengaruh seperti, Margaret Thatcher, Nelson Mandela, Cofounder APPLE, American Express chairman, dsb. Namun teori tidak dapat menjelaskan kepemimpinan itu seperti apa.
2.  BEHAVIORAL THEORY
     Teori yang menjelaskan bahwa perilaku tertentu pada seseorang membedakan seorang pemimpin (leader) dan bukan pemimpin (non leader). Seorang pemimpin menurut teori ini adalah seseorang yang biasa bisa menjadi seorang pemimpin dengan cara membentuk dan melatih orang tersebut untuk menjadi pemimpin. Jadi, teori ini berbanding terbalik dengan trait theory. 
3. CONTINGENCY THEORY
    Teori ini beranggapan bahwa tidak ada seorang pemimpin dapat memiliki gaya kepemimpinan diberbagai situasi secara efektif karena kemampuan dalam memimpin itu tergantung (contingency) diberbagai faktor situasional. Faktor situasional yang mempengaruhi antara lain preferensi gaya kepemimpinan, kemampuan anggota dan perilaku anggota, hubungan pemimpin dengan anggota, struktur tugas dan kekuatan posisi pemimpin. 
        a. FIEDLER CONTINGENCY MODEL (FCM)
            Keefektifan suatu kelompok tergatung besarnya kontrol pemimpin yang diperolah dari kecocokan gaya memimpin dengan aspek situasi. Gaya kepemimpinan menurut teori ini dapat diperoleh dengan cara kuesioner least preferred coworker (lpc) yaitu membagi gaya kepemimpinan menjadi dua yaitu task oriented dan relationship oriented. Dari aspek situasional gaya kepemimpinan dapat dilihat dari hubungan atasan dengan bawahan, struktur tugas yang diberikan (terstruktur/tidak) dan kekuatan posisi. Semakin baik ketiga aspek situasional tersebut dapat dimiliki oleh seorang pemimpin semakin besar pula kontrol atau pengaruhnya. 
      b. HERSEY-BLANCHARD SITUATIONAL LEADERSHIP THEORY (SLT)
          Seorang pemimpin menurut teori ini bisa mengubah gaya kepemimpinan sesuai dengan tingkat kedewasaan anggota. Tingkat kedewasaan bawahan/anggota adalah kesiapan (readiness) untuk menjalankan tugas yang ditentukan oleh kemauan (willingness) dan kemampuan (ability).
    
Readiness
Orientasi
Style
Unable & Unwilling
High Task & Low Relationship
Directing/ Telling Style
Berikan tugas spesifik dan 
 pengawasan intensif
Able & Unwilling
Low Task & High Relationship
Participating Style
Saling berbagi ide dan berdiskusi 
 dalam mengambil keputusan
Unable & Willing
High Task & High Relationship
Selling Style
Mengarahkan dengan cara yang suportif 
 dan persuasif (perhatian, memperhatikan 
 kesetaraan, peduli)
Able & Willing
Low Task & Low Relationship
Monitoring/ Delegating Style
Memberikan kepercayaan kepada 
 kelompok untuk mandiri mengerjakan 
 tugas dan mengambil keputusan
 
      c. HOUSE PATH-GOAL THEORY
         Kepemimpinan yang efektif terwujud dari kombinasi banyak faktor antara lain faktor gaya kepemimpinan (directive, participative, achievment-oriented, and supportive), faktor lingkungan (struktur tugas, sistem kewenangan dan kelompok kerja) dan faktor karakteristik individu (locus of control, pengalaman kerja dan kemampuan yang dimiliki). Dalam teori ini menjelaskan bahwa tugas seorang pemimpin adalah menyediakan anggota informasi, dukungan dan sumber pendukung lain untuk mencapai tujuan/menyediakan jalur (path)

     d. VROOM-JAGO LEADER PARTICIPATION MODEL
        Efektivitas kepemimpinan dari tingkatan kemampuan dan partisipasi pemimpin dalam mengambil keputusan. Ada tiga gaya kepemimpinan dalam pengambilan keputusan yaitu authority decision yaitu pemimpin mengambil keputusan sendiri lalu mengkomunikasikan pada bawahan ; concultive decision yaitu pemimpin yang mengambil keputusan sendiri setelah mengumpulkan informasi dari bawahan ; grup decision yaitu pemimpin yang melemparkan masalah dan berdiskusi dengan  anggota untuk mendapatkan kesepakatan solusi (group decision making) .
 
Demikikanlah penjelasan mengenai perilaku konsumen dan kepemimpinan. Semoga penjelasan ini dapat membantu :") 

Komunikasi dalam Organiasi

Kesan saat belajar materi komunikasi dalam organisasi saya merasa senang. Dalam materi tersebut lewat teman seanggota kelompok saya, saya dapat mengerti tentang politik walaupun sedikit tapi saya senang karena sebelumnya saya tidak mengerti sama sekali. Saat belajar komunikasi saya merasa senang, karena materi tersebut mudah saya pahami. Berikut adalah materi yang saya dapatkan dari komunikasi dalam organasisai: komunikasi yang efektif, yaitu pesan yang disampaikan sama dengan pesan yang diterima. Dalam komunikasi juga terdapat misscommunication, seperti pesan yang hilang, pesan yang menyimpang, dan pesan yang ditolak. Pesan yang hilang itu pesannya ga nyampe  (udah dikirim tapi ga nyampe). Pesan yang menyimpang, yaitu pesan yang tidak sesuai dengan pesan yang sebenarnya dan pesan ditolak, yaitu pesan yang ditolak, contohnya seorang karyawan yang ingin ambil cuti udah dijelasin mengapa ia ingin cuti tapi bosnya tetap tidak mengizinkan ia untuk cuti.


Fitri Apriani

Kamis, 19 Juni 2014

PIO - Pengembangan Organisasi

Assalamualaikum Wr Wb

Akhirnya ketemu juga di penghujung mata kuliah PIO, materi terakhir adalah pengembangan organisasi & yg menjadi presenter kelompok kami adalah Yeni.
Oke langsung ke materi aja ya, pengembabgan organisasi adalah kegiatan yang melibatkan seluruh elemen organisasi, dikelola oleh manajemen puncak, untuk meningkatkan efektivitas organisasi melalui intervensi yang berbasis ilmu perilaku. Dalam pengembangan organisasi ada model pengembangannya yaitu action research. Action research adalah proses perubahan organisasi yang dimulai dengan pengumpulan data hingga pemilihan solusi yang paling tepat untuk mengatasi permasalahan organisasi. Tahapan action research diantaranya adalah: entering and contracting, diagnosing, planning and implementing change, evaluation and institutionalizing. Permasalahan dan intervensi OD diantaranya adalah: isu strategis, teknologi dan struktur, sistem pengelola SDM, permasalahan hubungan sosial. Faktor penentu keberhasilan intervensi: kesiapan berubah anggota, kemampuan untuk berubah, konteks budaya organisasi, kemampuan menerapkan intervensi dari praktisi OD.
Oke sekian & terimakasih.

Wassalamualaikum Wr Wb
-Shahnaz Roellyana-
      -1602011056-

Penilaian Kinerja


Bismillah, Assalamualaikum . Wr.Wb

Hambatan dari diri sendiri : saya lupa dan akhirnya telat menulis blog mengenai materi penilaian kerja di awal pertemuan kelompok pertama kali.

setiap organisasi perlu menegtahui posisinya dalam mencapai tujuan
untuk tahu posisi perlu melakukan evaluasi menggunakan Sistem Manajemen Kerja (SMK)

Proses mengevaluasi kinerja individu dalam organisasi disebut juga dengan penilaian kinerja (performance appraisal)

Bagaimana cara melakukan PA?
a. kriteria?standar keberhasilan kerja
b.metode pengukuran
c.subjek penilai

Kriteria objektif : yang diukur aspek kuantitatif kerja (jumlah barang, jumlah produksi barang, keluhan/kepuasan, jumlah eterlibatan, dll)

Kriteria Subjektif : yang diukur potensi, kompetenis, pemgetahuan, keahlian, kemampuan individu.

Metode penilaian kerja
Metode komparatif : kinerja individu dibandingkan dengan individu yang lain.
-pemeringkatan : urutan dari yang terbaik sampai yang terburuk
-perbandingan berpasangan : membandingkan setiap pegawai dengan pegawai lain untuk menentukan siapa yang terbaik, kemudian yang terbaik memiliki jumlah terbaik dibandingkan dengan yang lain.
-pengelompokan pada klasifikasi yang sudah ditentukan : kurva normal

metode individu :kinerja tidak dibandingkan dengan individu lain.
-rating/skala : penilaian yang didasarkan pada suatu skala.
-ceklis : penilaian yang didasarkan pada suatu standar unjuk kerja yang sudah di deskripsikan terlebih dahulu, kemudian penilaian memeriksa apakah pegawai sudah memenuhi atau melakukannya.

Menyusun kriteria objektof/hasil : buat dulu key performance indicator (KPI)
menyusun kriteria subjektif : tentukan dulu kompetenis/pengetahuan/keahlian/kemampuan seperti apa saja yang dibutuhkan untuk seseorang berhasil dalam pekerjaannya.

Hasil penilaian kerja
mendapatkan hasil penilaian kinerja karyawan, maka langkah selanjutnya  :
- pengambilan keputusan untuk pengambilan kinerja:
poor performance
average performance
good performance
outsanding performance

-mengkomunikasikan hasil penilaian kinerja kepada karyawan dan langkah pengembangan kinerja selanjutnya : bonus, kenaikan gaji, promosi, training plan

-hasil dari penilaian kinerja yang disampaikan kepada karyawan bermanfaat untuk meningkatkan motivasi karyawan.

Kesalahan dalam proses penilaian kinerja :
kesalahan dapat bersumber dari :
alat penilai kerja
penilai kerja
subjectivitas penilai :
halo effect
liniency effect
severity effect
central tendency
assimilation effect
differential effect
first impression error
recency effect

Wassalamualaikum.wr.wb. Sekian. Terimakasih.
Ayu Mutia Rachmawati
1602011009


Komunikasi

Sebuah komunikasi ialah suatu hal yang sangat penting dalam segala hal, tidak bisa terbayangkan jika kita hidup didunia tidak ada komunikasi sama sekali. Dengan komunikasi informasi bisa disampaikan ke khalayak dengan media langsung ataupun tidal langsung.Selain sebagai lata untuk informasi, komunikasi berfungsi sebagai motivasi, sebagai kontrol maupun alat untuk mengekspresikan emosi maupun perasaan.

Jenis komunikasi bisa berupa verbal, tulisan maupun non verbal, beberapa hala yang telah disebutkan tentunya terjadi pula dibidang bisnis. Komunikasi bisnis terjadi pada ruang lingkup internal yaitu bagian dalam dari sistem bisnis tersebut  misalnya dalam sebuah perusahaan tpastinya akan terjadi komunikasi anatara atasan ataupun bawahan, sesama karyawan dengan karyawan lain dengan divisi yang sama ataupun yang berbeda begitu pula dengan lingkup eksternal, dalam perjalananya tentu saja sebuah perusahaan akan berkembang dengan berkomunikasi dengan perusahaan atau menejemen lain di luar perusahaan dengan berbagai tujuan, misalnya menjalin kerjasama ataupun bisa menjadi motivasi bagi suatu perusahaan agar dapat memeiliki kualitas yang semakin baik.

Sebuah komunikasi akan efektif bila informasi yang disampaikan sama dengan informasi yang diterima tanpa kekurangan satu hal apapaun terlenih mengenai konten dari informasi ataupun pesan yang disampaikan.

Maka dari itu, sering sekali terjadi kesalahpahaman yangsering menimbulkan masalah besar dalam berbagai hal, dengan demikian alangkah baiknya jika kita bisa lebih menyeleksi dan juga berhati hati, cermat dan teliti ketika ingin menyampaikan pesan dan juga menyimak dengan seksama terhadap pesan yang disampaikan.


Rizky Fauzi

Pengembangan Organisai

Pertemuan terakhir di kelas yang ditutup dengan topik pengembangan organisasi kemudian diadakanya kuis untuk membantu mahasiswa dalam menghadapi UAS cukup membuat saya cemas sekaligus lega karna ternyata akhirnya kami bisa sampai dipenghujung semester enam. Terimakasih kepada psychofame yang selalu saling mensuport dan juga saling mengingtakan terhadap tugas maupun hal lain terkait perkuliahan. Terimakasih kepada Mba Nuri yang telah memfasilitasi kami untulk belajar Psikologi Industri Organisasi dengan berbagai metode dengan harapan kami dapat memahami juga dapat mengaplikasikan materi yang telah diberikan.

Dalam perkuliahan terakhir yang disampaikan oleh presenter yaitu mengenai pengembangan organisasi dijelaskan memiliki  tujuan yaitu meningkatkan keefektifitasan kinerja yang merujuk kepada visi dan misi yang dimilki oleh organisasi tersebut.
Dalam hal tersebut tentulah akan terjadi perubahan dari waktu ke waktu demi mendapatkan hal yang lebih baik dari sebelumnya. Pengembangan dalam organisasi tak luput dari masalah-masalah baik eksternal maupun internal. Misalnya sumber daya alam yaitu karyawan yang ada pada suatu perusahaan bisa saja memiliki karakteristik berbeda sehingga tidak bisa diperlakukan sama, kemudian perkembanagan teknologi yangsemakin hari semakin pesat, maka perusahaan harus terus berevolusi untuk menghasilkan produk yang kompetitif agar tetap bisa bersaing dipasaran, selain kedua hal tersebut juga terdapat masalah mengenai laju ekonomi yang sanagat fluktuatif dan juga kompetisi bisnis.

Dalam mengembangakan organisasi haruslah tersusun secara sistematis dan juga diolah oleh menejemen yang baik agar tercapai tujuan dari pengembanagan organisasi itu sendiri.
Model pengembangan organisasi yang umum digunakan yaitu Action Research yang dimulai dengan mengumpulkan data secara sistematis dari sebuah permasalah disuatu organisasi hingga upaya dalam menemukan solusi dari permasalahan.
Action Research terdri dari empat tahapan, yaitu :

  1. Entering and Contracting , diasumsikan jika kita adalah seorang karyawan dibagian HRD dan menjabat sebagai ketua maka kita harus bisa mendeteksi dan juga menentukan hal apa yang dapat memunvulkan masalah ataupunpaham menegenai masalah yang sedang dihadapai.
  2. Diagnosing ialah upaya untuk menegtahu penyebab dari masalah yang kita hadapi, melalui tiga level dari level organisasi, kelompok maupun individu.Dalam mendiagnosa suatu masalah biasanya digunakan alat pelengkap berupa kuisioner, wawancara, observasi dan fakta lain yang didapatkan dari beberapa divisi yang ada diperusahaan.
  3. Planning and Implamanting Change, dalalam tahap ini kita akan merumuskan bentuk intervensi apa yang cocok dari sebuah permasalahan
  4. Evaluating and Instituationalizing, setelah kita melakukan intervensi makan tahapan terakhir yang harus dilakasanakan yaitu mengevalusi intervensi yang telah kita berikan apakah dapat memepertahankan keefektifan kinerja organisasi tersebut dalam mencapai visi dan misi.


Rizky Fauzi