Assalamualikum Wr.wb
haris kamis lalu, pada mata kuliah PIO memberi kesmpatan kepada mahsiswa yang mengikuti mata kuliah PIO untuk melaksanakan proses belajar dilakukan di luar lingkungan kampus yaitu di gandaria city. awalnya sempet bingung sih gimana bisa melakukan kegiatan belajar mengajar di mall seperti itu? Tapi Alhamdulillah proses kegiatan belajar mengajar di gandaria city berjalan dengan lancar sampai selesai. selain itu seru juga karena bagi saya sendiri bisa praktek langsung ke lapangan dan melihat bagaimana kondisi di tempat tersebut, selain itu juga kita kedatangan tamu dari temannya Mba Nuri yang meberikan tambahan materi pengetahuan kepada kami.
sesampai di gandari city, kita langsung berkumpul di Masjid dan memulai pemberian materi dengan teman kelompok kita sendiri seperti yang biasa dilakukan dikelas. materi pertama itu berjudul Prilaku Konsumen.
apa itu perikau konsumen : mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi hingga membuang produk atau jasa yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan mereka.
perilaku konsumen berawalk dari marketing concept (konsep pemasaran) dan ada tiga pendekatan :
- production concept = produk yang sudah tersedia dan harganya murah atau terjangkau.
-product concept = konsumen hanya mau membeli produk yang menawarkan kualitas terbaik, performa terbaik dan fitur terlengkap. Ex : pizza hut update fitur-fitur atau menu-menu terbaru dan dilakukan rutin pada perubahannya . ini fikus epada barangnya tanpa perlu mengetahui lebih dulu yang mana barang yang akan di bikin
-selling concept = dimana marketer membujuk konsumen untuk membeli produk yang sudah di buat oleh perusahaan. Ex : ga mau tau konsumen butuh atau gayang penting barangnya terjual.
konsep marketing = perusahaan mencari tahu kebutuhan konsumen apa, baru dibuat produknya.
faktor yang mempengaruhi pembelian :
-social faktor
-cultural faktor
-personal factor
-personal factor
.
kriteria segmentasi :
-dapat diukur
-cukup besar : sesuai populasi harga di kota dan desa bisa saja berbeda
-dapat di akses : mudah di akses
-dapat diambil tindakan : berjualan denganprogram yang efektif ga mungkin kalo kita berjualannya di path.
positioning : memiliki perbedaan atau keunggulan dibandingkan dengan produk lain.
- mengkomunikasikan keunggulan fungsi produk bukan fitur
-memiliki selogan
faktor marketing mix ada 4P :
price = harag, diskon, strategi
place : tempat sesuai dengan tokonya
prortion : endorsement
product
tahap-tahap proses pembelian :
pengenalan masalah : butuh atau ga dengan barang tersebut
pencarian informasi : kelebihan dan kekurangan barang yang ingin di beli dengan produk lain
evaluasi alternatif : pertimbangan, bagaimana resikonya di terima
keputusan pembelian : jadi beli atau tidak.
perilaku pasca pembelian: konsumen akan mengalami tingkat kepuasan atau ketidakpuasan tertentu
kalau banyak komentar negatifnya berati dia gagal produksi barang tersebut begitu juga sebaliknya.
Kemudian materi kedua berjudul kepemimpinan :
manajemen :
setting plan, monitor, bagaimana terlaksana dengan baik.
ex : senat memiliki eo atau panitia yang meiliki bagian bagian untuk mengelolanya
leadership = seni untuk mengarahkan orang lain dengan apa yang kita mau, dan orang yang diajak tidak merasa di gurui untuk menapai tujuan.
ex : senat punya visi, mengarahkan orang lain supaya menyamai visi yang dibawa.
intimya . pemimpin tidak sama dengn manajer dan manajer tidak sama dengan pemimpin.
kenapa harus belajar kepemimpinan ? karena harus ada kombinasi antara kepemimpinan yang kuat dan kararakteristik menejerial.
Teori trait : memiliki karakateristik yang beda degan non pemimpin. berpendapat bahwa karakteristik kepemimpinan tidak bisa dibentuk dan sudah ada dalam diri. kalau tidak memiliki karakteristik pemimpin maka orang tersebut tidak bakat menjadi pemimpin.
Big 5 : extravision : pemimpin efektif, gaul dan terbuka, hangat, dsb.
lebih sesuai pada karakteristik pemimpin tapi kritik teorinya itu belum tentu bisa problem solving, decision making dsb
behavioral : perilakun yang ditampilkan berbeda dengan non pemipin
pemimpin dapat di bentuk atau dilatih
contingency H : kepemimpinan tergantung pada faktor situasional ini bisa efektif karena adanya faktor situasional.
Fs : gaya kepemimpinan, kemampuan anggota, perilaku anggota dll
FCM : kelompok bisa efektif tergantung seberapa besar kontrol yang ditampilkan oleh pemimpin dengan kombinasi gayaa memimpin dengan aspek situasi
Memimpin : LPC : tugas dan hubungan
aspek situasi :
- hubungan atasan-bawahan
-struktur tugas
-kekuatan posisi
SLT : gaya kepemimpinan sesuai dengan kedewasaan anggotanya
semakin dewasa maka semakin mampu dan mau
Gaya kepemimpinan situasional
EX : unwillingdan unable : diberi high task dan low relationship :gaya direct : tegas dan tugas juga spesifik harus detail
pengawasan insentif
Hose path-goal theory
teori ini cukup rumit, tidak ada rumusan seperti teori sebelumnya dan banyak faktor yang berpengaruh dan terlalu banyak kombinasi.
Vroom-Jago Leader Participation Model
authority decision : pemimpin mengambil keputusan sendiri , lalu komunikasikan kepada bawahan
consultive decision : pemimpin mengambil keputusan sendiri tap meminta informasi terlebih dahulu terhadap bawahan
group decisison : pemimpin menyelesaikan masalah dengan kelompok dan secara mufakat.
Sekiaann... Waalaikumsalam. Wr.Wb
Ayu Mutia Rachmawati
1602011009