This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Kamis, 24 April 2014

Komunikasi dalam Organisasi

Assalamualaikum wr wb 

Okay , sebelumnya saya minta maaf nih karna ngepost ulang postingan saya. Hehehe
Soalnya pas melihat tulisan saya yang kemarin spasi2nya agak elek (((SPASI2))) 

Gue emang agak suka merhatiin apa yang orang mungkin gak perhatiin *eaa

Pada hari ini kelas PIO membahas soal komunikasi dalam organisasi , alhamdulillahnya bukan sayaa lagi presenternya tapi kak tertiaaa korban keduanyaaa ...
Materinya cukup ringan dari yang kemarin yang saya bawain ...

Cumaa saya ngerasa kurang bersemangat  hehe soalnya tadi pagi ada suatu hal yang bikin saya agak betek heheh emang  mungkin kalo laper dan perut kosong semua jadi salaah hahaha *curhatlagidehlu 

Tapi demi profesionalitas , saya berjuang untuk selalu tersenyum apapun masalahnya apapun kejadian yang saya alami hehehe.... *ciaelah 
Jadi tadi itu presentasinya di pojokan belakang di dalem kelas ...
Ternyata kater (panggilan saya ke tertia ) membawakan slide yang udah difotokopiin hehe she learn from me...

Duh maafin aku ya kawan2 kelompok aku tercintaa, kak sigit , kak lina , ciki dan kak ter yang gak aku
bagi slide dalam bentuk fotokopian ....
But i love that , karena saya orgnya termasuk yang visual learner, jadi baca adalah salah satu metode terbaik supaya cepat masuk ke otak, apalagi pake gambar dan bagan nemplok deh di otak hehehe

Pokoknya hari ini super sekalii ... Dan mungkin keliatan banget saya lagi gak enak hati .. 
Meskipun demikian someone from far2 away lagi nemplok di UI sono dan istilahnya kita sepulau lagi *galauldr deh gue hahaha 

Tadi kan kak ter presentasi di dalem kelas dan saya agak kurang konsen soalnya banyak distorsinya hehe dia menjelaskan dengan baik hehe. Semuanya dijelasin.. Kalo saya nanya dijawab dan kebetulan salah satu bahasan udah pernah saya pelajarin di komkes jadi lebih mudah di pahami ...

Kendati mood saya agak jelek hari ini , alhamdulillahnya kuliah pio kali ini terasa lancar-lancar saja karena materinya ringan dan gak terlalu berat kayak kemarin hehehe.... 

Dan faktor utamamya saya seneng adalaah hari ini gak adaaa kuisss yeeeeaaay \m/

Materi hari ini dijelaskan definisi komunikasi yang kalo saya simpulin itu artinya ada proses interaksi atau transferense suatu makna , ide atau hal antar dua orang yaitu penerima dan pengirim pesan...

Kemudian ada proses komunikasi nah yang ini mirip sama salah satu teori di komunikasi kesehatan 
Tapi saya lupa namanyaa intinya di proses ini hal yang menjadi perbedaan dengan teori yang lain adalah adanya noise yaitu sumber pengganggu di dalam proses komunikasi itu sendiri...

Dan saya juga baru tahu kalo bentuk komunikasi itu ada 3 yaitu verbal non verbal dan written Atau (tulisan) ...dan beda ya tipis2 saya sempet susah bedain nonverbal sama written for my information ternyata gambar termasuk bentuk yang non verbal hahahak ....

Selanjutnya yaitu masalah komunikasi itu ada 4 yaitu dari si penerima pesan, pengirim pesan , penafsir pesan dan pada prosesnya nah hal ini yang saya rasa bikin orang lebih gampang berantem hehe yah karna soal pending lah, twittnya lah , bahkan smspun bisa dan riskan memunculkan masalah dalam berkomunikasi ...
Terus materi terakhir nih yang tentang gaya komunikasi ada macem2 tuh process, idea , action , dan people hehe 
Seru banget pas baca how to treat people with type like that communication style ...

Sepenangkepan saya , kalo orang tipe idea itu yang lebih banyak bicara tentang ide , tapi bentuk realisasinya kurang.. Kebayang lah orang yang saya pikir dia tipenya begitu pas kater nerangin soal ini..

Kalo process itu struktural orangnya, gaya komunikasinya sangat prosedural sekali , jadi yaa dia ngomong tuh tertata dan sangat apik serta agak perfeksionis hehe ... Kebayang lagi deh tuh muka orang yang saya duga tipenya seperti ini...

Yang lain yaitu action kalo menurut saya ini tipe orang yang ngga betah diem dan dengerin ocehan panjang lebar, hehe he or she just need what's the point of that , tanpa embel2 basa basi ... Kalo yang ini saya agak susah nemuin contoh orangnyaa hahaa

Terakhir nih tipe people yaitu tipe orang yang berinteraksi atau berkomunikasi itu berdasarkan referensi orang, misalkan dia kalo milih baju , lebih percaya diri kalo dipilihin, selera makan juga kurang bervariasi karna pasti ngikut orang , percaya kata2 orang yang berpengaruh dan lebih suka basabasi ya maksudnya dia suka dengan orng yang kalo mgomong ngga to the point gituu....


Karena materinya komunikasi saya nggak nyangka kalo kita bakal menganalisis gambar  yaitu sebuah twipict dari salah satu comic bahkan salah satu pencetus stand up comedian di Indonesia yang sempat jadi trending dan bahan omomgan oleh banyak selebtweet yang saya follow hehehe

Kebetulan saya followersnya jadi saya tahu banyak gitu soal diaa, dan dugaan kami sekelompok itu beda sama bu nuri hehe, soal yang gaya komunikasi tadi sama bentuk komunikasinyaa... 

Hehee pas kerjain tugas tadi kami sampe ngobrol ngalor ngidul soal politik lah, soal cara mencoblos dan ngomongin soal capres yang lagi anget2nyaa.. Jadi sampe saya lupa deh samaa kesediham tadi yang diawal hehehe....


Oya , for your information supaya lebih mudah menulis blog , gak harus lewat pc lagi ... 
Kamu bisa nulis di blogger yaitu aplikasi yang kalian bisa unduh di play store atau app store dari gadget kece kalian semuaaa  dan lebih gampang .. Tinggal ketuk untuk new post dan setelah slesai klik done dan publish ...


Pada hari ini saya dapet tips berharga soal menghadapi orang dengan 4 tipe komunikasi diatas tadi ..
Thank youu , udahan dulu yaah... 

See you next week . Bhay bhay :) ^^

-Aisya cinintya saichu-




Selasa, 22 April 2014

Hooray!

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh...

Whoaaa this is my fist time to blogging (again) after such a long long longgg time. To get straight, seneng deh sama metode belajar yang sekarang. Ga ngantuuuk (itu penting banget), entah kenapa jadi lebih bisa memahami aja, apa karena kebagian yang presentasi ya? Hahaha. Ehem.. Tapi karena kebagian jadi presenter itulah, jadinya terdorong untuk kepo dengan materinya. Oh iyaa, ada yang tau ga kepo itu apa??? Sekarang kan lagi in banget nih ngomong ‘kepo’, tapi harus tau dulu ‘kepo’ itu apa. Jadiii, ‘kepo’ itu sebenernya singkatan loh, dari Knowing Every Particular Object. “Hah??” “Waw...” “Iiih baru tauuu...” “Oh gitu yaa...” “Udah tau dari lama doong...” Salute buat yang udah tau, berarti udah benar-benar menerapkan arti ‘kepo’ yang sesungguhnya ;)

Oke, balik lagi ke PIO tercinta. Sampe mana tadi yah? Naah kalo dari sisi presenter nih, bisa buat lahan latihan mengembangkan leadership, dan public speaking juga loh. Segala sesuatu kan mulai dari yang kecil aja dulu, baru siapa tau bisa jadi motivator nantinya. Memotivasi teman-teman yang sering kegalauan mungkin? Haha, no offense.

Materi yang dibahas adalah Penilaian Kinerja. Intinya sih Penilaian Kinerja itu merupakan pengukuran prestasi kerja si pegawai, dengan landasan peraturan yang udah ditetapkan, caranya yaitu membandingkan hasil yang udah dicapai dengan standar pekerjaannya. Sebelumnya, tentuin dulu 3 hal pokok ini: 1) kriteria kinerja (yang menjadi acuan); 2) metode penilaian kinerjanya, dan 3) si penilai kinerjanya (orang yang berhak menilai). Udah deh, dari situ baru mulai satu-persatu langkah berikutnya.

Singkat segitu aja dulu yah, sekian.

Barakallahufiikum J
Wassalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh...


Deena Pratiwi

mlm guys...ketemu lagi sama saya edta..kali ini saya ingin berbagi kesan kedua saya mengikuti kelas pio..kesan saya tentu campur aduk karena kali ini saya yg melakukan presentasi kepada teman - teman kelompok saya.,nervous, gugup, keringet dingin semua jadi satu karena saya takut jika teman - teman saya tidak mengerti apa yang saya katakan. waktunya presentasi, setelah presentasi ternyata tidak terlalu buruk yang saya pikirkan karena saya bisa melaluinya dengan aman...

hambatan saat kelas pio berlangsung adalah dari diri saya karena saya sesekali sulit mentransformasikan ide - ide yang ada di kepala saya ke dalam penjelasan..

ok guys, saya akan membagi sedikit ilmu yang saya dapat dari pio kemarin..kali ini membahas tentang komunikasi dalam organisasi dimana dalam organisasi itu dikenal dengan internal communication and external communication. internal communication itu adalah komunikasi yang melibatkan pihak - pihak yang berada didalam perusahaan tersebut, sedangkan external communication adalah komunikasi yang melibatkan pihak dari dalam perusahaan ke luar perusahaan..gaya komunikasi terdiri dari action (orang yang berbicara selalu fokus pada topik), proses (orang yang berbicara selalu menggunakan fakta - fakta), idea (orang yang berkomunikasi terlalu banyak ide - ide / imanjinasi), people (selalu merujuk pada orang lain dimana orang ini akan selalu basa basi dulu lalu pad topik pembicaraannya)..

ok guys, sekian ya ilmu yang bsa saya bagikan..see u next week..salam edta..mmmuuuaaaccchhh

hello Monday, Hello Kartini day






21 April 2014, ada yang tau gak itu hari apa? Hari kartini??? Hmmm.. betul juga sih, pagi itu banyak banget anak kecil yang udah rempong didandanin sama emaknya buat kartinian, bahkan bukan anak tk aja lohh,,, anak SD sama SMP juga memperingati hari lahirnya ibu Kartini. Coba mahasiswa juga kayak gitu, kekampus make baju kebaya dan kondean pasti seru yahh,,, ehh tapi jangan deh nanti yang ada bukannya kuliah malah ke KUA serombongan hehehehe….

Oke, 24 April 2014 adalah hari Senin yang emang bertepatan sama hari Kartini, tapi kalau untuk kalangan mahasiswa sendiri sih memperingatinya cukup dengan mengenang. Seperti biasa matakuliah hari senin adalah PIO. Dulu tuh sebelum mengenal PIO, yang ada dipikiran saya cuman perusahaan, gedung tinggi yang di dalamnya ada cowok ganteng masih muda memakai jas, sepatu mengkilat, tampang charming, dan kekantor make mobil keren menjabat sebagai eksekutif muda atau paling banter managerlah hahahaha (pikiran FTV banget yaa :p). dan ternyata setelah saya berkenalan dengan PIO isi kepala saya berubah menjadi pusing tujuh keliling, mata mual, perut belekan, idung ileran #ehh sory jadi lebay hehehe… pokoknya awal saya mengenal PIO complicated banget deh,,, tapi untungnya sekarang udah falling in love sama PIO #sosweet.

Pagi itu saya berangkat jam 07.00 dari rumah di daerah ciledug menuju cempaka putih dengan modal bawa duit selembar uang biru, perjalanan cukup lancar meskipun polusi tetap mencekam pernapasan. Saat itu ketika saya hampir sampai kampus, dari jauh ada seorang pria yang melambaikan tangannya kearah saya, saya kira dia adalah cowok keren berdasi yang seperti saya bayangkan tentang PIO, dan ternyata setelah mendekat dengannya dia adalah seorang pria memakai jas rompi warna hijau mencolok alias polisi hehehe. Pagi yang apes, ternyata saya kena tilang karena salah jalur, yaa sudah karena saya hanya punya Surat Izin menikah #ehhh sementara Surat Izin Menyetir saya tidak punya akhirnya STNK saya disita  deh,, tapi tak apalah yang penting hati saya gak disita hehe. Padahal saya sudah bilang “pak damai itu indah, dan damai itu 20.000” dengan jurus mata cantik saya tapi ternyata jurus saya tidak berhasil. Mungkin karena proses komunikasi saya yang terhambat kali yaa,, ternyata persuasi saya gak tepat sasaran, jadi saya harus kepengadilan deh nanti. Huftt ….pagi yang cukup membuat semangat saya berkurang L.

PIO kali ini, saya akan dimentori oleh Isna, gadis cantik, berkulit putih, tinggi, sering memakai cadar alias masker dan dijuluki kamus Inggris berjalan kerana kefasihannya dalam bahasa inggris. Dia akan menjelaskan tentang “Komunikasi Dalam Organisasi”. Masih ingetkan pengertian komunikasi itu apa? (yang lupa buka lagi slidenya ya J). Dalam berkomunikasi ada proses-proses yang harus kita lewati terlebih dahulu, diantaranya ada sender sebagai pengirim pesan yang menyampaikan ide-ide yang ada didalam kepalanya, setelah ide tersebut diproses, si sender harus menyalurkan ide atau pesan tersebut dengan menggunakan media kepada penerima, setelah diterima penerima akan memproses secara kognitif isi dari pesan tersebut sehingga ia dapat memahaminya dan timbulah sebuah feed back. Terkadang dalam proses komunikasi itu ada sebuah gangguan yang dapat menyebabkan pesan yang diterima tidak sesuai dengan pesan yang diberikan. Contohnya seperti kasus saya tadi, ada sebuah ide dalam pikiran saya untuk berdamai dengan polisi, lalu saya sampaikan ide saya melalui komunikasi secara langsung, dan sebenernya pak polisi pun dapat memahami informasi yang saya terima, akan tetapi karena saya lagi apes feed back yang saya dapatkan tidak sesuai dengan yang saya inginkan. ( betul gak mba nuri contoh saya? Kalau salah tolong diperbaiki yah hehehe). Komunikasi yang efektif itu antara pesan yang diterima sesuai dengan pesan yang disampaikan. Jadi kalo yang pacarannya sering bertengkar coba di cek proses komunikasinya kali aja ada proses yang terhambat hehehe

Untuk fungsi komunikasi itu sendiri ada banyak, coba di baca dan dipahami lagi yahh… nah sementara jenis komunikasi itu ada tiga, yaitu verbal, non verbal, dan written. Untuk verbal merupakan jenis komunikasi secara langsung, jadi si sender langsung mengutarakan apa yang ada dipikirannya kepada receiver secara langsung, bisa melalui tatap muka, telpon. Sementara non verbal lebih kearah gesture tubuh, raut muka, oh yaa dari gambarpun juga bisa, karena gambar mempunyai cerita yang bisu tapi bermakna, dalam komunikasi non verbal ini perasaan serta emosi akan lebih cepat tersampaikan, makanya ada sebuah istilah “biarlah mata berbicara, meskipun mulut berdusta”, kalau untuk komunikasi written seperti yang kalian baca pada blog saya, disini-saya-menyampaikan ide melalui sebuah tulisan, meskipun ada tidaknya feed back itu tetap sebuah proses komunikasi, karena tulisan saya dapat mempengaruhi kalian (pembaca) mungkin ada yang memahami ada juga yang tidak memahami isi tulisan saya, ada yang senyum-senyum membacanya ada juga yang flat, macam-macamlah, tapi saya tidak tahu respon dari kalian (pembaca). jenis komunikasi written ini akan menjadi sempurna apabila ada feed back dari pembacanya makanya ayoo berikan komenentar pada blog saya ini!! untuk komentar terbaik akan mendapat doa dari saya semoga Nilai PIOnya menjadi A+ hehehe. Untuk contoh lainnya pada komunikasi jenis written bisa saudara baca petunjuk kali ini:
Bacalah baik-baik 10 fakta berikut:
1.Anda tidak bisa mencuci mata anda dengan sabun.
2.Anda tidak bisa menghitung rambut anda.
3.Anda tidak bisa bernafas lewat hidung, dengan lidah yang sedang terjulur keluar.
4.Anda baru saja mencoba no.3
6.Saat melakukan no.3 anda sadar itu mungkin, namun anda terlihat seperti anjing.
7.Sekarang anda tersenyum karena merasa dibodohi.
8.Padahal anda melewati no.5
9. Baru saja anda memeriksa bahwa memang tidak ada no.5
10.Bagikan ke teman anda, bersenang-senanglah.

Itu hanyalah sebuah tulisan, tapi dapat mempengaruhi tindakan pembaca,kalau tulisan itu tidak ada maka pembaca tak akan terhipnotis hehehe makanya disebut sebuah komunikasi written. Nah untuk ruang lingkup dan masalah komunikasi bisa dibaca sendiri ya,, oh yaa agar komunikasi kita dapat berjalan lancar, kita harus mengetahui gaya-gaya komunikasi tiap orang. Sebagaimana yang kita tahu gaya komunikasi itu ada Action, Proses, Idea, People, tiap orang punya gaya komunikasi berbeda. Nah buat kamu yang punya pacar, gebetan, atau siapalah agar komunikasinya berjalan lancar perhatikanlah gaya-gaya komunikasi mereka dan juga proses komunikasi itu sendiri agar isi hati yang ingin kau sampaikan tepat sasaran.

Yups, beginilah ceritaku pada hari senin, bagaimana dengan ceritamu?  dengan modal 50.000 dihari senin saya bisa mendapatkan bensin, makan siang, jajan, dan pelajaran berharga. Jadi berapa harga untuk kisah hidup di hari senin? ( saya yakin anda dapat menjawab dengan bijak) heheh

Written by : Aida Rahma Ilmiah

PIO So-So

Alohaa.. Selamat malam :)

Nothing Happened. Dua kata yang ingin aku lontarkan terkait materi kuliah PIO kemarin. Yup, kemarin. Dan aku baru menuliskannya hari ini. Oh why?? Karena setelah pulang kuliah dan sampai di rumah telah malam, aku langsung terbang ke pulau mimpi. Haha. Jadi kelupaan ditulis (hiks, berkurang satu poin deh..). Alright, terkait kata yang aku tuliskan diawal paragraf merupakan kesan yang aku dapat hari itu. It's like everything in PIO there never touch me. However, bukan berarti PIO kemarin ga menarik, kok. Menarik. That was really something. Pengetahuan bertambah lebih dalam tentang komunikasi, dan yang kemarin terkait komunikasi dalam organisasi. Terus, nambah pula pengetahuanku perihal salah seorang stand up comedian (hiks, karena aku ga kenal. hiks). Tugas yang juga sangat menarik. Tapi kenapa aku bilang nothing happened? Karena kemarin, berjalan begitu mengalir. Begitu teratur, begitu pas dengan alur yang direncanakan (meski memang seharusnya begitu). Maksudku adalah ga ada rasa dag-dig-dug atau effort or something like, 'ini materi harus banget di dengerin baik-baik'. Terus kalo kayak gitu, apa yang hilang? The Little Quiz! Aku suka hal yang kayak gini. Setelah materi dijelaskan, ada tugas yang diberikan untuk mendalami materi, dan ada quiz singkat (seperti pertemuan kemarin) sebagai evaluasi hasil yang udah ku dapat. Ga harus dimasukin sebagai nilai juga ga papa, yang penting bisa tau seberapa persen sih yang ditangkep dari materi hari itu. Well, sebenernya menulis blog ini juga termasuk pengulangan materi, sih. Tapi kan kalo menulis blog ini bisa ngintip buku catetan (meski aku ga liat buku catetan.. tapi tetep ajaaa-sekedar saran)

Yeahh.. ga ada hambatan hari kemarin meski pagi-paginya aku sibuk lari sana-sini buat jualan-jualan kecil. Asalkan aku mau belajar, aku bisa kok apapun hambatannya (aihh sok banget, sumpah). Teruss.. materi yang aku dapet hari itu tentang komunikasi dalam organisasi banyak bangett. Pertama ada definisi, apa itu komunikasi. Komunikasi ialah suatu proses penyampaian dan penerimaan makna dengan menggunakan simbol-simbol. Terus ada juga komunikasi bisnis yang definisinya sama namun ditambah dengan "dengan serangkaian tujuan". Proses komunikasi itu berasal dari pengirim pesan lalu di encoding pesannya sama pengirim pesan. Setelah itu, dia mengirimnya melalui chanel (saluran/media) nah di media ini ada noise (gangguan-gangguan dalam proses komunikasi). Kemudian pesan diterima oleh penerima pesan lalu di decoding untuk menafsirkan pesan tersebut. Dari penerima pesan, pengirim pesan akan menerima feedback terkait pesan yang dikirimkan. Next, ada fungsi komunikasi yaitu kontrol, informasi, motivasi dan ekspresi emosional. Komunikasi sebagai kontrol seperti dari atasan ke bawahan, dosen ke mahasiswa, orangtua ke anaknya, dll. Komunikasi sebagai informasi seperti iklan yang memberikan informasi terkait produk yang baru, atau informasi ada peraturan baru di suatu perusahaan, atau lainnya. Komunikasi sebagai motivasi seperti psikolog yang memberikan motivasi kepada kliennya, atau teman yang menyemangati temannya yang sedang galau, or else.. Komunikasi sebagai ekspresi emosional seperti ekspresi bahagia yang ditunjukkan seseorang yang sedang sangat berbahagia.

Then, ada jenis-jenis komunikasi; verbal, nonverbal, sama tertulis (written). Kalo verbal, yang diucapkan, yang bisa di dengar, tergantung pada kecepatan berbicara pengirim pesan, seperti bicara tatap muka atau melalui telepon. Kalo nonverbal, yang dilihat, yang harus diinterpretasi oleh penerima pesan seperti bahasa tubuh atau cara berpakaian. Nah, kalo tertulis atau written, yang bisa dipertanggungjawabkan, seperti surat, media cetak, dll. Kemudian ada komunikasi internal dan eksternal dalam bisnis. Komunikasi internal itu adalah komunikasi di dalam satu organisasi, ada upward, downward, sama lateral. Kalo upward ke atas seperti dari bawahan ke atasan, dari anggota ke ketua. Kalo downward ke bawah dari atasan ke bawahan, dari ketua ke anggota. Kalo lateral sejajar dari manajer keuangan ke manajer pembelian atau kalo di organisasi aku, dari Ketua 1 ke Ketua 2 atau Ketua 3. Selanjutnya ada komunikasi eksternal yang berkomunikasi dari dalam organisasi ke luar organisasi. Misalnya dari suatu perusahan pembuat pakaian mengirim surat ke perusahaan kain atau dari Tribhuwana ke Tradyakala. Materi berikutnya ada masalah komunikasi yang dapat terjadi dari pengirim pesan, penerima pesan, dalam penerimaan pesan, dan dalam penafsiran pesan. Masalah dalam pengirim pesan misalnya suaranya kecil, ragu-ragu, tidak dapat mengungkapkan idenya. Masalah dalam penerima pesan misalnya tidak memahami isi pesan, tidak dapat mendengar atau melihat pesan. Masalah dalam penerimaan pesan misalnya  saluran yang kurang mendukung seperti adanya kebisingan, kata yang hilang dalam surat, ataupun gambar yang terpotong. Masalah dalam penafsiran pesan misalnya adanya perbedaan persepsi atau pemikiran terkait hal yang masih ambigu ataupun multi meaning seperti ada sesrorang yang berteriak "setan pergi dari sini!" Yang masih tergantung pada nada bicara pengirim pesan dan atau penafsiran penerima pesan karena perbedaan budaya atau suku bangsa. Yang terakhir, ada gaya komunikasi yaitu, action, process, idea, dan people. Orang yg orientasi komunikasinya action akan langsung bertindak atau mengambil tindakan. Orang dengan gaya komunikasi process lebih menekankan ke prosesnya, bagaimana suatu hal dapat terjadi, kronologis. Orang yang menggunakan gaya komunikasi idea akan berbicara dengan banyak topik atau tema karena ketika sedang berbicara, muncul suatu ide lain di pikirannya. Orang yang gaya komunikasinya people akan lebih mementingkan hubungan pada lawan bicaranya terlebih dahulu, seperti basa-basi atau probing atau membangun rapport. 

Okay, that's all. Tapi kemarin presenter kami menyebutkan adanya miscommunication, misperception, dan misunderstanding dalam komunikasi. Namun karena di slide hanya ada miscommunication, jadi hanya itu yang dijelaskan plus Edta juga ga tau perbedaannya. Apalagi, ya? Udah sih itu aja. End of this article, see ya next time! :)

Thanks,
sunia f. azmi

Komunikasi Organisasi



Senin kali ini kelas pio membahas tentang komunikasi organisasi. Saya cukup terkesan dengan materi kali ini karna membahas fenomena nyata dari twit salah seorang komika. Senin ini saya cukup semangat karena sari pertama beraktivitas setekah long weekend.

Setelah tutor menjelaskan satu persatu materi materi komunikasi organisasi, kami mendapat tugas untuk mengulas twit salah seorang komika. Twit komika tersebut bergambar kakinya yang sedang menginjak spanduk dengan wajah salah satu tokoh politik Indonesia. Twit tersebut merupakan salah satu bentuk komunikasi, ya karna dari gambar tersebut komika ingin menyampaikan sesuatu kepada khayalak melalui media twitter. Maksudnya apa? Ya itu yang kurang bisa ditangkep karena komunikasi nonverbal memang sulit dimaknai, penerima pesan harus sepaham pengetahuan dengan sender.

Setelah twit itu muncul, banyak terjadi kecaman dari masyarakat. Ya istilahnya twitwar lah si komika dengan banyak orang. Sebenarnya tidak terjadi masalah dalam proses komunikasi, karna memang komika berhasil menyampaikan pesannya dengan baik. Namun yang jadi masalah adalah, penafsiran khalayak kepada twit tersebut.

Menarik memang membahas komunikasi, karena berbeda gestur atau mimik sedikit saja itu sudah merubah makna pesannya. Maka teman teman berhati hatilah dalam berkomunikasi, ingat pepatah, "mulutmu harimaumu" karne lidah tidak bertulang. Hehehehe sekian cuhat blog kali ini.

Desy Triwulandari.

Senin, 21 April 2014

Jawaban pertanyaan Dhaniar

Dhaniar, sori baru sempet bales sekarang. Saya jawab pertanyaannya ya...

Sebenernya masih  agak susah ngebedain sama anjab. Suka agak kebalik sih. Klo anjab kan yang dianalisis itu pekerjaannya tapi klo penilaian kerja itu orangnya. bener gak tuh ?
Iyak benerr.. bedainnya gampang kok.. Gampangnya gini deh, kita coba ulang konsep dasar analisa jabatan dulu. Bayangin ada orang yang menarik perhatian kamu, sebut saja kamu tertarik sama seseorang yang namanya Budi.

Karena kamu tertarik sama Budi, kamu jadi pengen banget tau all about Budi. Kamu pengen tau hobinya apa, minatnya apa, sifatnya kayak gimana, dst.. Dengan mengetahui segala sesuatu tentang Budi, kamu jadi punya BIG PICTURE tentang Budi itu orangnya kayak gimana. Dengan mengetahui BIG PICTURE tentang Budi, kamu jadi bisa nyusun strategi PDKT ke Budi. Bagaimana memperlakukan Budi, bagaimana membuat Budi tertarik juga sama kamu, and so on.

Nah, sekarang, anggaplah namanya Budi diganti namanya dengan ‘Jabatan’. Trus, si ‘BIG PICTURE’ diganti dengan ‘profil’. Dan ‘usaha mengetahui segala sesuatu tentang’ diganti dengan ‘analisa’

Jadi usaha mengetahui segala sesuatu tentang Budi = analisa jabatan
Tujuannya:  untuk mengetahui BIG PICTURE Budi = Tujuannya untuk mengetahui profil jabatan

Lalu apa maksudnya dalam anjab yang dianalisa jabatannya, dan bukan pemegang jabatannya?
Sekarang kita lihat definisi pemegang jabatan. Pemegang jabatan =  yang memiliki jabatan tersebut

Kalo kita analogikan sama Budi, anggaplah yang memiliki Budi itu emaknya, ya. Nah, kalo kita penasaran sama Budi, yang kita cari tahu kan si Budi, dong. Bukan emaknya.Karena kita gak penasaran emaknya kayak gimana. Tapi memang bisa juga nanyain tentang Budi ke emaknya, tapi tetap aja yang kita tanya itu Budi kyk gimana sih Tante? Bukan nanya Tante itu sifatnya kayak gimana sih?

Jadi dalam analisa jabatan yang kita cari tahu adalah jabatannya, bukan pemegang jabatannya. Walaupun kita nanya ke pemegang jabatannya.

Kalo Budi gak punya emak, kita tetap bisa mencari tahu Budi nggak?
Tetep bisa kan? Mungkin melalui tetangganya Budi, adiknya Budi, dst.
Jadi kalo si jabatan itu gak ada yang megang, kita tetap bisa cari tahu info tentang jabatannya, bisa nanya O*net, bisa nanya manajernya, bisa nanya rekan kerjanya, dsb..

Kalo dalam proses penilaian kinerja, yang kita nilai memang pemegang jabatannya. Yah, sama aja kayak dosen menilai kinerja mahasiswa. Yang dinilai pasti kinerja mahasiswa, bukan emaknya si mahasiswa. Kan yang kuliah si mahasiswa, bukan emaknya.. okesip :)

Masih bingung juga berarti yang dilakukan oleh perusahaan yang pertama kali berarti kan anjab dlu nihh trus rekrut pegawai trus penilaian kerja
Kalo secara teori, iya. Misalnya Dhaniar terpilih jadi ketua BEM. Sudut pandang yang bener itu, tentukan dulu struktur dan pembagian tugasnya apa untuk mendukung tercapai visi misi BEM. Bukan rekrut dulu orangnya. Soalnya kalo Dhaniar rekrut dulu orangnya, misalnya Dhaniar pilih Ketty “Ket, lo gue tunjuk jadi ketua divisi ya”. Ketty jawab : Oke deh.

Trus bergabunglah Ketty ke dalam BEM-nya Dhaniar. Nah terus, si Ketty ngerjain apa dong?
Lalu di akhir tahun, BEM-nya Dhaniar mau LPJ akhir tahun. Semua jajaran kabinetnya Dhaniar mau dievaluasi kerjaannya udah beres/ belom.. Untuk bisa bilang Ketty sudah melaksanakan tugas dengan baik atau tidak gimana caranya kalo dari awal gak ada tugasnya? Ya tho?

Makanya sebelum rekrutmen, Dhaniar harus punya landasan dulu untuk rekrut. Harus jelas dulu orang yang direkrut akan ngerjain apa, kriteria orang yang dianggap bisa melakukan kerjaan itu orang yang kayak gimana.

Landasannya dari mana? Dari Job Desc dan Job Spec.
Job desc dan job specnya tau dari mana? Ya dari analisa jabatan. Tau kan bedanya job desc dan job spec?

Analoginya (lagi-lagi) cari suami, deh :P
Job desc itu tugas suami apa aja.
Job spec itu kriteria suami yang diinginkan.

Udah jelas kan kenapa anjab dulu baru rekrut?

Tadi di awal saya bilang teorinya memang gitu alurnya : anjab -> rekrut -> penilaian kinerja
Tapi pada praktiknya di perusahaan, mending jangan ditanya deh alurnya gimana. Soalnya ada perusahaan yang rekrutmen dan penilaian kinerja sudah jalan, baru anjab. Yah, namanya juga dunia praktik, tidak melulu seindah dunia teori :)

Lalu berarti kualifikasi kompetensi pegawai saat rekrut sama dong yaa dengan kriteria penilaian kerja subjektif pada saat penilaian kerja ?
Secara teori : Iya :)

Ibaratnya gini, kalo di awal nyari suami nyarinya yang gak ganteng, yang penting soleh. Kamu gak boleh protes ketika sudah setahun nikah, kok suami kamu gak kunjung mirip dengan Reza Rahadian :D


Jadi standar di awal harus sama dengan standar yang kamu pakai untuk menilai kinerja

Oh yaaa satu lagi pertanyaannya KPI itu buat kriteria di Objektif atau di subjektif sih ya 
KPI Itu singkatan apa hayo? Key Performance Indikator. Kunci pegangan yang dijadikan indikator kamu untuk menilai kinerja seseorang. Untuk memudahkan pemahaman, ya KPI itu untuk kriteria objektif. Titik.

Walaupun pada praktiknya KPI bisa juga untuk mengukur kompetensi. Anggap aja kalian gak baca ini, ya :D 
Udah deh, pokoknya apa yang tertulis di slide, itulah yang harus dipahami dulu. Soalnya nanti kalo saya jelasin kemana-mana, malah makin bingung. Karena kalo mau digeber semua materi penilaian kinerja, mungkin bisa jadi satu kuliah sendiri tuh