This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
Kamis, 24 April 2014
Komunikasi dalam Organisasi
Selasa, 22 April 2014
Hooray!
mlm guys...ketemu lagi sama saya edta..kali ini saya ingin berbagi kesan kedua saya mengikuti kelas pio..kesan saya tentu campur aduk karena kali ini saya yg melakukan presentasi kepada teman - teman kelompok saya.,nervous, gugup, keringet dingin semua jadi satu karena saya takut jika teman - teman saya tidak mengerti apa yang saya katakan. waktunya presentasi, setelah presentasi ternyata tidak terlalu buruk yang saya pikirkan karena saya bisa melaluinya dengan aman...
hambatan saat kelas pio berlangsung adalah dari diri saya karena saya sesekali sulit mentransformasikan ide - ide yang ada di kepala saya ke dalam penjelasan..
ok guys, saya akan membagi sedikit ilmu yang saya dapat dari pio kemarin..kali ini membahas tentang komunikasi dalam organisasi dimana dalam organisasi itu dikenal dengan internal communication and external communication. internal communication itu adalah komunikasi yang melibatkan pihak - pihak yang berada didalam perusahaan tersebut, sedangkan external communication adalah komunikasi yang melibatkan pihak dari dalam perusahaan ke luar perusahaan..gaya komunikasi terdiri dari action (orang yang berbicara selalu fokus pada topik), proses (orang yang berbicara selalu menggunakan fakta - fakta), idea (orang yang berkomunikasi terlalu banyak ide - ide / imanjinasi), people (selalu merujuk pada orang lain dimana orang ini akan selalu basa basi dulu lalu pad topik pembicaraannya)..
ok guys, sekian ya ilmu yang bsa saya bagikan..see u next week..salam edta..mmmuuuaaaccchhh
hello Monday, Hello Kartini day
Written by : Aida Rahma Ilmiah
PIO So-So
Nothing Happened. Dua kata yang ingin aku lontarkan terkait materi kuliah PIO kemarin. Yup, kemarin. Dan aku baru menuliskannya hari ini. Oh why?? Karena setelah pulang kuliah dan sampai di rumah telah malam, aku langsung terbang ke pulau mimpi. Haha. Jadi kelupaan ditulis (hiks, berkurang satu poin deh..). Alright, terkait kata yang aku tuliskan diawal paragraf merupakan kesan yang aku dapat hari itu. It's like everything in PIO there never touch me. However, bukan berarti PIO kemarin ga menarik, kok. Menarik. That was really something. Pengetahuan bertambah lebih dalam tentang komunikasi, dan yang kemarin terkait komunikasi dalam organisasi. Terus, nambah pula pengetahuanku perihal salah seorang stand up comedian (hiks, karena aku ga kenal. hiks). Tugas yang juga sangat menarik. Tapi kenapa aku bilang nothing happened? Karena kemarin, berjalan begitu mengalir. Begitu teratur, begitu pas dengan alur yang direncanakan (meski memang seharusnya begitu). Maksudku adalah ga ada rasa dag-dig-dug atau effort or something like, 'ini materi harus banget di dengerin baik-baik'. Terus kalo kayak gitu, apa yang hilang? The Little Quiz! Aku suka hal yang kayak gini. Setelah materi dijelaskan, ada tugas yang diberikan untuk mendalami materi, dan ada quiz singkat (seperti pertemuan kemarin) sebagai evaluasi hasil yang udah ku dapat. Ga harus dimasukin sebagai nilai juga ga papa, yang penting bisa tau seberapa persen sih yang ditangkep dari materi hari itu. Well, sebenernya menulis blog ini juga termasuk pengulangan materi, sih. Tapi kan kalo menulis blog ini bisa ngintip buku catetan (meski aku ga liat buku catetan.. tapi tetep ajaaa-sekedar saran)
Yeahh.. ga ada hambatan hari kemarin meski pagi-paginya aku sibuk lari sana-sini buat jualan-jualan kecil. Asalkan aku mau belajar, aku bisa kok apapun hambatannya (aihh sok banget, sumpah). Teruss.. materi yang aku dapet hari itu tentang komunikasi dalam organisasi banyak bangett. Pertama ada definisi, apa itu komunikasi. Komunikasi ialah suatu proses penyampaian dan penerimaan makna dengan menggunakan simbol-simbol. Terus ada juga komunikasi bisnis yang definisinya sama namun ditambah dengan "dengan serangkaian tujuan". Proses komunikasi itu berasal dari pengirim pesan lalu di encoding pesannya sama pengirim pesan. Setelah itu, dia mengirimnya melalui chanel (saluran/media) nah di media ini ada noise (gangguan-gangguan dalam proses komunikasi). Kemudian pesan diterima oleh penerima pesan lalu di decoding untuk menafsirkan pesan tersebut. Dari penerima pesan, pengirim pesan akan menerima feedback terkait pesan yang dikirimkan. Next, ada fungsi komunikasi yaitu kontrol, informasi, motivasi dan ekspresi emosional. Komunikasi sebagai kontrol seperti dari atasan ke bawahan, dosen ke mahasiswa, orangtua ke anaknya, dll. Komunikasi sebagai informasi seperti iklan yang memberikan informasi terkait produk yang baru, atau informasi ada peraturan baru di suatu perusahaan, atau lainnya. Komunikasi sebagai motivasi seperti psikolog yang memberikan motivasi kepada kliennya, atau teman yang menyemangati temannya yang sedang galau, or else.. Komunikasi sebagai ekspresi emosional seperti ekspresi bahagia yang ditunjukkan seseorang yang sedang sangat berbahagia.
Then, ada jenis-jenis komunikasi; verbal, nonverbal, sama tertulis (written). Kalo verbal, yang diucapkan, yang bisa di dengar, tergantung pada kecepatan berbicara pengirim pesan, seperti bicara tatap muka atau melalui telepon. Kalo nonverbal, yang dilihat, yang harus diinterpretasi oleh penerima pesan seperti bahasa tubuh atau cara berpakaian. Nah, kalo tertulis atau written, yang bisa dipertanggungjawabkan, seperti surat, media cetak, dll. Kemudian ada komunikasi internal dan eksternal dalam bisnis. Komunikasi internal itu adalah komunikasi di dalam satu organisasi, ada upward, downward, sama lateral. Kalo upward ke atas seperti dari bawahan ke atasan, dari anggota ke ketua. Kalo downward ke bawah dari atasan ke bawahan, dari ketua ke anggota. Kalo lateral sejajar dari manajer keuangan ke manajer pembelian atau kalo di organisasi aku, dari Ketua 1 ke Ketua 2 atau Ketua 3. Selanjutnya ada komunikasi eksternal yang berkomunikasi dari dalam organisasi ke luar organisasi. Misalnya dari suatu perusahan pembuat pakaian mengirim surat ke perusahaan kain atau dari Tribhuwana ke Tradyakala. Materi berikutnya ada masalah komunikasi yang dapat terjadi dari pengirim pesan, penerima pesan, dalam penerimaan pesan, dan dalam penafsiran pesan. Masalah dalam pengirim pesan misalnya suaranya kecil, ragu-ragu, tidak dapat mengungkapkan idenya. Masalah dalam penerima pesan misalnya tidak memahami isi pesan, tidak dapat mendengar atau melihat pesan. Masalah dalam penerimaan pesan misalnya saluran yang kurang mendukung seperti adanya kebisingan, kata yang hilang dalam surat, ataupun gambar yang terpotong. Masalah dalam penafsiran pesan misalnya adanya perbedaan persepsi atau pemikiran terkait hal yang masih ambigu ataupun multi meaning seperti ada sesrorang yang berteriak "setan pergi dari sini!" Yang masih tergantung pada nada bicara pengirim pesan dan atau penafsiran penerima pesan karena perbedaan budaya atau suku bangsa. Yang terakhir, ada gaya komunikasi yaitu, action, process, idea, dan people. Orang yg orientasi komunikasinya action akan langsung bertindak atau mengambil tindakan. Orang dengan gaya komunikasi process lebih menekankan ke prosesnya, bagaimana suatu hal dapat terjadi, kronologis. Orang yang menggunakan gaya komunikasi idea akan berbicara dengan banyak topik atau tema karena ketika sedang berbicara, muncul suatu ide lain di pikirannya. Orang yang gaya komunikasinya people akan lebih mementingkan hubungan pada lawan bicaranya terlebih dahulu, seperti basa-basi atau probing atau membangun rapport.
Komunikasi Organisasi
Senin kali ini kelas pio membahas tentang komunikasi organisasi. Saya cukup terkesan dengan materi kali ini karna membahas fenomena nyata dari twit salah seorang komika. Senin ini saya cukup semangat karena sari pertama beraktivitas setekah long weekend.
Setelah tutor menjelaskan satu persatu materi materi komunikasi organisasi, kami mendapat tugas untuk mengulas twit salah seorang komika. Twit komika tersebut bergambar kakinya yang sedang menginjak spanduk dengan wajah salah satu tokoh politik Indonesia. Twit tersebut merupakan salah satu bentuk komunikasi, ya karna dari gambar tersebut komika ingin menyampaikan sesuatu kepada khayalak melalui media twitter. Maksudnya apa? Ya itu yang kurang bisa ditangkep karena komunikasi nonverbal memang sulit dimaknai, penerima pesan harus sepaham pengetahuan dengan sender.
Setelah twit itu muncul, banyak terjadi kecaman dari masyarakat. Ya istilahnya twitwar lah si komika dengan banyak orang. Sebenarnya tidak terjadi masalah dalam proses komunikasi, karna memang komika berhasil menyampaikan pesannya dengan baik. Namun yang jadi masalah adalah, penafsiran khalayak kepada twit tersebut.
Menarik memang membahas komunikasi, karena berbeda gestur atau mimik sedikit saja itu sudah merubah makna pesannya. Maka teman teman berhati hatilah dalam berkomunikasi, ingat pepatah, "mulutmu harimaumu" karne lidah tidak bertulang. Hehehehe sekian cuhat blog kali ini.
Desy Triwulandari.
Senin, 21 April 2014
Jawaban pertanyaan Dhaniar
Sebenernya masih agak susah ngebedain sama anjab. Suka agak kebalik sih. Klo anjab kan yang dianalisis itu pekerjaannya tapi klo penilaian kerja itu orangnya. bener gak tuh ?
Iyak benerr.. bedainnya gampang kok.. Gampangnya gini deh, kita coba ulang konsep dasar analisa jabatan dulu. Bayangin ada orang yang menarik perhatian kamu, sebut saja kamu tertarik sama seseorang yang namanya Budi.
Karena kamu tertarik sama Budi, kamu jadi pengen banget tau all about Budi. Kamu pengen tau hobinya apa, minatnya apa, sifatnya kayak gimana, dst.. Dengan mengetahui segala sesuatu tentang Budi, kamu jadi punya BIG PICTURE tentang Budi itu orangnya kayak gimana. Dengan mengetahui BIG PICTURE tentang Budi, kamu jadi bisa nyusun strategi PDKT ke Budi. Bagaimana memperlakukan Budi, bagaimana membuat Budi tertarik juga sama kamu, and so on.
Nah, sekarang, anggaplah namanya Budi diganti namanya dengan ‘Jabatan’. Trus, si ‘BIG PICTURE’ diganti dengan ‘profil’. Dan ‘usaha mengetahui segala sesuatu tentang’ diganti dengan ‘analisa’
Jadi usaha mengetahui segala sesuatu tentang Budi = analisa jabatan
Tujuannya: untuk mengetahui BIG PICTURE Budi = Tujuannya untuk mengetahui profil jabatan
Lalu apa maksudnya dalam anjab yang dianalisa jabatannya, dan bukan pemegang jabatannya?
Sekarang kita lihat definisi pemegang jabatan. Pemegang jabatan = yang memiliki jabatan tersebut
Kalo kita analogikan sama Budi, anggaplah yang memiliki Budi itu emaknya, ya. Nah, kalo kita penasaran sama Budi, yang kita cari tahu kan si Budi, dong. Bukan emaknya.Karena kita gak penasaran emaknya kayak gimana. Tapi memang bisa juga nanyain tentang Budi ke emaknya, tapi tetap aja yang kita tanya itu Budi kyk gimana sih Tante? Bukan nanya Tante itu sifatnya kayak gimana sih?
Jadi dalam analisa jabatan yang kita cari tahu adalah jabatannya, bukan pemegang jabatannya. Walaupun kita nanya ke pemegang jabatannya.
Kalo Budi gak punya emak, kita tetap bisa mencari tahu Budi nggak?
Tetep bisa kan? Mungkin melalui tetangganya Budi, adiknya Budi, dst.
Jadi kalo si jabatan itu gak ada yang megang, kita tetap bisa cari tahu info tentang jabatannya, bisa nanya O*net, bisa nanya manajernya, bisa nanya rekan kerjanya, dsb..
Kalo dalam proses penilaian kinerja, yang kita nilai memang pemegang jabatannya. Yah, sama aja kayak dosen menilai kinerja mahasiswa. Yang dinilai pasti kinerja mahasiswa, bukan emaknya si mahasiswa. Kan yang kuliah si mahasiswa, bukan emaknya.. okesip :)
Masih bingung juga berarti yang dilakukan oleh perusahaan yang pertama kali berarti kan anjab dlu nihh trus rekrut pegawai trus penilaian kerja
Kalo secara teori, iya. Misalnya Dhaniar terpilih jadi ketua BEM. Sudut pandang yang bener itu, tentukan dulu struktur dan pembagian tugasnya apa untuk mendukung tercapai visi misi BEM. Bukan rekrut dulu orangnya. Soalnya kalo Dhaniar rekrut dulu orangnya, misalnya Dhaniar pilih Ketty “Ket, lo gue tunjuk jadi ketua divisi ya”. Ketty jawab : Oke deh.
Trus bergabunglah Ketty ke dalam BEM-nya Dhaniar. Nah terus, si Ketty ngerjain apa dong?
Lalu di akhir tahun, BEM-nya Dhaniar mau LPJ akhir tahun. Semua jajaran kabinetnya Dhaniar mau dievaluasi kerjaannya udah beres/ belom.. Untuk bisa bilang Ketty sudah melaksanakan tugas dengan baik atau tidak gimana caranya kalo dari awal gak ada tugasnya? Ya tho?
Makanya sebelum rekrutmen, Dhaniar harus punya landasan dulu untuk rekrut. Harus jelas dulu orang yang direkrut akan ngerjain apa, kriteria orang yang dianggap bisa melakukan kerjaan itu orang yang kayak gimana.
Landasannya dari mana? Dari Job Desc dan Job Spec.
Job desc dan job specnya tau dari mana? Ya dari analisa jabatan. Tau kan bedanya job desc dan job spec?
Analoginya (lagi-lagi) cari suami, deh :P
Job desc itu tugas suami apa aja.
Job spec itu kriteria suami yang diinginkan.
Udah jelas kan kenapa anjab dulu baru rekrut?
Tadi di awal saya bilang teorinya memang gitu alurnya : anjab -> rekrut -> penilaian kinerja
Tapi pada praktiknya di perusahaan, mending jangan ditanya deh alurnya gimana. Soalnya ada perusahaan yang rekrutmen dan penilaian kinerja sudah jalan, baru anjab. Yah, namanya juga dunia praktik, tidak melulu seindah dunia teori :)
Lalu berarti kualifikasi kompetensi pegawai saat rekrut sama dong yaa dengan kriteria penilaian kerja subjektif pada saat penilaian kerja ?
Secara teori : Iya :)
Ibaratnya gini, kalo di awal nyari suami nyarinya yang gak ganteng, yang penting soleh. Kamu gak boleh protes ketika sudah setahun nikah, kok suami kamu gak kunjung mirip dengan Reza Rahadian :D
Jadi standar di awal harus sama dengan standar yang kamu pakai untuk menilai kinerja
Oh yaaa satu lagi pertanyaannya KPI itu buat kriteria di Objektif atau di subjektif sih ya
KPI Itu singkatan apa hayo? Key Performance Indikator. Kunci pegangan yang dijadikan indikator kamu untuk menilai kinerja seseorang. Untuk memudahkan pemahaman, ya KPI itu untuk kriteria objektif. Titik.











