Dear blogger,
Hari ini saya mengawali hari
dengan rasa benci. I hate Monday! Bagaimana tidak? Setelah 3 hari libur, hari
ini saya harus mengawali dengan serangkaian jadwal kuliah yang padat dan menghadiri
rapat-rapat organisasi seharian penuh. Memikirkan untuk menjalaninya saja sudah
membuat saya muak. Well, kuliah berlangsung tepat waktu pada pukul 09.00 dan
teman saya yang bernama Isna menjelaskan
mengenai materi hari ini, yaitu Komunikasi dalam Organisasi. Selama ia
menjelaskan materi tersebut, saya tidak mendengarkannya, saya terlalu sibuk
dengan pikiran saya sendiri. Teman saya bahkan menegur saya karena sering
melamun.
Perhatian saya teralihkan pada
dosen saya bernama Mbak Nuri yang maju ke depan kelas dan memberikan tugas. OH
MY GOD! Tugas! Namun yang membuat saya tertarik dengan tugas ini adalah
mengenai sebuah tweet salah satu comic berinisial EP yang memposting sebuah
foto dimana foto tersebut mempunyai makna yang ambigu. Foto tersebut terlihat seperti
EP yang sedang menginjak baliho dimana terdapat muka salah satu presiden partai
P**! Ambigu kan? Bisa jadi orang yang melihatnya itu sebuah lelucon dari
seorang comic atau bahkan sebaliknya membenci presiden partai tersebut. Tweet
tersebut mendapatkan kecaman yang keras dari berbagai pihak dan hal tersebut
menjadi kasus yang harus kami analisis bersama. Saya yang tadinya tidak begitu
tertarik dengan materi perkuliahan hari ini menjadi sangat excited untuk
mencari tahu mengenai kasus tersebut. Dari kasus yang diatas, dapat disimpulkan
bahwa hal tersebut adalah sebuah contoh komunikasi, dimana adanya proses penyampaian
makna dimana pengirim memberikan pesan kepada media sebagai tempat saluran
untuk dapat dilihat oleh penerima.
Hasil dari kesimpulan mengenai kasus
tersebut, EP menggunakan jenis komunikasi non verbal yang memperlihatkan sebuah
foto dimana dapat terlihat perasaan dan emosi yang disampaikan. Apakah
komunikasi tersebut efektif? Menurut saya tidak, karena komunikasi yang efektif
ialah pesan yang disampaikan sama dengan pesan yang diterima saling berkorelasi.
Di sini, terlihat jelas masalah komunikasi
terletak pada penafsiran pesan tersebut. Apa maksud EP memposting foto seperti
itu? Apakah ada keuntungan dari EP sendiri ketika memposting foto itu? Apakah
EP membenci partai tersebut? Mengapa ia harus menginjak gambar presiden partai
P**? Mengapa bukan gambar presiden partai yang lain? Pertanyaan-pertanyaan
tersebut lah yang membuat berbagai macam persepsi orang-orang yang melihatnya. Perbedaan
persepsi muncul ketika melihat foto yang di posting EP, dan membuat berbagai
reaksi emosional untuk para followersnya. Dilihat dari berbagai posting
sebelumnya, EP sangat kritis dalam membahas mengenai beberapa partai yang ada
di Indonesia. EP bukan hanya kritis, ia
juga mempunyai fakta-fakta mengenai apa yang dia bahas dalam tweet nya sehingga
membuat ia mempunyai gaya komunikasi process (PR). Apa itu gaya komunikasi process? Orang yang mempunyai planning, kunci nya ada di
HOW (bagaimana). Bagaimana orang tersebut dapat mempunyai strategi, organisasi,
dan fakta-fakta. Tapi kelompok kami
berpendapat bahwa gaya komunikasi dari EP merupakan ACTION (A) yaitu WHAT
(apa). Dimana gaya action ialah orang yang langsung menyatakan pendapatnya,
istilahnya to do point a.k.a ngomongnya langsung.
Overall, kita harus menyesuaikan
cara untuk berkomunikasi dengan gaya komunikasi dengan orang lain, apakah dia
kategori ACTION, PROCESS, IDEA, atau PEOPLE.
Intinya dari yang saya tangkep sih, kalo mau ngomong ama orang yang ACTION
fokus aja ama hasil yang udah disimpulkan dari awal trus ngomongnya
singkat-singkat aja. Kalo pengen ngomong ama orang yang PROCESS bicara mengenai
fakta-fakta yang terjadi dan logis. Untuk orang yang komunikasinya IDEA, orang
yang paling ribet kalo ngomong dan punya ide loncat-loncat cara ngehadapinya
yaitu bersabar! Ia sabar aja ngadepin orang kayak gitu mah, tapi kalo dia udah
melenceng langsung deh SKAK! And then tips yang terakhir untuk orang yang PEOPLE,
which is orang yang mempunyai gaya komunikasi yang baik dan mempunyai hubungan
yang baik kepada setiap orang jika diajak bekerjasama, but sekali lagi jika berkomunikasi
dengan orang yang berorientasi seperti ini langsung aja pada intinya! Gak usah
basa-basi, langsung tunjukin rujukan dari orang-orang yang berpengaruh biar dia langsung percaya.
Well, tugas saya akhirnya selesai
juga. Hari ini not bad day lah, semuanya Alhamdulillah bisa saya lalui dengan
baik, hanya saja karena kesibukan yang penuh saya baru bisa memposting ini.
Jikalau tidak ada yang menanyakan saya mengenai cara memposting blog di sini,
jika teman-teman tidak menyuruh saya untuk invite mereka di blog ini, saya akan
melupakan tugas untuk menulis blog dan mungkin hari ini saya tidak memposting
tulisan ini dan nilai saya akan dikurangi. Oh ia, judul postingan saya merupakan salah satu bentuk komunikasi, apakah judul dan cerita di dalamnya sesuai? HA to the LO! HALO! Sekarang sudah pukul 00.38 udah
hari selasa! Dan cerita di dalamnya mengesankan saya tidak menyukai hari ini.. Hahahaha Thank God It's Monday!
Regards,
Nyi Ajeng Ketty






Seru juga harimu.... betewe waktu lihat foto itu, dirimu sendiri punya kesan apa?
BalasHapus